Mohon tunggu...
Priyantoilhami
Priyantoilhami Mohon Tunggu... Rapper

Seorang penulis, pembuat logo, storyteller koleksi label T-shirt.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pengalaman Di-endorse Brand Covid-19

2 Oktober 2020   18:24 Diperbarui: 2 Oktober 2020   21:00 14 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Pengalaman Di-endorse Brand Covid-19
pixabay.com

"tidak ada sehelai daunpun yang gugur melainkan dia (allah) mengetahuinya"_QS 6:59

Hai, sobat kompasiana sebangsa dan setanah air semoga tuhan selalu melimpahkan kesehatan, kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi pandemi virus convid-19 ini. nama saya priyanto ilhami saya beralamat tinggal di (des) tiken pulutan wetan, (kec) wuryantoro, (kab) wonogiri, (pro) jawa tengah (con) indonesia. sama seperti anak laki-laki lain saya adalah manusia biasa.

Well, apa yang membedakan? saya menjadi pusat perhatian publik dan paling famous di masa pandemi convid-19 ini kenapa? bukan karena saya seorang yang tajir melintir sejak lahir, menang kuis milyaran dollar, ataupun selamat setelah melompat dari gedung 19 lantai. melaikan saya adalah orang yang melakukan semua protokol kesehatan yang dijalankan hampir semua negara di dunia saat ini lengkap pra sebelum masa pandemi convid-19 ini dimulai. seperti pemakaian masker wajib, alat pelindung diri dan serba-serbi istilah pandemi lain.

Bagaimana itu bisa terjadi? banyak orang yang mengira saya bergabung dengan organisasi rahasia bawah tanah, illuminati, NWO, freemanson dll, ada yang berpendapat saya bergabung di organisasi sayap islam tertentu, bahkan orang mengangap saya seorang pertapa hingga mendapatkan pencerahan/revelation tembus ke masa depan, percaya atau tidak berikut cerita selengkapnya.

Pada tahun 2013 saya bekerja di salah satu perusahaan pemintalan kenamaan PT SRITEX. di sini saya ditempatkan di departemen pembuatan benang spinning, saya dipercaya untuk menjadi operator mesin area preparatory blowroom carding atau bagian paling belakang dari proses produksi. di sini saya di tuntut untuk menjadi disiplin tinggi karena berhubungan langsung dengan area mixer kapas. kebersihan, ketelitian dan pemakaian masker adalah hal yang wajib meskipun secara tidak langsung seluruh mesin sudah tersistem foto cell otomatis.

berbeda dengan para senior saya yang hanya fokus pada proses produksi, saya sebaliknya di sini saya malahan menghafal lebih karakteristik mesin, logus angka dan jenis catton kapas impor dari negara lain seperti Brazil, USA, Australia dan Yunani greek yang sempat berhenti karena kebangkrutan ekonomi negaranya. saya juga suka setting mesin dush filter dan bale plucker karena mengunakan OS Windows Vista yang unik dan langka. berkat ketekunan ini saya malahan diandalkan kepala regu untuk menjaga setiap proses percampuran kapas di Blow Room Area.

saat kekurangan operator mesin pemintalan benang di ring frame. karena saya yang paling muda, saya dipindahkan ke area depan sebagai blocker. di sini tidak ada olah kemampuan teknis lagi melainkan lebih banyak mengeluarkan tenaga extra. karena banyaknya tuntutan target produksi dan tekanan pekerjaan tak heran di sini banyak orang bermuka dingin dan sedikit sekali membangun hubungan sosial dalam satu komunitas. 

sebagai gantinya saya banyak menghibur diri sendiri dengan hobi mengambar di waktu senggang dari pada membagun hubungan sosial dengan sesama rekan kerja. karena perputaran sistem kerja shift yang fleksibel malahan saya bisa banyak belajar dari internet di rumah karena saat itu memang smartphone android sedang booming.

di tahun 2015 saya banyak menghadiri forum blog dan sosial media di mana saya menaruh perhatian lebih untuk mempelajari pembuatan logo dan poster dalam dua sisi yang berbeda. saya juga membuat merk tersendiri dalam hal hobi ini, meskipun memang awalnya untuk tujuan diperjual belikan tetapi ini justru membuat masalah lain. 

