Mohon tunggu...
POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR
POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR Mohon Tunggu... Profesional Development - Sokrates - Binus Creates

Bekerja di Profesional Development - Sokrates - Binus Creates dan juga sebagai trainer dalam dunia pendidikan khususnya dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Tidak Sekadar Belajar tapi Berpikir Kritis

29 Maret 2021   08:43 Diperbarui: 29 Maret 2021   08:47 92 4 0 Mohon Tunggu...

Salah satu skill dari framework Unesco dalam bidang Pendidikan di Abad 21 yang dikenal dengan 4C (Critical Thinking & Problem Solving, Creativity and Innovation, Communication and Collaboration) tentunya hal ini dapat menjadi salah satu acuan para pendidik di seluruh Nusantara ini untuk dapat mengarahkan output dari proses pembelajarannya kearah Skill tersebut sehingga arah Pendidikan kita lebih jelas yaitu mempersiapkan para peserta didik kita untuk menuju abad 21.

Salah satu yang perlu menjadi focus dan perhatian para pendidik kita saat ini adalah mencapai Critical Thinking & Problem Solving (Berpikir Kritis dan Menyelesaikan masalah) karena menurut penulis,hal ini merupakan salah satu yang sangat diperlukan oleh Bangsa ini mengingat berbagai kasus yang terjadi di Nusantara ini yang cukup membuat kita miris seperti banyaknya masyarakat dengan mudahnya menyebar berita hoak, mudah terkontaminasi dengan ajaran yang menyesatkan, mudah tersulut emosi akibat sebuah berita yang tidak benar, menerima data tanpa mengkritisi data yang diterima, bahkan saling menjatuhkan satu sama lain tanpa didasari oleh data dan fakta yang jelas dan sudah saatnya para pendidik kita merubah itu dengan mempersiapkan generasi pengganti yang sudah menguasai skill ini sehingga mereka dapat menjadi generasi yang lebih baik lagi.

Bagaimana Pendidik melakukan hal ini? Tentunya ada berbagai metode yang dapat para pendidik lakukan dalam proses pembelajaran yang dapat penulis sampaikan berikut ini :

  1. Didik mereka untuk memandang sebuah masalah dari berbagai sisi. Hal ini dapat dilakukan dengan menunjukkan sebuah kasus dan minta para peserta didik memberikan opini atau pendapat menurut mereka sendiri tanpa ada pendapat yang salah dan benar. Dari sini mereka akan belajar untuk mengemukakan pendapat dari sisi mereka dan menghargai pendapat dari orang lain walaupun itu berbeda dari pendapat mereka karena perbedaan pendapat bukan untuk menunjukkan kehebatan tetapi kekayaan dalam perbedaan.
  2. Bermain Games yang sederhana. Pendidik dapat menunjukkan sebuah benda yang ada di kelas dan meminta para peserta didik untuk memberikan pendapat mengenai fungsi lain dari benda tersebut. Misalkan. Minta para peserta didik memberikan 10 fungsi lain dari sebuah penggaris. Dari permainan tersebut mereka akan belajar untuk bagaimana memandang segala sesuatu hal tersebut dari berbagai sisi bukan hanya satu sisi. Semakin sering mereka melakukan ini secara tidak langsung mereka akan belajar jika mereka menghadapi sebuah masalah, jangan memandang hanya dari satu sisi saja tetapi cari sisi lain dari masalah itu sehingga dapat kita selesaikan dengan lebih baik.
  3. Rubah soal. Selama ini ada kebiasaan yang tidak bisa hilang dari Pendidikan kita yaitu format soal hanya ada 2 yang biasanya diujikan, yaitu Pilihan Ganda dan Essay padahal ada beberapa format soal yang dapat digunakan oleh para pendidik seperti model soal Assesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang sedang digalakkan Pemerintah kita saat ini, sehingga para peserta didik dapat terlatih untuk dapat lebih kritis dalam memilih jawaban dan tidak hanya memilih satu jawaban yang benar dan yang lain salah.
  4. Rubah pola pemberian Tugas. Hindari memberikan tugas yang hanya meminta mereka untuk mencari informasi saja karena hal itu tidak membuat mereka dapat berpikir kritis karena informasi di era digital saat ini dapat dengan mudah mereka cari hanya dengan menggunakan jari mereka pada smartphone yang mereka gunakan karena itu berikan tugas yang mendorong mereka untuk melakukan penelitian kecil. Misalkan Buatlah tulisan atau artikel mengenai perbedaan ekonomi di zaman perang pangeran Diponegoro dan kondisi saat ini serta apa prediksimu mengenai ekonomi Indonesia 10 tahun yang akan datang. Dengan memberikan pertanyaan ini para peserta didik akan melakukan riset dan berpikir untuk meyelesaikan tugas ini dan seandainyapun dia menggunakan internet akan meminimalisir dia dalam melakukan copy paste.

Ada berbagi metode yang dapat digunakan oleh pendidik untuk melatih kemampuan tersebut tergantung dari sejauh mana kemauan dari tenaga pendidik dalam mengkreasikan materi ajar yang diampu untuk membuat para peserta didik dapat berpikir kritis. Dengan menguasai keterampilan ini maka peserta didik akan lebih siap dalam menghadapai perubahan apapun dimasa depan mereka dan tentunya akan mampu dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi di perubahan zaman yang mereka hadapi. Salam Merdeka Belajar

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x