Mohon tunggu...
Prawira Tama
Prawira Tama Mohon Tunggu... Pengepul kata-kata

Seseorang yang jatuh cinta dengan keindahan sastra; sedang menyusun buku solo puisi pertama.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Artikel Utama

Puisi: Kupu-kupu Bulan

10 September 2020   17:17 Diperbarui: 16 September 2020   14:29 145 30 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Puisi: Kupu-kupu Bulan
Ilustrasi Kupu-kupu | Photo by Ray Hennessy on Unsplash

Dia adalah Luna,
cahaya bulan yang menyibak tatapan.
Tuturnya semilir angin malam,
membikin bulu roma menari-nari. 

Suatu hari dia merangkai pinta
supaya sayap tumbuh di punggungnya;
menjadi satu dari bidadari kayangan,
untuk melengkapi kesempurnaannya. 

Lalu seseorang berjubah malaikat datang 
menyemai janji untuk kabulkan pinta; 
menjabar retorika penuh ilusi, 
membuat keteguhan lepas dari hati. 

Namun dia tak pernah mendapatkan sayapnya.
Di tubuhnya tertulis banyak luka.
Janji ditukar dengan robek selaput dara,
menganga hingga ke dada.

Di malam terakhir, dia mendatangi takdirnya;
meralat pinta yang pernah dirangkainya.
Dia tak lagi berharap jadi bidadari kayangan.
Dia hanya ingin menjadi kupu-kupu di Bulan.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x