saya yang awalnya di mata masyarakat rumah dikenal bermasyarakat secara tidak langsung menjadi seorang yang introvert. berbagai tuduhan aneh diarahkan pada saya, maklum karena memang sebelumnya saya dikenal sebagai seorang yang biasa, nakal, dan tergolong kurang berpendidikan berubah menjadi agak sedikit lebih intelektual.

saya juga dikenal seorang yang cukup beragama di mata masyarakat waktu itu. walau demikian saya tidak pernah ikut dalam organisasi islam tertentu seperti yang orang lain yakini sampai saat ini, hanya saja saya membaca al-qur'an dan menafsirkanya melalui jalur bahasa inggris, dari sinilah muncul ide untuk mengabungkan pengalaman teknis dari perusahaan menjadi suatu sistem teknik bernama DVA (different view angle) atau melihat setiap sudut benda mati dalam ruangan atau sekitar kita memiliki makna, bisa hidup atau memiliki alur cerita tersendiri. hal ini saya ambil dari salah satu sifat Allah yang maha meliputi segala sesuatu.

awalnya saya bertujuan agar memiliki hiburan sendiri, maklum saat bekerja di perusahan pemintalan 80 mesin ring spinning bak lahan sawit nan rimbun, dan hanya di operasikan oleh 8 orang operator mesin atau satu orang menjaga 10 mesin dengan jarak berjauhan.

saat itu masih mengunakan blocker tunggal artinya saya sendiri harus mengambil roving dari speed frame untuk di block ke ring frame. kecuali instruksi dari pengawas saya jarang berbicara antar rekan kerja, pikir dalam hati jika saya tidak membuat hiburan sendiri saya harus berhibur dengan siapa dong? namun tak disangka DVA justru berguna di masa mendatang saat pandemi berlangsung.

pada tahun 2016 saat itu musik Edm sedang naik daun, Dj international marshmello trending berkat single "Alone". banyak bermunculan quotes di instagram, tentang semua musik genre edm dari sejarah hingga kata bijak dari banyak DJ di seluruh dunia. salah satu kata bijak dari marshmello yang mengispirasi saya adalah "orang ini mengajarkan kepada kita, bahwa muka tak jadi halangan untuk berkarya". dari sinilah awal saya mulai memakai masker kemanapun saya pergi, selain itu saya juga banyak mengadopsi budaya jepang yang saat berada di area publik memakai masker dalam keseharian sebagai bentuk disiplin kesehatan.

namun, maksud hati memakai masker supaya ingin dikenal dari karyanya bukan orangnya. lain lagi pandangan masyarakat umum sekitar, mereka mengira saya memakai cadar dan mereka juga mengira saya ikut organisasi islam tertentu, bahkan ada yang menuduh saya teroris, aliran sesat.

lain di lingkungan rumah, lain lagi di lingkungan perusahaan. dengan semakin berkembangnya sistem DVA yang saya buat, saya malah jadi pusat perhatian penuh dalam satu ruang lingkup pabrik maupun satu shift. malahan setiap shift pagi saya dikasih anak training oleh trainer guna untuk menyeleksi anak tersebut untuk penempatan shift mana yang cocok.

singkat cerita di tahun 2017 saya sering mengalami sakit pada dada kanan saya waktu itu malahan saya mendiagnosa sakit saya sendiri melalui internet, saat itu saya mengira paru-paru berlubang tanpa konsultasi langsung oleh ahli maupun dokter. dari internet saya mencoba menyembuhkan diri saya sendiri. seperti saat dua minggu sekali saya membeli jahe merah, jeruk peras, bawang putih dan berbagai macam olahan susu kambing otawa guna untuk menyebuhkan sekaligus mempertahankan imun tubuh.

karena saya tergolong orang di rumah saja tak pernah bermain keluar rumah, dan orang tua saya seorang tokoh masyarakat yang kental akan budaya adat jawanya. bukan tidak mungkin mereka mengatakan saya telah bertapa lama dan dapat pencerahan untuk membeli resep hal-hal demikian sebelum pandemi terjadi yang malahan sebenarnya tidak!.

