Mohon tunggu...
POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR
POLTAK EFRISKO BUTARBUTAR Mohon Tunggu... Profesional Development - Sokrates - Binus Creates

Bekerja di Profesional Development - Sokrates - Binus Creates dan juga sebagai trainer dalam dunia pendidikan khususnya dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Pentingnya Apersepsi pada Pembelajaran

15 Juli 2019   13:35 Diperbarui: 15 Juli 2019   13:49 0 0 0 Mohon Tunggu...

Dalam proses pembelajaran di kelas ada 5 bagian yang akan dilaksanakan oleh Guru di dalam kelas : Pembukaan, Penyampaian Materi Inti, Penilaian, Penutupan dan Evaluasi. Pembukaan merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses pembelajaran karena pada dasarnya dikelas apapun itu, Seminar, Training, Workshop keberhasilannya akan ditentukan di 10 menit pertama ketika kelas dimulai.

Semua guru tentunya melakukan pembukaan dalam kelasnya seperti memberi salam, absen, bernyanyi kalau di tingkat TK atau kelas kecil di SD. Banyak sekali Guru yang tidak menggunakan Apersepsi di dalam kelas mereka, sehabis absen langsung masuk materi inti tanpa mengetahui siswa sudah siap menerima pembelajaran atau belum.

Memang hingga saat ini tidak ada istilah baku dalam pengertian Apersepsi. Ada beberapa pengertian dari Apersepsi menurut para Ahli :

  1. Herbart, apersepsi adalah menerima tanggapan-tanggapan baru dengan bantuan tanggapan yang telah ada.
  2. Wundt, bahwa apersepsi bukan hanya asosiasi belaka melainkan memasukan tanggapan-tanggapan baru dalam suatu hubungan kategorial atau hubungan yang lebih umum.
  3. Menurut para ahli psikologi modern, apersepsi dimaksud pengamatan dengan penuh perhatian sambil memahami serta mengolah tanggapan-tanggapan baru itu dan memasukkannya ke dalam hubungan yang kategorial.

Dari pengertian tersebut dan berdasarkan pengalaman dari penulis,apersepi merupakan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menarik perhatian peserta didik supaya fokus pada ilmu atau pengalaman baru yang akan disampaikan oleh Guru. Dengan melakukan apersepsi,  Guru dapat lebih memastikan jika peserta didik sudah siap dalam menerima pembelajaran. Ketika anak masuk ke dalam kelas belum tentu di benaknya itu di kelas atau belajar. Di kelas, di pikirannya masih ada bermain game, bermain bersama temannya, chatting dengan teman-temannya di Group WA atau waktu yang dihabiskan pada saat istirahat di luar kelas. Untuk membawa pikirannya fokus kembali kepada materi ajar tentunya Guru harus memiliki strategi dalam menarik perhatian siswa. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan Guru dalam melakukan apersepsi di dalam kelas, diantaranya sebagai berikut:

  1. Menampilkan sebuah video yang berkaitan dengan materi. Selain menarik perhatian dari siswa, cara ini juga dapat menimbulkan empati kepada siswa sehingga mereka lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Jika siswa telah memiliki empati akan materi maka Guru akan lebih mudah dalam menyampaikan materi kepada siswa.
  2. Membuat Kuis singkat. Cara ini sudah beberapa kali penulis gunakan dalam apersepi. Kuis ini dilakukan dengan bantuan aplikasi teknologi seperti Kahoot supaya lebih menarik minat Peserta didik.
  3. Bernyanyi. Biasaya ini dilakukan di kelas TK atau kelas 1-2 tetapi hal ini bisa juga dilakukan di kelas-kelas besar seperti memutarkan lagu yang berkaitan dengan materi ajar. Contohnya di kelas Bahasa Inggris, dengan memutarkan sebuah lagu dalam Bahasa Inggris yang menarik buat  mereka, maka siswa akan merasa tertarik untuk dapat mengetahui arti dari lagu tersebut dan secara tidak langsung akan memunculkan motivasi dalam diri mereka dalam belajar.
  4. Games/permainan.Apersepsi dapat juga dilakukan dengan sebuah Permainan sederhana yang sebisa mungkin dapat memunculkan kreativitas siswa. Untuk Games, Guru harus memperhatikan waktu yang tersedia supaya tidak mengganggu waktu penyampaian materi yang lain. Banyak sekali Games sederhana yang dapat dilakukan untuk membuat siswa fokus. Contoh : Guru :" Letakkan jari telunjuk kalian pada telapak tangan temannya. Saat Bu guru mengucapkan kata apel, tangkap jari telunjuk temannya."
  5. Membuat Yel-Yel. Guru dapat menciptakan sebuah Yel-Yel yang membuat siswa lebih termotivasi, Yel-yel harus dibuat sekreatif mungkin sehingga dapat menjadi ciri khas dari kelas yang diajar. Cara ini cukup mudah dilakukan dan akan mudah dalam menarik perhatian dari siswa.
  6. Menggambar/Menulis. Guru dapat meminta siswa menggambar/menuliskan sesuatu yang berkaitan dengan materi ataupun hal lain yang sekiranya berkaitan dengan pendidikan. Salah satu contohnya, Guru meminta siswa untuk menggambarkan benda yang menggambarkan dirinya dalam waktu maksimal 3 menit dan setelah itu Guru meminta siswa untuk menjelaskan apa yang dia gambar. Hal yang sama juga dapat dilakukan dalam menulis.

Ada sebuah pertanyaan " Apakah apersepsi harus berkaitan dengan materi"? Dari beberapa sumber yang penulis pelajari pada dasarnya tidak semua apersepsi itu berkaitan dengan materi, bisa juga apersepsi yang berkaitan pendidikan karakter. Salah satu contohnya untuk pelajaran Komputer, mungkin Guru akan sedikit mengalami kesulitan dalam mencari apersepsi yang berkaitan dengan materi tetapi hal ini bisa disiasati dengan menampilkan Video yang menunjukkan kebaikan, hormat terhadap orang tua dan lain sebagainya sehingga secara tidak langsung kita akan memunculkan karakter baru dalam diri siswa.

Pada intinya, keberhasilan apersepsi akan ditentukan sejauh mana kreativitas Guru dalam menarik fokus siswa sehingga akan memuluskan proses pembelajaran sampai dengan penutupan dan materi ajar dapat tersampaikan kepada siswa dengan baik dan Guru akan merasakan keberhasilan kelas di akhir pembelajaran. 

Sumber:
gudangilmuduit.blogspot.com
referensimakalah.com
sekolahdasar.net

KONTEN MENARIK LAINNYA
x