Mohon tunggu...
Prayitno Ramelan
Prayitno Ramelan Mohon Tunggu... Tentara - Pengamat Intelijen, Mantan Anggota Kelompok Ahli BNPT

Pray, sejak 2002 menjadi purnawirawan, mulai Sept. 2008 menulis di Kompasiana, "Old Soldier Never Die, they just fade away".. Pada usia senja, terus menyumbangkan pemikiran yang sedikit diketahuinya Sumbangan ini kecil artinya dibandingkan mereka-mereka yang jauh lebih ahli. Yang penting, karya ini keluar dari hati yang bersih, jauh dari kekotoran sbg Indy blogger. Mencintai negara dengan segenap jiwa raga. Tulisannya "Intelijen Bertawaf" telah diterbitkan Kompas Grasindo menjadi buku. Website lainnya: www.ramalanintelijen.net

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Ini yang Menyebabkan Lansia Rentan terhadap Covid-19

20 Maret 2020   21:14 Diperbarui: 20 Maret 2020   21:27 209
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Lansia yang tengah menjalani karantina. (sumber: shutterstock via kompas.com)

Sejauh ini virus corona terlihat lebih sering menyebabkan infeksi berat dan kematian pada orang lanjut usia (lansia) dibandingkan orang dewasa atau anak-anak.

Bahkan di Italia karena keterbatasan fasilitas kesehatan dibanding yang terinfeksi, maka fasilitas diutamakan bagi mereka yang mempunyai harapan hidup lebih besar (lebih muda), jadi lansia terpaksa dikalahkan.

Sistem imun sebagai pelindung tubuh lansia tidak bekerja sekuat ketika masih muda. Inilah alasan mengapa orang lanjut usia (lansia) rentan terserang berbagai penyakit, termasuk COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona.

Selain itu, tidak sedikit lansia yang punya penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, asma, atau kanker. Hal ini bisa meningkatkan risiko atau bahaya infeksi virus Corona. Komplikasi yang timbul akibat COVID-19 juga akan lebih parah bila penderitanya sudah memiliki penyakit-penyakit tersebut.

Bukan hanya menyebabkan gangguan pada paru-paru, infeksi virus Corona juga bisa menurunkan fungsi organ-organ tubuh lainnya, sehingga kondisi penyakit kronis yang sudah dimiliki penderita akan semakin parah, bahkan sampai mengakibatkan kematian.

Kata Ahli AS tentang Covid-19 Puncak virus diperkirakan terjadi selama delapan minggu ke depan, setelah itu diperkirakan menurun.

Virus ini tampaknya terkonsentrasi di wilayah/negara antara 30-50 derajat lintang utara, yang berarti bahwa ini seperti flu biasa yang lebih suka cuaca dingin. Musim panas mendatang di belahan bumi utara akan membantu. Ini menunjukkan bahwa virus itu kemungkinan musiman.

Dari mereka yang terkena dampak 80% pada tahap awal, 15% tahap tengah dan 5% tahap kritis. Gejala tahap awal seperti flu biasa dan gejala tahap menengah seperti flu, pasien harus tinggal di rumah selama dua minggu, istirahat. Sebanyak 5% akan menjadi kritis terutama para lansia (lanjut usia).

Tingkat kematian rata-rata dari beberapa negara hingga 2%, terutama lansia dan immunocompromised; artinya hingga 3 juta orang.

Di AS, sekitar 3 juta orang meninggal sebagian besar karena usia tua dan penyakit, keduanya sangat berkorelasi (prosentase kecelakaan kecil). Akan ada tumpang tindih yang signifikan, jadi ini tidak berarti 3 juta kematian baru dari virus, itu berarti orang tua meninggal lebih cepat karena masalah pernapasan. Namun ini mungkin menekankan sistem kesehatan.

Ada perdebatan tentang cara mengatasi virus pra-vaksin. AS cenderung menuju karantina. Inggris cenderung membiarkannya menyebar sehingga penduduk dapat mengembangkan kekebalan alami.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun