Emanuel Pratomo
Emanuel Pratomo Meneropong

twitter: @prattemm88 mail: prattemm@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Keamanan Pilihan

Kini "Voyage to Indonesia" Seusai "Energy of Asia"

9 Oktober 2018   14:59 Diperbarui: 9 Oktober 2018   15:27 592 1 1
Kini "Voyage to Indonesia" Seusai "Energy of Asia"
MEST BAPETEN di Kawasan GWK Bali (Foto: BAPETEN)

"Energy of Asia" menjadi tema besar dari penyelenggaraan Asian Games (AG) 2018, yang telah usai dilangsungkan beberapa waktu lalu di Jakarta dan Palembang. Indonesia tak hanya diakui sukses dalam penyelenggaraannya, namun juga sukses dalam raihan prestasi yang melebihi dari penetapan target. 

Kesuksesan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang merupakan Major Public Event (MPE) ini, tak terlepas dari sinergitas pengamanan oleh berbagai lembaga pemangku kepentingan. Salah satu aspek keamanan yang mendapatkan perhatian adalah keamanan nuklir. Wow..

Ngomong-ngomong nuklir, tentu saja telah ada lembaga yang sangat berkompeten dalam penanganan masalah nuklir. Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) turut hadir dalam jajaran pengamanan #AG2018, dengan kesigapan tinggi dalam kesiapsiagaan menghadapi potensi ancaman keamanan yang terkait persenjataan nuklir. 

Mobile Expert Support Team (MEST) BAPETEN turun dengan melakukan pemetaan radioaktif lingkungan di venue pertandingan, baik ketika acara pembukaan #AG2018 hingga penutupan #AG2018. Dengan kekuatan personil dan peralatan yang terbatas, MEST BAPETEN sanggup menunaikan tugas pengamanan di Kawasan Jakabaring Palembang, GBK Senayan Jakarta, serta beberapa venue pertandingan lainnya di Jakarta dan sekitarnya. 


Seusai kegiatan #EnergyofAsia, kini BAPETEN turut hadir memberikan rasa aman dan nyaman bagi para peserta yang hadir dalam acara Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional & Bank Dunia (IMF-WB) 2018 yang berlangsung di Nusa Dua Bali pada 8-14 Oktober 2018. Pertemuan yang bertemakan "Voyage To Indonesia", akan dihadiri hingga 19.800 tamu undangan. Wow...

Ini akan menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia masih sanggup menanggulangi bencana, dan dapat menyelenggarakan Major Public Event (MPE) di tengah kondisi gempa bumi yang melanda beberapa wilayah di Indonesia. 

Kegiatan akbar IMF-WB 2018 ini, waktunya berlangsung bersamaan dengan penyelenggaraan Asian Para Games 2018 di Jakarta. Pasti banyak yang bertanya, apakah Asian Para Games 2018 termasuk dalam penanganan keamanan oleh BAPETEN dalam aspek keamanan nuklir? 

"Kegiatan pengamanan nuklir di Asian Para Games dilakukan oleh Detasemen KBR Korps Brimob Polri," ungkap Abdul Qohhar (Kepala Bagian Humas & Protokol BAPETEN), melalui pesan percakapan pada 8/10/2018 kemarin. 

Abdul Qohhar menjelaskan bahwa pihak penyelenggara INAPGOC (Indonesia Para Games Olympic Committe) tak mengajukan ke BAPETEN untuk bantuan mem-backup pengamanan. Dalam hal ini maka BAPETEN meminjamkan peralatan pendeteksi radiasi kepada Detasemen KBR (Kimia, Biologi, Radioaktif) Satuan Gegana Korps Brimob Kelapa Dua, untuk dapat dimanfaatkan dalam pengamanan Asian Para Games. 

Brimob Polri merupakan salah satu partner kerja BAPETEN yang tergabung dalam forum komunikasi bernama I-CoNSEP BAPETEN. Selain dengan institusi Polri, BAPETEN juga telah berkolaborasi dengan institusi keamanan lainnya seperti Badan Intelejen Negara (BIN), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) dan TNI Angkatan Darat yakni Kompi Zeni Nuklir, Biologi, Kimia (Nubika) Direktorat Zeni TNI-AD.


Anggota MEST BAPETEN sendiri telah mulai bekerja sesuai tugasnya sejak 5 Oktober, dengan pemetaan awal radioaktif lingkungan dilakukan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK). Kemudian pemetaan dilakukan ke beberapa lokasi penyelenggaraan seperti Istana Tampaksiring, Lagoon Resort, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali International Convention Centre (BICC), Westin Hotel.

Tim MEST BAPETEN yang diketuai oleh Zulkarnain (Kasubdit Keteknikan Direktorat Keteknikan & Kesiapsiagaan Nuklir BAPETEN), membawa perlengkapan deteksi radiasi yang sangat komplit. Mulai dari surveymeter PRD/polimaster, RID, hingga backpack detector. 

Kekuatan personil tim MEST BAPETEN yang sekitar 13 orang ini, dalam kegiatan operasionalnya turut didukung oleh anggota Detasemen KBR Gegana Brimob Polda Bali sebagai lembaga partner di daerah. Mereka akan bertugas hingga 15 Oktober mendatang. 

Dinukil dari Harian Kompas (08 Oktober 2018), perhelatan Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 akan menelan biaya Rp. 800 Milyar. Konon sih menurut estimasi akan ada aliran perputaran uang yang sangat besar.

Perkiraan antara Rp. 5,7 trilyun (menurut Bank Indonesia) hingga Rp. 5,9 trilyun (menurut Bappenas), yang akan berdampak langsung bagi perekonomian nasional khususnya di Bali. Sementara dengan ikon baru Bali yakni #GarudaWisnuKencana, ini merupakan sebagai salah satu sarana promosi di sektor pariwisata.

#VoyageToIndonesia. Semoga perekonomian Indonesia stabil di tengah kondisi ketidakpastian perekonomian dan keuangan global.