Posma Siahaan
Posma Siahaan internist

Bapaknya Matius Siahaan, Markus Siahaan dan Lukas Siahaan. Novel onlineku ada di https://posmasiahaan.blogspot.com/

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Ini Akibatnya kalau Pasien DM Mengobati "Kapalan" Sendiri

12 Maret 2018   23:30 Diperbarui: 12 Maret 2018   23:54 643 12 9
Ini Akibatnya kalau Pasien DM Mengobati "Kapalan" Sendiri
Ilustrasi: Shutterstock

"Memang salah Saya,Dok. Mengobati "kapalan" di kaki sendiri pakai obat "C".Untuk kaki kiri tidak masalah tetapi  yang kanan ini jadinya Koreng."Pengakuan Pasien diabetes melitus (DM ) ibu-ibu usia 50 tahunan itu dengan penuh sesal. 

Obat peluntur kulit keras di kaki merek  "C" itu bersifat korosif dan dapat menghancurkan jaringan kulit yang mengeras seperti kutil atau "kapalan", sejenis peningkatan jaringan ikat kulit di tempat-tempat yang sering terkena tekanan atau gesekan.

"Pasti kebanyakan obatnya sampai ke jaringan ototnya luka, Bu. Terus kakinya kena kotoran dan kuman di kotoran itu membuat infeksi. Kuman suka di kaki yang banyak gula dan kalau ada infeksi, gula darah lebih meningkat.."Kata Saya. Teoritisnya memang adanya inflamasi, membuat hormon yang memperbanyak gula meningkat, maka gula darah yang normalpun dapat seolah diatas 200, apalagi yang jelas-jelas diabetes, maka gulanya akan lebih dari 300. 

Si Pasien ini gulanya diatas 400 mg/dL, ada luka di kaki lebih seminggu yang bernanah, serta ada demam diatas 38 derajad celcius, maka disarankan rawat inap.

Yang menarik, obat peluntur kutil dan "kapalan" merek "C" tadi didapat bebas tanpa resep dokter dan pemakaiannya ternyata pada Pasien DM dapat membuat luka yang dalam dan memicu adanya gangren, luka yang sulit sembuh.

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Menurut teman sejawat saya dokter bedah, pemakaian obat-obatan seperti ini tidak disarankan lagi, karena takut efek sampingnya dan juga sering kambuhan, kalau batas kulit sehat yang dibuang tidak jelas. Atau kalau ada jaringan yang masih ada virusnya tertinggal.

Kasus seperti ini, kalau sudah masuk ke otot dan pembuluh darah dapat menimbulkan sepsis dan harus dirawat untuk mendapatkan antibiotik spektrum luas injeksi selama paling tidak 3 hari. Lukanya harus diperiksa apakah sudah mengenai tulang atau tidak, kalau sudah ada osteomyelitis berat, maka jempol ibu itu harus diamputasi. Untungnya belum kena tulang dan dapat dibersihkan saja otot yang sudah mati.

Maka itu, jangan terlalu berani pengobatan mandiri pada kulit anda, terutama Pasien DM. Kontrol kadar gula darah dahulu sebelum ada kulit yang terbuka oleh tindakan apapun.

Kompal
Kompal