di akhir tahun 2018 saya memutuskan untuk resign dari perusahaan pemintalan tersebut. saya mengangur selama hampir 8 bulan dari sinilah saya mulai berkunjung ke gereja-gereja untuk menikmati, mendengar pelayanan dari seorang pendeta karena menurut saya seorang pendeta itu kalem dan kena dalam hal penyampaian firman maklum, saya memang waktu itu sedang berkonflik dan berdebat argumen dengan banyak tokoh organisasi muslim perihal islam yang saya bawakan beda dari yang lain. saya juga sering bercurah hati kepada teman saya untuk berteman dengan orang nasrani yang sebenarnya, saat itu saya menyukai gadis nasrani dan berharap saya dapat jodoh seorang nasrani.

karena pikir dalam hati dan dalam doa jika dapat pekerjaan lagi saya dapat jodoh dengan tidak memulai dari agama melainkan dari cinta sejati. dari titik inilah saya mulai banyak menginjil terutama dari banyak amsal dan kidung agung raja Salomo bin Daud. 

singkat cerita di tahun 2019 saya bekerja kembali di perusahaan produksi karung dan plastik PT SAMI SURYA INDAH di sini entah bagaimana saya di tempatkan sebagai quality control dan mendapat akses penuh untuk masuk ke ruang kantor dari perusahaan tersebut. tak disangka hampir seluruh staf di dalamnya rata rata di dominasi oleh orang non muslim.

empat bulan penuh saya memang agak sedikit bermasalah dengan penampilan, yang mana saya masih mengunakan masker tergolong cukup asing. walau empat bulan berikutnya akhirnya saya dengan percaya diri tidak lagi tertutup dan memberanikan diri untuk memperkenalkan teknik DVA saya, yang denger denger nih, bikin orang terkesan walaupun tujuan saya tetap sama hiburan dalam pekerjaan, saking menariknya sampai sampai seluruh atasan ingin dekat dan menjalin komunikasi dengan saya.

nah, meski saya yang sedikit agak sering cangung berhadapan dengan atasan waktu itu menimbulkan masalah dan sedikit keraguan tersendiri. singkat cerita saat proses pembuatan produk plastik Udang Evergreen waktu itu membutuhkan treatment corona guna untuk memaksimalkan hasil printing di mesin roto. 

saat itu saya tanpa sengaja menulis corona+ guna untuk mengetahui sudah diberikan treatment oleh alat tersebut. yang beberapa minggu setelahnya tersiar kabar tentang tersebarnya virus corona (convid-19) saat itu karena masalah pribadi yang tak menentu. saya keluar dari perusahaan tersebut sampai pandemi sekarang ini berlangsung.

Berikut pendapat saya tentang wabah convid-19 ini melalui pengalaman teknis dan dari segi realigi.

* Soal virus ini. saya memiliki keyakinan sebagai mana firman tuhan di awal tadi. tidak ada sehelai daunpun di bumi jatuh melainkan dapat izin atau sudah di ketahui oleh allah tuhan semesta alam.

* Apakah virus ini hanya konspirasi global? dengan ada banyaknya korban meningal bisa di bilang cukup misterius kerena bisa jadi mereka memang di wafatkan tuhan. hanya saja tesis berkembang isu convid-19, jika virus ini terbukti nyata seorang yang sedikit religius pun pasti akan berpendapat jodoh, rejeki, dan maut ada di tangan tuhan, benar bukan?

* Kapan akhir dan durasi lama pandemi? banyak isu di masyarakat berkembang 2 sampai 5 tahun kedepan. tapi jika saya dijadikan pedoman ODP, saat itu saya mulai memakai masker dan dirumah saja. sepanjang tahun 2017 sampai akhir tahun 2019.

* Soal convid 19 memiliki gejala seperti yang berdar di media saat ini, dari pendapat dan pegalaman pribadi saya saya memang mengalami sakit dada dan mulai mengkonsumsi rempah-rempah dan tak pernah periksa ke dokter namun jika dari sudut pandang realigi saya memang mempercayai kisah "adam and eve" bisa jadi saya yang masih sehat, sakit asmara aku..

...

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x