Mohon tunggu...
Prajna Dewi
Prajna Dewi Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru yang terus berjuang untuk menjadi pendidik

Humaniora, parenting, edukasi.

Selanjutnya

Tutup

Parenting Artikel Utama

Mengapa dan Harus Bagaimana Ketika Anak Suka Memegang Alat Kelaminnya Sendiri?

28 September 2022   14:15 Diperbarui: 29 September 2022   02:36 1748 97 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi orangtua beri penjelasan terkait alat kelamin pada anak. Sumber: Shutterstock via Kompas.com

“Aduhh, bingung ini, kemenakanku sering megang alat kelaminnya akhir-akhir ini, dan ketika ditanyakan ke dokter, dokter malah suruh cek apa ada kemungkinan orang yang melakukan pelecehan seksual kepadanya, serem jadinya” keluh temanku.

Anak balita sering memegang alat kelaminnya sendiri, apakah normal? Atau benar kata si dokter, ini pertanda ia mengalami pelecehan seksual yang tidak disadari oleh kita? Sebelum bertambah bingung, baiklah kita lanjutkan dulu pembahasannya.

Teori perkembangan seksualitas Sigmund Freud

Seorang ahli perilaku dan psikoanalisis, Sigmund Freud mengatakan bahwa tahapan perkembangan kepribadian manusia, termasuk mental terkait seksualitas/psikoseksual terbagi lima tahap.

1. Tahap Oral (Usia 0 – 18 bulan)

Sejak bayi lahir, benda menyenangkan pertama yang ia kenali adalah buah dada ibunya ataupun botol susu. Rasa puas ia dapatkan dari mulut yang menghisap atau menggigit.

2. Tahap Anal (18 bulan – 3 tahun)

Pada tahap ini rasa menyenangkan dirasakan anak berasal dari anus dan area genital. Anak mulai memahami bahwa ada rasa nikmat akibat tekanan pada anus maupun genital, antara lain ketika menahan kencing.

3. Tahap Phallic (3 tahun – 5,6,7 tahun)

Mulai memperhatikan alat kelaminnya, dan tertarik pada rasa yang timbul ketika menyentuh alat kelaminnya.

4. Tahap Latent (5,6,7 tahun – 12 tahun)

Disebut juga sebagai tahap tenang, dimana anak mempunyai banyak aktivitas mulai dari belajar, bermain dan berolah raga. Sehingga libidonya terkendali, energi seksualnya tersalur ke berbagai kegiatan.

5. Tahap Genital (12 tahun ke atas)

Seiring dengan masuknya masa pubertas, dorongan seksual kembali muncul. Perubahan hormon dan bentuk tubuh membuat anak mempunyai daya tarik secara seksual terhadap lawan jenis.

Nah, berdasarkan perkembangan sesksualitas di atas, maka tidak heran jika anak, terutama anak laki-laki  mulai sering menyentuh alat kelaminnya ketika memasuki usia dua hingga lima atau enam tahun.

Apa saja yang membuat anak (terutama anak laki-laki) menyentuh alat kelaminnya?

1. Rasa ingin tahu

Semua anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, bukan hanya pada lingkungan dan benda sekitar, namun juga pada dirinya sendiri.

Saat ia melakukan eksplorasi terhadap dirinya sendiri, dan tanpa sengaja menyentuh alat kelaminnya, ia mendapatkan sensasi rasa nikmat yang ia inginkan lagi dan lagi. Terlebih ketika ia memasuki masa anal dan phallic.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Parenting Selengkapnya
Lihat Parenting Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan