Mohon tunggu...
Pricilya
Pricilya Mohon Tunggu... Beyond Imagination

Penulis aktif sebagai mahasiswa. Kegiatan lain yang ditekuni penulis antara lain editor dan motivator.

Selanjutnya

Tutup

Filsafat

Suasana Muhasabah Akibat Wabah

29 Juni 2020   13:21 Diperbarui: 29 Juni 2020   14:00 13 0 0 Mohon Tunggu...

Kompasiana- Fenomena pandemi Covid 19 menjadi sebuah titik terendah beberapa bangsa di dunia dalam beberapa bulan terakhir. Pasalnya, pandemi yang mewabah mengakibatkan banyak sekali kerugian yang mengarah pada kegiatan perekonomian dan aktivitas rutin manusia. Indonesia, sebagai salah satu negara yang terdampak merasa khawatir akan penyebaran pandemi Covid 19 atau yang biasa disebut dengan Corona Virus. Namun kemunculan wabah tersebut merupakan suatu hal yang perlu dipelajari dan dipahami kembali oleh setiap umat manusia, bahwa setiap musibah akan ada hikmah tersembunyi.

Musibah merupakan suatu cobaan yang diujikan kepada mereka, agar dengannya manusia menjadi dekat dengan sang Pencipta dan bersyukur atas keadaan yang dialaminya saat ini. Hakikatnya, musibah akan datang pada suatu kaum yang melakukan beberapa kerusakan di bumi, agar mereka dapat mengambil pelajaran dari apa yang telah mereka perbuat. Namun di lain sisi, musibah dapat diartikan pada konotasi positif sebagai sebuah cobaan terhadap hambanya, apakah mereka sanggup menjalani ujian kehidupan tersebut atau tidak.

Muhasabah menjadi salah satu kunci umat Muslim khusunya dalam menghadapi musibah pandemi Covid 19. Arti dalam muhasabah sendiri adalah suatu aktivitas dalam mengintropeksi atau evaluasi akan kebaikan dan keburukan yang dilakukan seseorang dalam hidupnya, agar di masa yang akan datang ia tidak mengalami berbagai gejolak ataupun masalah yang serupa dalam hidup. Berbagai peristiwa buruk yang dialami seorang hamba, dianjurkan baginya untuk selalu bermuhasabah agar peristiwa tersebut tidak menimpanya kembali. Dalam suatu Hadits Shahih Riwayat Bukhari dan Muslim, dijelaskan, bahwa manusia harus selalu berusaha dalam menghadapi suatu musibah yang menimpa negerinya tersebut. Bunyi dari hadist tersebut adalah sebagaimana berikut:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطَّاعُونُ آيَةُ الرِّجْزِ ابْتَلَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهِ نَاسًا مِنْ عِبَادِهِ فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ فَلَا تَدْخُلُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَفِرُّوا مِنْهُ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tha’un (wabah penyakit menular) adalah suatu peringatan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk menguji hamba-hamba-Nya dari kalangan manusia. Maka apabila kamu mendengar penyakit itu berjangkit di suatu negeri, janganlah kamu masuk ke negeri itu. Dan apabila wabah itu berjangkit di negeri tempat kamu berada, jangan pula kamu lari daripadanya.” (HR Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid).

Inti dalam muhasabah seorang hamba yaitu merefleksikan diri dengan intropeksi diri, evaluasi setiap peristiwa yang terjadi dan memperbanyak istighfar atau doa terhadap Allah Swt. Hal tersebut merupakan suatu hal yang perlu untuk mendekatkan diri hambanya dengan sang Pencipta alam semesta. Kita harus yakin, bahwa musibah ini akan segera berakhir, dan setiap wabah akan ada suatu pelajaran hidup yang tersimpan. 

Wabah pandemi Covid 19 dapat diibaratkan sebagai suatu peringatan dan ujian dalam waktu yang sama terhadap seluruh umat manusia di berbagai belahan dunia. Makna dibalik wabah yang terjadi haruslah di muhasabahi oleh umat manusia, terutama oleh umat Islam. Demikian agar manusia selalu waspada dan hati hati dalam berbuat di kehidupan ini, yang kemudian menjadikan tatanan kehidupan yang aman, baik dan tenteram. 

(Pricilya)

VIDEO PILIHAN