Mohon tunggu...
prastara dito
prastara dito Mohon Tunggu... Mahasiswa

-Jangan Takut bermimpi dan Raihlah Mimpimu- Blog Pribadi tempat mencurahkan pikiran dan Kata Kata

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

UMKM Muntuk Merambah Pasar Nasional

26 Februari 2021   23:00 Diperbarui: 26 Februari 2021   23:14 90 0 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
UMKM Muntuk Merambah Pasar Nasional
Gambar Kerajinan Bambu Dusun Muntuk Oleh KKN 35 Universitas PGRI Yogyakarta

Dusun Muntuk, kapanewon Dligo, Bantul, Yogyakarta memiliki potensi yang sangat besar apabila dikembangkan dengan baik. Dilihat dari sumber daya alam dan sumber daya manusianya, dusun Muntuk mampu bersaing menjadi dusun berdikari. Berbagai macam usaha telah berdiri di Dusun ini. Hal ini membuktikan bahwa potensi dusun ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Beberapa usaha yang telah berdiri diantaranya adalah usaha budidaya ikan lele, usaba perkebunan kelengkeng, usaha mebel kayu, usaha kerajinan bambu, dan produksi wedang uwuh.

Dilansir dari blog desawisatamuntuk.wordpress.com bahwa dusun muntuk merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian yang berbeda beda antar wilayahnya. Masyarakat Dusun Muntuk sebagian besar bermatapencaharian sebagai pengrajin bambu. Kerajinan ini memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Selain nilai budaya yang tinggi, nilai guna dari produk anyaman bambu yang dihasilkan juga tak kalah tinggi. Inovasi terus dilakukan masyarakat Muntuk agar nilai seni, budaya dan nilai guna produk semakin meningkat. Kualitas produk terus ditingkatkan, inovasi terus dikembangkan. Walaupun begitu, harga yang ditawarkan pengrajin bambu di Dusun Muntuk sangat bersaing. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp. 5.000 hingga puluhan ribu. Masyarakat Dusun Muntuk yang memproduksi kerajinan bambu ini mayoritas adalah ibu-ibu. Dengan memanfaatkan potensi ketelitian dan ketelatenan yang dimiliki oleh ibu-ibu, dusun Muntuk mampu bersaing dengan pengrajin bambu di wilayah lainnya. Kerajinan yang kini semakin inovatif kabarnya merambah pasar nasional hingga internasional. Hal ini merupakan sebuah capaian luar biasa bagi warga dusun Muntuk. Sangat disayang kan apabila prestasi ini tidak mampu dipertahankan.

Selain kerajinan bambu, ada satu usaha lain yang menorehkan prestasi merambah pasar nasional. Usaha tersebut dipelopori oleh Paguyuban Kewanitaan Dusun Muntuk yaitu P2W-KSS. Usaha yang digeluti para wanita yang tergabung dalam P2W-KSS dusun Muntuk ini sudah dimulai sejak tahun 2018. Walaupun media promosi yang digunakan masih terbatas promosi getok tular dan melalui media sosial, namun dapat mencapai pasar nasional. P2W-KSS memiliki jumlah Anggota sebanyak 37 orang. Setiap anggota memiliki potensi dan perannya masing-masing. Para wanita tangguh ini mampu memproduksi wedang uwuh untuk banyak tempat wisata khususnya di kapanewon Dlingo. Namun sayang, semenjak pandemi penurunan produksi sangat signifikan. Pada Februari 2021, Dusun Muntuk disambangi oleh KKN dari Universitas PGRI Yogyakarta, para mahasiswa datang melakukan wawancara untuk melihat kendala UMKM di masa pandemi. Hal ini membuka kesempatan pada P2W-KSS untuk menyampaikan kendala agar dicarikan solusi. Mahasiswa KKN Universitas PGRI Yogyakarta menawarkan metode penjualan dan promosi online dengan media instagram. Mereka membuatkan konten menarik sebagai bahan promosi produk di sosial media. Mereka Menjalin kerja sama dengan karang taruna setempat untuk membuat akun promosi untuk produk-produk UMKM di Dusun Muntuk. Akun tersebut diberi nama UMKM MUNTUK KITA @umkmuntukita. Hal ini disambut dengan baik oleh warga, UMKM yang telah bergabung diantaranya UMKM milik Saudari Riani Widya yaitu UMKM kerajinan bambu, UMKM milik saudara Setiawan Prihandoko yaitu UMKM Mebel Kayu dan P2W-KSS yaitu UMKM Wedang Uwuh. Lambat laun , apabila akun terus dikelola dengan baik, akan menghasilkan luaran yang sangat bermanfaat bagi UMKM utamanya dalam menghadapi masa-masa seperti sekarang ini. Hal ini dilakukan dengan harapan masyarakat mampu mempertahankan predikat merambah pasar nasional dan diharapkan terus meningkat sehingga mampu merambah pasar international.Merambah Pasar Nasional

