Mohon tunggu...
Himam Miladi
Himam Miladi Mohon Tunggu... Penulis - Penulis

Penulis Konten | warungwisata.com | Email : himammiladi@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Mengenal Kewarganegaraan Digital dan Keahlian yang Harus Dimiliki Sejak Dini

23 Mei 2018   22:51 Diperbarui: 23 Mei 2018   23:00 1161
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
infografis Digital Citizenship (dqinstitute.org)

Satu generasi yang lalu, pendidikan Teknologi Informasi atau media digital dianggap sebagai sebuah keahlian khusus. Hari ini, mereka adalah kompetensi inti yang diperlukan seseorang untuk bisa sukses di sebagian besar karier. Itulah mengapa keterampilan digital adalah bagian penting dari kerangka pendidikan yang komprehensif.

Sayangnya, para pemangku pendidikan di negeri kita masih terjebak dalam pemikiran kaku, yang memandang Teknologi Informasi itu hanya sebagai alat.  Mereka belum sampai pada pemikiran tentang cara memelihara kemampuan dan keyakinan siswa untuk unggul secara online dan offline di dunia di mana media digital ada di mana-mana.

Tingkatan Kecerdasan Digital

Sebagaimana IQ dan EQ -yang digunakan untuk mengukur kecerdasan umum dan emosional seseorang - kemampuan individu dari penggunaan media digital adalah kompetensi yang dapat diukur, yang disebut Digital Quotient (DQ): kecerdasan digital. Secara umum, kecerdasan digital dibagi dalam tiga tingkatan:

 Level 1: Kewarganegaraan Digital (Digital Citizenship). Yakni Kemampuan untuk menggunakan teknologi digital dan media dengan cara yang aman, bertanggung jawab dan efektif.

Level 2: Kreativitas digital (Digital Creativity). Yaitu kemampuan untuk menjadi bagian dari ekosistem digital dengan menciptakan konten baru dan mengubah ide menjadi kenyataan dengan menggunakan alat digital.

Level 3: Kewirausahaan digital (Digital Enterpreneurship). Yaitu kemampuan untuk menggunakan media digital dan teknologi untuk menyelesaikan tantangan global atau menciptakan peluang baru.

Dari ketiga tingkatan diatas, tingkatan pertama yakni kewarganegaraan Digital cenderung diabaikan para praktisi pendidikan di Indonesia. Padahal, justru di level inilah terletak pondasi kecerdasan digital.

Kewarganegaraan Digital sebagai pondasi Kecerdasan Digital

Kita tidak perlu mengkhawatirkan masalah kreativitas digital karena saat ini sudah banyak sekolah yang berusaha untuk memberikan pendidikan digital pada anak-anak dengan menerapkan beberapa paparan literasi media, coding dan bahkan robotika. Yang semuanya dilihat secara langsung terkait dengan kelayakan kerja masa depan dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Level ketiga, yakni kewirausahaan digital juga telah secara aktif didorong, khususnya dalam pendidikan tinggi. Banyak universitas terkemuka telah mengadopsi dan mengembangkan program atau inisiatif baru seperti technopreneurship dan hackathon kewirausahaan untuk mendorong budaya inovasi.

Namun kewarganegaraan digital sering diabaikan oleh para pendidik. Sementara disisi lain kita semua sadar akan adanya fakta bahwa penggunaan teknologi dan hidup di dunia digital adalah sebuah kebutuhan nyata, yang muncul bahkan sejak seseorang baru bisa belajar bicara. Karena itu, kita seharusnya sudah mulai belajar kewarganegaraan digital sedini mungkin, idealnya ketika seseorang mulai aktif menggunakan game, media sosial, atau perangkat digital apa pun.

Banyak yang berpendapat bahwa kompetensi digital ini bisa dipelajari sendiri, atau bahwa hal ini seharusnya dipelajari di rumah dengan orang tua sebagai penanggung jawab. Namun, harus disadari pula bahwa ada kesenjangan antara generasi x sebagai orang tua dan generasi z yang menjadi orang pertama yang benar-benar tumbuh  di era smartphone dan media sosial. Banyak orang tua atau guru dan pendidik yang tidak tahu bagaimana cara melengkapi anak-anak mereka dengan keterampilan ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun