Mohon tunggu...
Prastiwo Anggoro
Prastiwo Anggoro Mohon Tunggu... SARJANA TEKNIK SIPIL

Seorang pemerhati lingkungan, budaya dan sumber daya manusia. Aktif di perkumpulan kepemudaan, Keinsinyuran, Lingkungan dan Pendidikan. Memberikan kontribusi melalui infiltrasi ke generasi muda dan berusaha menulis satu topik setiap minggu sekali.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Transformation of Engineering Education

1 Desember 2018   20:52 Diperbarui: 3 Desember 2018   13:53 355 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Transformation of Engineering Education
Asean Engineering Deans Summit

Masih Mengenai CAFEO 36 di singapura. Seperti yang di bahas di artikel saya sebelum nya (link baca disini), saya akan mengupas mengenai asean engineering deans summit yang berlangsung pada tanggal 13 november 2018 di Resort World Sentosa. Acara di buka oleh Ms. Indranee Rajah Sebagai Minister in Prime Minister's  Office, Second Minister For Finance dan Second Minister for Education.  

Dalam sambutan nya, beliau memberikan gambaran mengenai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industry, di antaranya kerjasama sekitar 1000 pekerja di dunia industry dengan politeknik untuk mempersiapkan industry 4.0. Selain itu, program training untuk para insinyur juga di galakkan, sehingga kolerasi antara teori dan praktek dapat di tingkatkan.

Di contohkan program dari salah satu universitas terkenal di singapura yaitu NTU (Nanyang Technological University) :

  1. Mahasiswa bisa belajar dalam lingkungan yang ter-integrasi dengan keilmuan yang di pelajari
  2. Mempelajari apa yang di terjadi dalam dunia industry sehingga keilmuan yang di dapat bersifat relevant dan innovative
  3. Become a engineer leader in their field

Selain itu, pemerintah singapura bekerja erat dengan IES (The institution of Engineering Singapore) untuk meng-generate "Industry Transformation MAP" sehingga menghasilkan skill (kemampuan) yang di butuhkan di masa depan, dengan slogan "Engineer is Bank of Changes"

Ms. Indranee Rajah menerima karangan bunga dari Panitia
Ms. Indranee Rajah menerima karangan bunga dari Panitia
Acara Selanjut nya, pemateri oleh Prof Pey Kin Leong menjabat Associate Provost, Education SUTD Academy & Digital learning dari Singapore University of Technology and Design (STUD). 

Beliau mengemukakan Digital Tranformation di dunia telah memasuki industri 4.0, industry yang mengadopsi "autonomy system" sebagai contoh intelligent system yang secara mandiri mampu mengelola data, manusia, pelayanan-pelayanan dan IOT (internet of things).

Oleh karena itu perkembangan tersebut akan memberikan dampak yang luas kepada industry, ekonomi dan komunikasi manusia dengan rincian sbb :

  1. Nature of work and job (nilai dasar dari bekerja dan pekerjaan) 
    • Pekerjaan akan di gantikan oleh robot masa depan dan mesin pintar yang menghasilkan sesuatu yang lebih cepat dari sebelum nya
    • Kebutuhan untuk mempelajari sesuatu yang baru berkali-kali sepanjang hidup (lifelong learning)
  2. Innovation Economy
    • Mata uang baru berupa informasi dan data
    • Bentuk baru dari kekayaan yaitu talenta yang kreatif dan menguasai berbagai disiplin ilmu
    • Bentuk kemampuan baru : AI, Data Analytics dan 3D printing
    • Bentuk produksi baru yaitu mass customization (vs mass production)
  3. Empowering the individual
    • Orang kebanyakan mempunyai akses terhadap digital networks untuk memperoleh pengetahuan/keilmuan, berkomunikasi dan melakukan bisnis

Pernyataan lanjutan, bagaimana universitas-universitas mempunyai kesiapan agar para lulusan dapat mempimpin di era transformasi digital tersebut ? Hal-hal apa yang harus di lakukan ? apakah sbb:

  • Intellectual footprint ?
  • Organizational structure?
  • Curricula and degrees?
  • Teaching approach ?
  • Research approach ?
  • Lifelong learning?
  • Use of digital technology ?
  • Etc?

Ada 5 key areas yang di lakukan di STUD yaitu :

1. Break Down Silos, Bring together  (Hilangkan mentalitas Silo, Kumpul bersama)

Dalam Ilmu management, Silo dapat di sebut mentalitas silo yaitu ketika sebuah tim atau departemen berbagi tugas umum tapi berdasarkan pada kekuasaan dan status dari kelompok mereka. Mereka cenderung untuk enggan berbagi resources atau berbagi ide dengan kelompok lain atau hanya mempersilahkan saran yang nantinya bisa mereka kembangkan sendiri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN