Posma Siahaan
Posma Siahaan internist

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan. Novel onlineku ada di https://posmasiahaan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mencegah dan Mengatasi Penyusup di Sebuah Tim Sukses

9 Oktober 2018   01:06 Diperbarui: 9 Oktober 2018   11:40 458 9 11
Mencegah dan Mengatasi Penyusup di Sebuah Tim Sukses
Penyusup dalam selimut (ilustrasi pribadi sekali)

Istilah penyusup dalam sebuah tim sukses pemenangan kandidat apapun konotasinya negatif, yaitu oknum yang disusupkan (oleh tim sukses "toko sebelah") jenis ini dianalogikan sebagai "kuda Troya" di kisah perang Yunani kuno atau inisiatif sendiri, tanpa komando dari siapapun, meminjam istilah terorisme ini mirip "single wolf".  Cara kerjanya adalah membuat tim sukses mempercayai si penyusuf sepenuh hati lalu setelah didapat kepercayaan itu dia mulai melakukan hal-hal yang merugikan tim sukses yang disusupi.

Mungkin berbeda dengan mata-mata atau "double agent" di film-film James Bond 007, maka "spy" masuk ke negara lain atau organisasi lain yang bersifat organisasi permanen, sementara penyusup hanya untuk tim sukses yang sementara.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menyaring dan mencegah penyusup di sebuah tim pemenangan apapun, antara lain:

1. "Track record", apakah si penyusup ini pernah ada di posisi berseberangan? Apakah dia tipe kutu loncat atau kutu yang tidak loncat tapi merayap? Biasanya, kalau tiba-tiba menjadi pendukung fanatik seseorang beberapa tahun terakhir sementara puluhan tahun lalu menentang, pasti ada apa-apanya.

2. Riwayat finansial si penyusup. Apakah dia pernah mengalami kesulitan keuangan lalu tiba-tiba ada yang membantu dari pihak seberang? Biasanya kalau pernah dibantu saat susah, maka ada yang mau melakukan apa saja untuk yang memberikan bantuan kepadanya itu.

3. Psikotest si penyusup, akan sangat terlihat kalau dia bertipe pembohong, tidak loyal dan suka bersilat opini.

Setelah diseleksi ketat, tetapi tetap saja kena susupi dan terkena dampak yang cukup menggetarkan yang membuat opini menggelinding bak bola salju yang dapat merugikan sang kandidat, apa yang harus dilakukan?

1. Bentuk tim "counter" efek domino dari kerusakan yang dibuat oleh penyusup. Sebaiknya tim ini terdiri dari orang-orang yang terkenal berintegritas, dapat dipercaya dan sesuai ucapan dengan perbuatan, konsisten bersikap dari kemarin, hari ini dan besok. Orang lain yang tidak terkoordinir dan terlalu kontroversi sebaiknya dilarang bicara mewakili si kandidat.

2.  Temukan bukti-bukti bahwa si penyusup ini memang disusupkan pihak lawan, kalau tidak ada bukti otentik ya terpaksa buat seolah-olah ada bukti otentik, kalau tidak ada rotan, akar pun berguna. Siapa tahu dengan "playing victim",  simpati masyarakat kembali karena kasihan.

3. Adukan ke polisi kalau si penyusup melakukan tindakan pidana, misalnya pencemaran nama baik, mencuri data-data di arsip tim sukses untuk diserahkan ke pihak lain dan lain-lain.

4. Menangis, marah, mengamuk atau pingsan pun diijinkan untuk hari pertama paska kehebohan yang dilakukan si penyusup, tetapi kalau bisa dipersingkat 12 jam atau 6 jam saja. Sesudah itu lakukan langkah-langkah strategis.

Akhir kata, pencegahan lebih baik daripada mengobati, membuat sebuah tim sukses yang 100 persen terbebas dari penyusup mungkin saja dilakukan untuk skala kecil tingkat ketua kelas, senat mahasiswa, pilkades atau pilkada kabupaten-kota. Tetapi untuk yang lebih besar dimana ada uang yang berputar pertahun trilyunan, biasanya penyusup selalu ada.

Yang merasa terlambat atau kecolongan menyeleksi penyusup silahkan melakukan "screening" ulang semua tim sukses anda dan kalau memungkinkan sampai psikotest. Lebih baik terlihat berlebihan daripada terkena "blunder" yang lebih besar di kemudian hari.

Dari FB Kompal
Dari FB Kompal