Mohon tunggu...
Posma Siahaan
Posma Siahaan Mohon Tunggu... Science and art

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan. Novel onlineku ada di https://posmasiahaan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Hebohnya Kompal Dua Hari "Sanjo" Lebaran, dari Tersesat di Lorong Surga Sampai Berakhir ke Jalan Mandi Api

8 Juni 2019   12:03 Diperbarui: 8 Juni 2019   12:11 288 23 9 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hebohnya Kompal Dua Hari "Sanjo" Lebaran,  dari Tersesat di Lorong Surga Sampai Berakhir ke Jalan Mandi Api
Di rumah bu Sumarni (dok. pri.)

"Sanjo" adalah istilah di Palembang untuk berkeliling silahturahmi ke handaitaulan selama hari raya Iedul Fitri.  kompasianer Palembang (KOMPAL)-pun punya agenda setengah resmi untuk menjalaninya. 

Pertanyaan terpenting di "WA Grup" adalah: siapakah yang "open house" ? Ini penting,  karena terkadang banyak yang mudik ke kampungnya di luar Palembang atau tetap di Palembang  namun tidak masak-masak siap menerima tamu di  lebaran kedua atau ketiga,  lebaran hari pertama biasanya dikhususkan untuk keluarga masing -masing. 

Rumah pak Agus, bu Tika, Dari (dok. Pro.)
Rumah pak Agus, bu Tika, Dari (dok. Pro.)

Di hari kedua bulan Syawal,  Pringadi yang mudik, kerjanya di Jakarta, mempersilahkan mampir,  kami berkumpul di rumah pak Agus,  bikcik Tika dan anak semata wayangnya Davi, kelas 4 SD yang sudah kompasianer termuda di KOMPAL. 

Ditambah ko Dedy Huang kami ke rumah Pri yang 15 kilometer jauhnya dari rumah pak Agus dan sempat nyasar masuk ke lorong Surga yang sekitar 50 meter dari "TKP". 

Dok. Pri.
Dok. Pri.

Di rumah Pringadi ada penganan menarik tape ketan putih yang dibuat sendiri oleh ibundanya Pri. 

Rumah ayah Pri (dok. Pri.)
Rumah ayah Pri (dok. Pri.)

Untungnya,  selama liburan lebaran, truk dan bus besar dilarang melintas terminal Alang-alang Lebar di Palembang,  sehingga perjalanan ke rumah Pringadi di kilometer 19 jalan raya Palembang-Jambi yang bisa 2 jam kalau macet menjadi hanya 20-an menit. 

Dokpri
Dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN