Mohon tunggu...
Priyantoilhami
Priyantoilhami Mohon Tunggu... Buruh - Rapper

Penulis, pembuat logo, storyteller & koleksi label T-shirt.

Selanjutnya

Tutup

Novel

Sebuah Dunia Baru

21 September 2021   01:18 Diperbarui: 21 September 2021   01:28 56 2 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Sebuah Dunia Baru
Shutterstock.com

Pagi hari kala sinar mentari masih sembunyi, Toi mulai mengayuh sepeda sejauh satu mil dari apartemennya menuju ke toko bahan makanan. Toi harus kembali lagi setelah pergi berbelanja, karena bahan makanan itu secepatnya ia olah menjadi burger dan cemilan makan lain untuk kemudian dijual.

Toi adalah seorang pendatang bersama dengan temanya Yarnik. tetapi, Yar sendiri pergi dan bekerja untuk perusahan instalasi yang mana menurutnya lebih baik dari pada dia harus sekolah untuk mengejar atau untuk mendapatkan gelar akademis.

Toi tinggal bersama teman sekamarnya Ninyo, mereka berdua memanfaatkan ruang jalan dibawah apartemennya yang berhadapan langsung dengan gedung rumah susun baru yang sedang dalam proses pengerjaan. disamping gedung itu terdapat juga aktivitas perkantoran untuk desain Drone.

hal ini pula yang melatar belakangi temanya Ninyo memiliki ide untuk melayani para pekerja itu. sedikitnya setiap pagi mereka mendapat lebih dari 30 antrian, dari hasil penjualan ini tentu mereka gunakan untuk membiayai sekolah dan juga untuk biaya hidup.

Toi dan Ninyo mereka bukan satu-satunya anak muda yang menjalani kerasnya kehidupan di lingkungan kota. hal itu, juga diperparah lantaran belum ada keputusan dari wali kota setempat terkait masalah trasportasi umum dan juga aktivitas sosial lain, semenjak badai Sandy menerjang wilayah Broklyn.

Mereka yang bergabung di komunitas Asia lebih memilih untuk berdemostrasi dengan turun ke badan jalan dan berjualan demi menghindari isu publik atau konspirasi lain dimana toko-toko dan gerai-gerai mulai tutup di sepanjang jalan karena takut barang mereka dijarah. 

Hal itu, juga ditandai dengan harga bahan pokok dan bahan baku mulai mahal. Meskipun begitu tetapi Toi dan Ninyo dalam hal ini mereka masih diuntungkan dengan posisi.

Toi seorang yang cukup disiplin waktu, rohani, dan selalu bergairah. Ninyo mau berteman denganya karena menurutnya kata-kata Toi sangat inspiratif dan bisa untuk membangun semangat. lebih lagi dikala ia sedang sedih namun tidak menemui seorang untuk bercurah hati.

sedangkan Ninyo sendiri adalah seorang yang cukup kreatif, dia memiliki hobi menulis lagu. Ninyo juga mampu membangun imajinasi menjadi angka-angka dan kata-kata untuk membangun ide lain. karenanya, di siang hari setelah selesai berjualan mereka biasanya menepi kedalam kamar kemudian Ninyo menyalakan komputer untuk bermain game Texas Holdem Pocker, juga judi online lain.

mereka memiliki kebiasaan yang berbeda disaat berada di ruanganya sendiri. Toi lebih fokus untuk ujian akhir dan tidak berlama-lama bermain komputer karena ia bisa mengalami rabun jauh. lagi pula, diluar cuaca tidak bersahabat dan keesokan harinya akan kembali bekerja seperti biasa setelah dua hari ini mereka mulai berjualan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
  8. 8
  9. 9
  10. 10
  11. 11
Mohon tunggu...

Lihat Konten Novel Selengkapnya
Lihat Novel Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan