Mohon tunggu...
Pramono Dwi  Susetyo
Pramono Dwi Susetyo Mohon Tunggu... Pensiunan Rimbawan

Menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Travel Pilihan

Wahana Istana Panda Taman Safari Indonesia

21 November 2020   14:44 Diperbarui: 21 November 2020   14:50 21 3 0 Mohon Tunggu...

WAHANA ISTANA PANDA

TAMAN SAFARI INDONESIA

Sebagai kakek dari seorang cucu perempuan semata wayang yang berusia menjelang 6 tahun, saya tidak menolak untuk diajak berkunjung ke Taman Safari Indonesia di Cisarua Bogor. Anggap saja, sebagai refreshing sekaligus melihat wahana yang konon masih relatif baru diarea wisata taman safari tersebut. Lagian hari kunjungan tidak bertepatan dengan hari libur akhir minggu, karena dipilih pada hari kerja, Jumat yang diperkiraan jalannya tidak macet. 

Sebagai mantan rimbawan yang masih peduli konservasi,- setelah naik bus sekitar 30 menit dari pihak pengelola- saya agak kaget dan bertanya-tanya adanya bangunan tiga lantai yang cukup megah diketinggian sekitar 1000 dpl hanya untuk memfasilitasi sepasang panda dari negeri tirai bambu. 

Lokasi bangunan tersebut berhadap-hadapan dengan gugusan gunung Gede Pangrangro yang notabene adalah kawasan taman nasional (TN). Rasa penasaran, membuat saya menggali info lebih jauh tentang Taman Safari Indonesia (TSI) dan irisannya dengan kawasan TN Gn Gede Pangrango.

Taman safari adalah salah satu dari beberapa bentuk lembaga konservasi ex-situ yang berfungsi untuk pengembangbiakan dan atau penyelamatan tumbuhan dan atau satwa dengan tetap menjaga kemurnian jenis guna menjamin kelestarian keberadaan dan pemanfaatannya. Keberadaan taman safari dilindungi oleh peraturan menteri kehutanan no. P.55/2006 yang kemudian diperbaharui no. P.31/2012 tentang lembaga konservasi. 

Taman safari diartikan sebagai tempat pemeliharaan satwa sekurang-kurangnya 3 (tiga) kelas taksa pada areal terbuka dengan luasan sekurang-kurangnya 50 (lima puluh) hektar, yang bisa dikunjungi dengan menggunakan kendaraan roda empat (mobil) pribadi dan/atau kendaraan roda empat (mobil) yang disediakan pengelola yang aman dari jangkauan satwa.

TSI berdiri sejak tahun 1980 dengan luas awal 50 ha, dan diresmikan sebagai Pusat Penangkaran Satwa Langka di Indonesia oleh Hasyrul Harahap, Menteri Kehutanan pada masa itu, pada tanggal 16 Maret 1990. Kini, luas TSI telah berkembang menjadi 168 hektare dan dilengkapi dengan berbagai sarana edukasi dan rekreasi serta mengadakan safari malam pada saat akhir pekan dan libur panjang. 

Taman Safari Indonesia juga membuka tempat wisata di daerah lain yaitu Taman Safari Indonesia 2 terletak di lereng Gunung Arjuno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, serta Taman Safari Indonesia 3 di Desa Serongga, Kecamatan Gianyar, Kabupaten Gianyar, Bali dan Batang Dolphins Center di Pantai Sigandu, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. 

Namun TSI 1 yang berada dikecamatan Cisarua kabupaten Bogor, merupakan TSI yang unik dibanding dengan TSI yang lain. Dengan posisinya yang dekat ibukota dan terletak pada kawasan wisata Puncak Bogor, menjadi magnit yang sangat menarik bagi warga ibukota khususnya dan masyarakat provinsi Jabar pada umumnya.

Dari peta interaktif TN Gn Gede Pangrango, TSI terletak diluar dan berbatasan dengan kawasan taman nasional. Sebagai bagian dari kawasan penyangga taman nasional, pengelola TSI wajib ikut menjaga taman nasional yang juga berfungsi sebagai kawasan lindung yang melindungi wilayah dibawahnya yaitu Bogor, Depok dan Jakarta. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN