Mohon tunggu...
Prastiwo Anggoro
Prastiwo Anggoro Mohon Tunggu... SARJANA TEKNIK SIPIL

Seorang pemerhati lingkungan, budaya dan sumber daya manusia. Aktif di perkumpulan kepemudaan, Keinsinyuran, Lingkungan dan Pendidikan. Memberikan kontribusi melalui infiltrasi ke generasi muda dan berusaha menulis satu topik setiap minggu sekali.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Peta "Mbah Sesat" dan Kode "Payung" di Meja Makan

2 Januari 2019   20:51 Diperbarui: 2 Januari 2019   21:03 53 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Peta "Mbah Sesat" dan Kode "Payung" di Meja Makan
Visitor Card

Panas menerjang kota batam hari ini. Hari pertama bekerja di tahun 2019. Tugas dari kantor mengharuskan meeting dgn klien di singapura.

Tepat pukul 7 pagi waktu indonesia, berangkat dri pelabuhan batam center. Sesaat tiba di imigrasi singapura, antrian telah "mengular". Dalam hati berkata "orang indonesia kaya2, tahun baru telah berakhir, tetap masih mengunjungi singapura utk berlibur"

Singkat cerita, hampir satu jam berada di antrian imigrasi. Langsung menuju ke kantor klien. Disini cerita di mulai

Peta mbah "sesat"

Berbekal alamat yg ada, saya mencari petunjuk jalan di google map saat masih di pelabuhan batam center.

Peta yang ditunjukkan berupa tanda merah
Peta yang ditunjukkan berupa tanda merah

Selanjutnya untuk penghematan mobile data dan opsi roaming saya non aktifkan di HP. Berbekal peta MRT station, dari harbour front mrt saya memilih utk turun di MRT taiseng.

Berdasarkan petunjuk mbah google (photo diatas) antara lokasi yg dituju dan MRT tai seng cukup dekat. Dengan PEDE ny saya memilih utk turun di station MRT tersebut.

Setiba di MRT station, saya agak curiga karena lokasi yg di maksud tidak ketemu. Alamak .. gawat. Terpaksa saya menghidupkan roaming dan mobile data utk mengcheck kembali.

Ternyata petunjuk yg baru menunjukkan beda lokasi awal sekitar 2.5km . Dan saya harus berjalan kaki selama 25 menit ..

jarak yang baru sejauh 2.5 KM dari titik awal
jarak yang baru sejauh 2.5 KM dari titik awal
Kode payung

Sesampai di kantor klien tepat pukul 12 waktu singapore time. Dan saya memutuskan utk menunda pertemuan sehabis makan siang. Kali ini ada cerita seru lagi.

Beruntung di dekat kantor klient, ada kedai makan dgn hidangan yg variatif. Di karenakan kawasan perkantoran jam makan siang di penuhi oleh karyawan2 perkantoran .

Yang lucu di sini, ternyata bnyak meja makan yg telah di isi oleh payung maupun kartu nama . Sebagai penandah bahwa itu meja tsb telah di reserved dan para pemesannya tengah mengantri makan di stall2 yg ada di kedai kopi tsb.

kode payungi meja makan
kode payungi meja makan
Dari 2 kejadian di atas tsb, saya mendapat pelajaran :
1. Jgn terlalu percaya sama peta mbah google
2. Utk appointment meeting di luar negeri lebih baik di berikan waktu yg luang agar ada ruang bagi keterlambatan
3. Jgn menyerobot meja yg telah di beri tanda berupa payung, kartu nama, bahkan sebungkus tissue karena meja tsb telah di reserved.

Dari singapura. Utk indonesia yg lebih baik

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN