Mohon tunggu...
Prayitno Ramelan
Prayitno Ramelan Mohon Tunggu... Tentara - Pengamat Intelijen, Mantan Anggota Kelompok Ahli BNPT

Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana, "Old Soldier Never Die, they just fade away".. Pada usia senja, terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran sbg Indy blogger. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan Kompas Grasindo menjadi buku. Website lainnya: www.ramalanintelijen.net

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Pray dalam Lingkar Sejarah Kompas Gramedia Group

10 September 2022   09:40 Diperbarui: 10 September 2022   09:43 307 10 3
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Prayitno Ramelan saat menjadi narasumber dalam program Kompas Malam di KOMPAS TV (Tangkapan layar pribadi)

Dalam rangka HUT ke-11 Kompas TV yang jatuh tanggal 9 September 2022, tergelitik menulis sebuah kaitan sejarah Pray dengan Kompas Gramedia Group. Berawal Pray bergabung sebagai penulis di Website Kompasiana.com, sebuah media warga (citizen media) pada Oktober 2008.

Kompasiana dengan Admin Pepih Nugraha, dilanjutkan Iskandar Jet dan Nurul Uyuy, berada di bawah kelompok Kompas Gramedia Group (KG Group), menampung beragam konten dari semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi.

Dari artikel-artikel Pray yang ditulis di Kompasiana, dicetak menjadi dua buku oleh Grasindo anak perusahaan KG Group (Intelijen Bertawaf serta Ancaman Virus Terorisme). Ada dua buku lain yang dicetak penerbit lain.

Setelah buku terbit, Pray diundang oleh beberapa stasiun TV menjadi narasumber (Pengamat Intelijen) dari Kompas TV, TV One, Metro TV, MNCTV, CNN Indonesia, RTV, JAK TV, Berita Satu, khususnya kasus-kasus terorisme dan keamanan nasional serta geopolitik.

KG Group kemudian mendirikan Kompas.com pada tahun 1995, dimana Kompas.com juga bagian dari Kompas Gramedia. Kompas.com merupakan salah satu situs berita terpopuler di Indonesia. Berbeda dari situs-situs berita berbahasa Indonesia lainnya, Kompas.com hanya mempunyai edisi daring.

Pada 9 September 2011, KG Media, anak usaha Kompas Gramedia mendirikan Kompas TV yaitu jaringan televisi swasta nasional di Indonesia yang berfokus pada konten berita. Pray pernah menjadi salah satu narsum Kompas TV dan istimewa pada 9 September 2012 (10 tahun lalu) pernah diundang menjadi narsum dengan anchor Ratna Dumilah. Masih teringat studio Kompas TV saat itu masih sederhana.

Pray mengenal baik Rosiana Silalahi, Pemred Kompas TV. Sebagai pewawancara yang disegani karena smart, berani dan tegas, Rosi juga bersahabat dengan anak Pray (Meniek), sama-sama pejabat di dua TV swasta. Rosi dan Pray sama-sama kelahiran Seloso Pon, hingga karakternya satu alur.

Pray juga beberapa kali pernah diwawancarai oleh Aiman yang kini menjadi salah satu anchor terbaik Kompas TV.

Nah, malam ini Pray nonton acara puncak Kompas TV dengan hiburan SLANK, dikemas dengan sangat menarik, ada sindiran- sindiran halus satir berkelas yang dikemas oleh team berita seperti munculnya istilah Drambo.

Rosi dan Aiman kita tahu berperan dan mampu membuka tembok misteri polisi tembak polisi, mengejar transparansi otopsi Brigadir J, kecurigaan terhadap statement Komnas HAM dan Kompolnas. Di sinilah Kompas TV membuktikan kebebasan pers dengan kata sakti kebanggaannya "Independen dan Terpercaya".

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan