Analisis

Survei Politik Jurus Pemikat Calon Pemilih

15 Mei 2018   19:46 Diperbarui: 15 Mei 2018   20:47 90 0 0
Survei Politik Jurus Pemikat Calon Pemilih
Sumber: lamda-ksi.com

Suhu Pilkada di Ciamis, Jawa Barat semakin dinamis. Semua berusaha merebut simpati masyarakat untuk memilih kandidat jagoanya. 

Pilkada Ciamis yang diikuti dua kontestan yakni petahana Bupati dan Wakil Bupati Ciamis, Iing Syam Arifien-Oih Burhanudin dan Penantang Calon Bupati dan Wakil Bupati, Herdiat-Yana D Putra semakin menguat setelah publik kembali diramaikan dengan munculnya hasil riset salah satu lembaga survei. 

Seperti yang dirilis berbagai media massa, Lembaga survei LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA merilis elektabilitas pasangan calon bupati-wakil bupati di perhelatan Pilkada Ciamis 2018. 

Hasilnya, pasangan calon Herdiat- Yana D Putra unggul dengan elektabilitas sebesar 52,3 %. Sementara pasangan calon Iing Syam Arifien-Oih Burhanudin memiliki elektabilitas sebesar 35,7 %

Sedangkan 12 % responden menyatakan rahasia, belum menentukan pilihan, tidak jawab dan tidak tahu.

Survei ini digelar pada tanggal 3 sampai 7 Mei 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling dan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. 

Responden dalam survei ini sebanyak 440 orang. Sementara margin of error survei ini sebesar 4,8 %. (Harapanrakyat.com, akses 13 Mei 2018) 

Memang dengan menggunakan hitungan statistik dalam perhelatan politik praktis sedang habit dan ngetrend, karena dianggap mampu menggiring opini publik. Padahal bila dianalisis dari sisi penarikan sample data disana ada populasi yang memiliki karakter sama dan cara pengambilanya pun secara acak atau random sampling.

Tentu riset dengan menggunakan metode analisis kuantitatif bisa dipertanggungjawabkan dari sudut pandang kaidah keilmuan statistik terapan. Kelebihan riset statistik ini, peneliti mampu mengetahui kelemahan penelitianya maka populasi yang akan diteliti pun dipilih, maka itulah akan ada muncul populasi homogen yang sesuai dengan karakteristik sesuai data yang diperlukan dan menghasilkan generalasi objek dari penelitian tersebut. 

Dalam hitungan politik jangan hanya berhenti di analisis kuantitatif saja, tetap analisis kualitatif dengan pengambilan dan penelusuran untuk memperoleh data lebih mendalam pada objek peneliti akan ditentukan. 

Dengan cara penggabungan antara observasi, wawancara, dokumentasi (Trianggulasi) hasilnya pun akan menghasilkan sebuah deskriptif teori sosial untuk mengungkap masalah dan solusi masalah (problem solving) apa yang terjadi dan kebutuhan masyarakat. 

Kedua metode penelitian Kuantitaf dan Kualitatif ini hanya dibedakan dari cara pengambilan data, yakni angka dan narasi deskriptif tentu berdasarkan fakta yang didapatkan.

Oleh karena itu, calon pemilih harus lebih memahami jurus jitu para kontestan yang bersaing di panggung politik. Dengan menggunakan dua analisis Kualitatif dan serta pengujian analisis kuantitatif apakah hasil informasi data sudah sesuai kondisi sebenarnya. 

Mari menjadi pelopor dan saksi kedewasaan dalam berdemokrasi untuk mencapai hakikat hidup yang sesungguhnya.