Dusun Muntuk, kapanewon Dligo, Bantul, Yogyakarta memiliki potensi yang sangat besar apabila dikembangkan dengan baik. Dilihat dari sumber daya alam dan sumber daya manusianya, dusun Muntuk mampu bersaing menjadi dusun berdikari. Berbagai macam usaha telah berdiri di Dusun ini. Hal ini membuktikan bahwa potensi dusun ini tidak dapat dipandang sebelah mata. Beberapa usaha yang telah berdiri diantaranya adalah usaha budidaya ikan lele, usaba perkebunan kelengkeng, usaha mebel kayu, usaha kerajinan bambu, dan produksi wedang uwuh.

Dilansir dari blog desawisatamuntuk.wordpress.com bahwa dusun muntuk merupakan daerah perbukitan dengan ketinggian yang berbeda beda antar wilayahnya. Masyarakat Dusun Muntuk sebagian besar bermatapencaharian sebagai pengrajin bambu. Kerajinan ini memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi. Selain nilai budaya yang tinggi, nilai guna dari produk anyaman bambu yang dihasilkan juga tak kalah tinggi. Inovasi terus dilakukan masyarakat Muntuk agar nilai seni, budaya dan nilai guna produk semakin meningkat. Kualitas produk terus ditingkatkan, inovasi terus dikembangkan. Walaupun begitu, harga yang ditawarkan pengrajin bambu di Dusun Muntuk sangat bersaing. Harga yang ditawarkan mulai dari 5.000 hingga puluhan. Dusun Muntuk yang memproduksi kerajinan bambu ini mayoritas adalah ibu-ibu. Dengan memanfaatkan potensi ketelitian dan ketelatenan yang dimiliki oleh ibu-ibu, dusun Muntuk mampu bersaing dengan pengrajin bambu di wilayah lainnya. Kerajinan yang kini semakin inovatif kabarnya merambah pasar nasional hingga internasional. Hal ini merupakan sebuah capaian luar biasa bagi warga dusun Muntuk. Sangat disayang kan apabila prestasi ini tidak mampu dipertahankan.

