Mohon tunggu...
Atika Prabandari
Atika Prabandari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta

cita-citaku ngobrol sama nicholas saputra

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Keragaman Perspektif Sosiologi: Buah Pikiran Anthony Giddens

8 November 2022   17:57 Diperbarui: 8 November 2022   18:02 191
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gb. 1, Anthony Giddens, disadur dari laman www.timeshighereducation.com

Anthony Giddens adalah seorang Sosiolog asal Inggris yang terkenal dengan teori stukturasi dan pandangan mengenai masyarakat modern. Sosok yang juga dikenal sebagai penasihat Tony Blair ini lahir di kota London Utara, pada 18 Januari 1938. 

Giddens mengambil studi S1 yang fokus pada Psikologi dan Sosiologi di Universitas of Hull di tahun 1959, dilanjut dengan studi di London School of Economics untuk gelar Magisternya dan Kings London College untuk gelar Doktoralnya. 

Pada 1961, Giddens diangkat menjadi dosen di Universitas Leichester, sebelum akhirnya berpindah menjadi dosen Sosiologi di Universitas Cambrige, yang kemudian juga diangkat sebagai Dewan Kehormatan di Kings London College. 

Pencapaian-pencapaian Giddens tersebut tidak terlepas dari karya pertamanya yang empiris dan berfokus pada isu bunuh diri. 

Selama hampir empat dekade, terhitung dari 1971 hingga 2009, Giddens telah menerbitkan 34 karya yang tidak terlepas dari kritiknya terhadap Sosiolog-Sosiolog pendahulu dan keadaan masyarakat di era modern ini.

Gb. 2, ilustrasi keruntuhan Uni Soviet sebagai bentuk nyata usangnya orientasi Marxis, disadur dari laman History.com
Gb. 2, ilustrasi keruntuhan Uni Soviet sebagai bentuk nyata usangnya orientasi Marxis, disadur dari laman History.com

Salah satu Sosiolog yang ditentang oleh Giddens adalah Karl Marx. Baginya, Marx telah keliru memandang perubahan masyarakat kapitalis ke masyarakat sosialis yang dikatakan bahwa perubahan tersebut akan membawa perubahan mendasar hingga pada struktur sosial masyarakat, dengan begitu terciptalah keadilan bagi para buruh. 

Padahal, menurut Giddens masyarakat sosialis pun tetap akan mengungkung buruh di bawah kendali teknorat dan partai. Bersamaan dengan pernyataan ini, Giddens juga memberi gambaran empiris bahwa pemikiran Marx telah usang di awal abad ke-20 melalui keruntuhan Uni Soviet sebagai negara yang menerapkan sistem sosialis dan membandingkannya dengan Jerman dan Jepang sebagai negara kapitalis yang masih bertahan, bahkan semakin maju. 

Di mata Giddens, pandangan Marx yang memandang sejarah masyarakat secara general juga keliru, sebab baginya memperiodesasi masyarakat secara umum adalah hal yang nirlogi. 

Selain itu, pandangan Marx dan Teori Kelas yang terlalu fokus pada determinis ekonomi juga dianggap tidak mampu untuk menjelaskan beragam fenomena politik, juga dominasi-dominasi lain seperti dominasi rasial dan eksploitasi seksual.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun