Mohon tunggu...
Wahyu Widodo
Wahyu Widodo Mohon Tunggu... Salam.

Menutup lisan demi tulisan.

Selanjutnya

Tutup

Pemerintahan Pilihan

Puluhan Pengungsi Rohingya Kembali Mendarat di Bangladesh

4 Mei 2020   08:38 Diperbarui: 4 Mei 2020   08:51 21 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puluhan Pengungsi Rohingya Kembali Mendarat di Bangladesh
Pengungsi Rohingya yang mendarat di Teluk Benggala (Mohammad Ponir Hossain/Reuters )

Puluhan pengungsi asal Rohingya terlihat mendarat di pesisir selatan Bangladesh pada hari Minggu (3/5). Pengungsi ini diyakini berasal dari salah satu kapal yang dalam beberapa minggu terakhir terlihat berlayar di Teluk Benggala.

Warga setempat yang menemukan kelompok pengungsi ini langsung memberi tahu penjaga pantai. Ada 29 orang yang berhasil diamankan sedangkan 10 orang lainnya berhasik melarikan diri.

Satu hari sebelumnya pihak keamanan setempat melaporkan ada 40 pengungsi lain yang juga mendarat di wilayah tersebut. Termasuk di dalamnya adalah wanita dan anak-anak. Semuanya dalam keadaan kelaparan.

Chris Lewa dari Arakan Project mengungkapkan kalau kelompok-kelompok ini datang dari salah satu kapal besar yang saat ini masih berlayar.

Diyakini kalau kapal-kapal ini membawa sekitar 500 penumpang dari berbagai kalangan. Kapal ini terkatung-katung di Teluk Benggal setelah ditolak oleh otoritas Malaysia.

Pihak Malaysia sendiri menolak kedatangan mereka dengan alasan keaman di tengah pandemi virus corona saat ini.

Sementara itu, Bangladesh melarang keras kapal-kapal asing untuk masuk ke wilayah perairan mereka meskipun dalam keadaan genting.

Dalam peraturan PBB, negera diminta mengizinkan kapal-kapal nelayan untuk berlabuh jika ada di dalam keadaan darurat seperti gelombang pasang dan badai.

Pejabat keamanan setempat mengatakan, para pengungsi yang tertangkap ini akan dikirim ke Pulau Bhashan Char yang ada sekitar Teluk Benggala.

DI pulau tersebut Bangladesh sudah membangun tempat penampungan pengungsi dengan kapasitas mencapai 100.000 orang.

Dilansir Al Jazeera, saat ini ada sekitar satu juta pengungsi Rohingya yang yeng meghuni kamp-kamp di Bangladesh. Sebagian besar dari mereka melarikan diri dari konflik tahun 2017 silam.

Dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh melarikan diri ke Thailand dan Malaysia.

Jalur laut jadi pilihan utama karena cenderung lebih hemat biaya. Periode bulan Oktober sampai April jadi waktu favorit pengungsi karena arus laut cenderung lebih tenang.

Sayangnya, ratusan dari meraka justru meninggal di lautan karena ditolak berlabuh di berbagai negara.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x