Selain kerajinan bambu, ada satu usaha lain yang menorehkan prestasi merambah pasar nasional. Usaha tersebut dipelopori oleh Paguyuban Kewanitaan Dusun Muntuk yaitu P2W-KSS. Usaha yang digeluti para wanita yang tergabung dalam P2W-KSS dusun Muntuk ini sudah dimulai sejak tahun 2018. Walaupun media promosi yang digunakan masih terbatas promosi getok tular dan melalui media sosial, namun dapat mencapai pasar nasional. P2W-KSS memiliki jumlah Anggota sebanyak 37 orang. Setiap anggota memiliki potensi dan perannya masing-masing. Para wanita tangguh ini mampu memproduksi wedang uwuh untuk banyak tempat wisata khususnya di kapanewon Dlingo. Namun sayang, semenjak pandemi penurunan produksi sangat signifikan. Pada Februari 2021, Dusun Muntuk disambangi oleh KKN dari Universitas PGRI Yogyakarta, para mahasiswa datang melakukan wawancara untuk melihat kendala UMKM di masa pandemi. Hal ini membuka kesempatan pada P2W-KSS untuk menyampaikan kendala agar dicarikan solusi. Mahasiswa KKN Universitas PGRI Yogyakarta menawarkan metode penjualan dan promosi online dengan media instagram. Mereka membuatkan konten menarik sebagai bahan promosi produk di sosial media. Mereka Menjalin kerja sama dengan karang taruna setempat untuk membuat akun promosi untuk produk-produk UMKM di Dusun Muntuk. Akun tersebut diberi nama UMKM MUNTUK KITA @umkmuntukita. Hal ini disambut dengan baik oleh warga, UMKM yang telah bergabung diantaranya UMKM milik Saudari Riani Widya yaitu UMKM kerajinan bambu, UMKM milik saudara Setiawan Prihandoko yaitu UMKM Mebel Kayu dan P2W-KSS yaitu UMKM Wedang Uwuh. Lambat laun , apabila akun terus dikelola dengan baik, akan menghasilkan luaran yang sangat bermanfaat bagi UMKM utamanya dalam menghadapi masa-masa seperti sekarang ini. Hal ini dilakukan dengan harapan masyarakat mampu mempertahankan predikat merambah pasar nasional dan diharapkan terus meningkat sehingga mampu merambah pasar international.

UMKM KERAJINAN BAMBU

Kerajinan Bambu merupakan salah satu potensi di Dusun Muntuk, Muntuk, Kapanewon Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Kerajinan ini berawal dari banyaknya bahan baku yang tersedia di wilayah Dusun Muntuk, hal ini tidak disia-siakan oleh sebagian besar masyarakat disana pada zaman dahulu hingga menciptakan kerajinan tangan dengan bahan baku bambu. Bambu yang digunakan merupakan bahan asli yang mudah didapatkan di Dusun Muntuk ini, sangat melimpah bahkan sampai saat ini. Sebagian besar masyarakat Dusun Muntuk khususnya para ibu rumah tangga yang tidak mempunyai pekerjaan lain menggantungkan perekonomian mereka dengan membuat kerajinan bambu ini.

Gambar Proses Pembuatan Kerajinan Bambu Oleh KKN UPY Angkatan 35
Gambar Proses Pembuatan Kerajinan Bambu Oleh KKN UPY Angkatan 35
Ketika di lakukan wawancara oleh salah satu anggota KKN UPY Angkatan 35, sebagian besar dari mereka mempunyai keterampilan membuat kerajinan bambu dari sistem turun temurun. Mulai dari orang tua mereka pada zaman dulu yang telah lebih dulu menemukan kerajinan ini, sehingga untuk saat ini mereka mencoba melestarikan, mengembangkan, bahkan hingga membuat usaha besar disektor kerajinan bambu ini untuk menunjang perekonomian mereka.

Hal ini diterima dengan baik oleh Pemerintah Desa Muntuk hingga ke Pemerintah Kabupaten Bantul, bahwa telah diakuinya kerajinan bambu ini dari Dusun Muntuk, Muntuk, Kapanewon Dlingo. Ini merupakan hal baik bagi kerajinan bambu di Dusun Muntuk ini khususnya, karena produk yang mereka hasilkan bagus dan tahan lama meskipun di kerjakan dengan sistem tradisional. Peluang ini dimanfaatkan oleh beberapa pengusaha yang menampung kerajinan bambu mereka untuk dipasarkan secara lebuh luas. Sehingga untuk area pemasaran mereka sudah merambah ke pasar nasional, seperti pengiriman ke luar kota. Harga yang mereka tawarkan juga tergolong cukup mampu bersaing dengan pelaku usaha lain di sektor kerajinan bambu, berada diharga sekitar Rp. 5.000 sampai puluhan ribu.

KKN UPY Angkatan 35 menggagas mengenai pemasaran produk kerajinan bambu selain dipasarkan secara offiline melalui pasar-pasar tradisional, dari orang ke orang lain, kerajinan bambu, namun juga dapat dipasarkan secara online melalui e-commerce sehingga mampu mencapai pasar yang lebih luas, bahkan sampai ke pasar global sebagai potensi asli dari Indonesia.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x