Mohon tunggu...
Prabu Ayesa Hendarwan
Prabu Ayesa Hendarwan Mohon Tunggu... Mahasiswa Hubungan Internasional

Fakir ilmu

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Kebijakan Ekspor Impor Indonesia di Tengah Wabah Covid-19 dan Efeknya terhadap Pembangunan Ekonomi

31 Maret 2020   02:33 Diperbarui: 31 Maret 2020   03:05 10974 0 0 Mohon Tunggu...

Karakteristik Negara berkembang menurut Michael p Todaro ada 6 yaitu salah satunya adalah ketergantungan yang sangat terhadap produksi pertanian dan produk-produk pokok ekspor

Melihat dari permasalahan pandemik yang sedang terjadi di dunia saat ini dan dikaitkan dengan salah satu yang disebutkan oleh Michael P Todaro tentang karakteristik Negara berkembang, artinya ini akan menjadi persoalan besar khusus nya bagi Negara berkembang yang terkena dampak dari COVID-19 dan bagaimana kebijakan pemerintah khusus nya di Indonesia dalam menangani hal ini.

Tahun 2020 menjadi tahun yang cukup sulit, tak hanya bagi Indonesia tetapi juga untuk negara-negara lain di dunia. Bagaimana tidak, harapan adanya perbaikan ekonomi di tahun ini pasca kesepakatan perdagangan fase satu antara Amerika Serikat (AS) dengan China yang menghentikan sementara perang dagang antara kedua negara seolah tenggelam dan muncul berbagai ketidakpastian baru akibat munculnya wabah virus corona atau yang dikenal dengan coronavirus disease 2019 (Covid-19). 

Lebih jauh lagi ini berdampak sangat buruk bagi perekonomian dunia khsus nya negara-negara berkembang. Kinerja perekonomian Indonesia jelas akan ikut terdampak. 

Pertumbuhan ekonomi dan kinerja perdagangan nasional diprediksi turut melemah sebagai dampak melorotnya pertumbuhan ekonomi dan perdagangan global.

Virus yang berasal dari China dan menyebar luas ke berbagai negara ini berhasil memporak-porandakan ekonomi dunia dan memicu munculnya krisis baru, termasuk di Indonesia. Salah satu yang paling nyata, nilai tukar dolar terhadap rupiah kian tergelincir ke level Rp16 ribu. 

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memandang, Pemerintah Indonesia harus mengambil langkah darurat untuk menyelamatkan ekonomi negara dari ancaman resesi dengan tetap menjaga keseimbangan devisa. Salah satu kebijakan ekonomi pemerintah yang bisa ditempuh dengan melakukan relaksasi di sektor Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), khususnya komoditi nikel. 

Artinya pemberlakuan ekspor ini bukan semata-mata hanya ingin mengambil keuntungan, tetapi untuk menyelamatkan Indonesia dari dampak Pandemic COVID-19 yang jika tidak diatasi secara cepat maka akan berdampak besar dan multi efek bagi Indonesia sendiri.

Ketergantungan yang Sangat Terhadap Produksi Pertanian dan Produk-Produk Pokok Ekspor. Sebagai Negara berkembang Indonesia pastinya begitu bergantung terhadap Ekspor dan Impor, Saat saat seperti ini yaitu merebak nya masalah pandemik COVID-19 ini tentu saja mempengaruhi produk-produk ekspor di Indonesia khusus nya pada Produk-produk pokok yang akan di ekspor karena Indonesia adalah salah satu Negara yang terinfeksi wabah COVID-19. 

Seperti yang kita ketahui Pemerintah Indonesia sendiri juga memberlakukan system Physhical distancing yang mana itu menghambat produksi yang ada di Indonesia dan juga akan berdampak pada pendapatan perusahaan-perusahaan yang ada. Maka dari itu dampak dari COVID-19 ini akan menjadi wabah yang tidak hanya menyerang Indonesia dibidang kesehatan saja, tetapi juga akan memperlambat laju pembangunan perekonomian Indonesia.

Kejadian COVID-19 ini memang bukan hanya membunuh masyarakat Indonesia melalui kesehatan saja, tetapi lebih jauh akan mematikan perekonomian Indonesia karena kebijakan dan aturan yang ada mengharuskan masyarakat di Indonesia untuk Work From Home yang mana itu sangat menyulitkan para pekerja ataupun perusahaan yang memproduksi ataupun mendapatkan penghasilan dengan cara bersentuhan langsung, Ekspor dari Indonesia pun mulai melambat, pendapatan Negara pun mulai melemah dan akhirnya terjadi lah seperti sekarang ini Rupiah pun jatuh. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN