Mohon tunggu...
Priyantoilhami
Priyantoilhami Mohon Tunggu... Rapper

Penulis, pembuat logo, storyteller & koleksi label T-shirt.

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan

Meningkatnya Populasi Burung Perkutut

19 Februari 2021   14:08 Diperbarui: 19 Februari 2021   15:23 422 2 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Meningkatnya Populasi Burung Perkutut
jenis-burung-perkutut-dan-karakteristiknya-terlengkap-602f67bdd541df781d767812.png

ditengah salah satu panen paling dramatis dalam ingatan kita baru-baru ini. dimana, negeri ini baru saja dihebohkan dengan pademi penyakit menular yang diklaim berbahaya dan mematikan virus Corona. tetapi, tentu ini tidak menyurutkan para petani untuk semangat bekerja mempertahankan sektor industri ketahanan pangan. kita tinggal rehat saja dulu sejenak, karena banyak cerita lain yang terukap dengan latar belakang realitas yang kompleks di negara agraris kita tercinta indonesia.

Wonogiri, daerah yang di dominasi dataran tinggi pengunungan dengan area persebaran pemukiman yang lebih luas dimana area persawahan masih cukup banyak. tidak heran banyak dari penduduknya berprofesi sebagai petani atau jika anda berkunjung ke kota gaplek anda sering mendengar serangan hama monyet atau tikus, tetapi tentu anda tidak melihat bagaimana persebaran dari pada burung perkutut.

perkutut merupakan fauna endemik salah satunya di pulau Jawa yang kini tidak di sadari sebagian banyak orang, burung ini sudah tidak terhitung banyak jumlah perkembangbiankanya. khususnya perkutut jawa, hewan yang memiliki nama latin (Geopelia striata) merupakan jenis burung pemakan biji-bijian. tidak heran sekarang perkutut sering sekali nonggol di depan rumah atau sering bergerombol mengobrak-ngabrik jemuran bulir padi alias Gabah.

"Kur tekukur kur, kur tekukur kur.."

Nah, kira-kira begitulah bunyi daripada burung perkutut ini, memiliki kemiripan hampir sama dengan burung derkuku dimana burung perkutut jawa ini mempunyai corak bulu hampir sama. bedanya burung ini berukuran lebih kecil atau sekitar 21cm saja untuk dewasanya. burung ini juga sudah tergolong familiar dengan manusia dimana kalau ada orang berjalan berdekatan saja mereka engan cepat terbang pergi, tapi malahan tetap jalan santui mencari makan di tanah.

di Wonogiri, perkutut sering hinggap di depan halaman rumah. terlebih di musim panen biasanya dirumah ataupun di area persawahan orang akan merantas untaian padi atau sering disebut dengan Ngerek. Nah, anda akan banyak melihat sekumpulan burung perkutut ini mencari makan di sekitaran area tersebut atau biasa mereka menghinggapi di tumpukan jerami atau Damen.

status koservasi IUCN, perkutut jawa sendiri memiliki kategori Least Concern atau hewan ini tergolong beresiko rendah terhadap kepunahan. karena secara tidak langsung burung ini di habitat aslinya memang tidak memiliki predator alami tak terkecuali dari perburuan liar manusia. meskipun demikian mitos juga berkembang di banyak tempat burung perkutut adalah burung pembawa nasib buruk maupun membawa nasib baik.

burung ini juga dipercayai sebagai jelmaan dewa, dan erat kaitanya dengan mitos Joko Mangu yang pernah hilang kemudian kembali kepada prabu Brawijaya, meskipun sang raja kala itu tengah dalam perjalanan hijrah ke Ngayogyakarta. terlepas dari benar atau tidaknya mitos dan cerita yang berkembang di masyarakat hal ini, ternyata turut memberikan pengaruh besar terhadap keberlangsungan hidup dan perkembangbiakan dari burung perkutut itu sendiri.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x