Komang Sumertawan
Komang Sumertawan wiraswasta

Pengacara (Pengangguran banyak acara)\r\nAyurveda and Yoga student in AVP Hospital and Training Academy, Coimbatore, India.\r\n\r\nhttp://www.jogjaspirit.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kiat-kiat Mempertahankan dan Memupuk Semangat Belajar Siswa Sekolah Dasar

12 Oktober 2017   18:56 Diperbarui: 12 Oktober 2017   19:02 1308 0 0
Kiat-kiat Mempertahankan dan Memupuk Semangat Belajar Siswa Sekolah Dasar
Foto: mediaharapan.com

Tinggal kelas dan putus sekolah sebagai permasalahan

Sekolah dasar sebagai jenjang pendidikan setelah taman kanak-kanak merupakan sarana untuk menindaklanjuti semangat belajar yang tumbuh dalam diri siswa saat mereka masih berada di taman kanak-kanak.

Oleh karena itu semangat ini harus dipertahankan dan dipupuk dengan baik agar semangat belajar ini terus berkembang sehingga siswa mampu menyelesaikan pendidikan setinggi-tingginya dan kelak menjadi sumber daya manusia yang memiliki daya saing tinggi dan mampu bersaing secara global. Jika semangat belajar ini tidak terawat dengan baik, maka berpotensi adanya masalah seperti siswa yang tinggal kelas dan putus sekolah.

Tinggal kelas dan putus sekolah adalah sebuah permasalahan bersama baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, orangtua siswa dan siswa pada khususnya. Dengan adanya siswa yang putus sekolah maka akan memberikan dampak langsung maupun tidak langsung kepada pihak-pihak terkait ini. Oleh karena itu semua pihak pihak harus tahu dan sadar akan peran masing-masing terhadap keberhasilan belajar siswa sekolah dasar.

Penyebab tinggal kelas dan putus sekolah

Tinggal kelas dan putus sekolah disebabkan oleh banyak hal. Beberapa hal yang menyebabkan siswa mengalami tinggal kelas dan putus sekolah secara garis besar adalah:

  • Terbatasnya kreatifitas guru dalam mengajar.
  • Suasana belajar mengajar yang tidak kondusif.
  • Penggunaan gadget yang belebihan.
  • Permasalahan keluarga, misalnya perceraian orangtua, kurang perhatian dari orangtua.
  • Kurangnya perhatian sekolah terhadap siswa.
  • Manajemen waktu belajar yang tidak optimal.

Bagaimana mengatasi permasalahan ini?

Dengan mengetahui penyebab suatu permasalah tentu akan lebih mudah menyelesaikan permasalahan tersebut. Demikian juga dengan permasalahan siswa tinggal kelas dan putus sekolah. Setelah mengetahui sebab-sebab di atas, maka timbul pertanyaan strategi apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan menanggulangi siswa tinggal kelas dan putus sekolah?

Jika kita lihat penyebabnya satu persatu maka masing-masing poin memiliki metode penyelesaian tersendiri. Oleh karena itu mari kita lihat satu-persatu strategi mencegah dan menanggulangi permasalahan siswa tinggal kelas dan putus sekolah.

Guru harus memiliki kreatifitas yang tinggi dalam mengajar

Kreatif dalam mengajar sangat perlu dimiliki oleh seorang guru. Tujuannya adalah untuk membuat siswa tidak bosan dengan suasana kelas yang monoton. Suasana belajar mengajar yang bervariasi akan membuat siswa selalu segar, penasaran dengan kelas-kelas selanjutnya dan siap menerima pelajaran dengan senang hati. Bentuk kreatifitas yang bisa dilakukan misalnya dengan selalu membawa contoh-contoh benda yang berkaitan dengan topik yang sedang diajarkan.

Ciptakan suasana belajar yang kondusif

Poin ini masih berkaitan dengan kreatifitas di atas. Seorang guru harus mampu membuat suasana kelas yang menyenangkan namun kondusif. Jika suasana kelas tidak tenang, siswa tidak akan memiliki konsentrasi dalam mendengarkan pelajaran di kelas. Bahkan seorang guru pun tidak akan bisa mengajar dengan maksimal jika suasana kelas bising dan siswa mengobrol satu sama lain.

Dengan suasana belajar yang nyaman, kondusif dan dikombinasikan dengan kreatifitas guru, sangat memungkinkan bagi siswa untuk memahami dengan baik apa yang dijelaskan oleh guru di dalam kelas, sehingga saat keluar kelas siswa tidak "blank",artinya siswa mendapatkan ilmu dari dalam kelas. Jadi siswa tidak hanya masuk kelas untuk duduk manis dan keluar kelas tanpa tahu apa yang diajarkan oleh gurunya di kelas.

Hindari penggunaan gadget yang berlebihan di sekolah

Siswa sekolah dasar semestinya tidak diperkenankan membawa handphone ke sekolah. Namun seiring dengan perkembangan jaman hal ini tidak dapat dihindari. Bisa dikatakan sangat banyak orang tua yang berkecukupan membekali anak mereka dengan handphone saat sekolah. Tentu saja hal ini membuat siswa memiliki banyak kesempatan untuk memainkan handphone mereka.

Guna menghindari siswa sekolah dasar menghabiskan waktunya untuk menggunakan handphone, misalnya main game di smartphone maka sekolah perlu memiliki aturan mengenai penggunaan handphone di lingkungan sekolah. Peraturan yang bisa diterapkan misalnya dengan menyediakan tempat penitipan handphone di sekolah dan mewajibkan siswa untuk meninggalkan handphone mereka di tempat penitipan saat memasuki lingkungan sekolah. Namun bisa juga peraturan dibuat menjadi lebih fleksibel seperti mewajibkan siswa mematikan handphone mereka saat berada di lingkungan sekolah.

Mengenai penggunaan handphone di luar sekolah maka orangtua siswa yang lebih memiliki peran penting. Hal ini tergantung bagaimana tanggungjawab orangtua siswa terhadap pendidikan anak-anak mereka. Pihak sekolah juga bisa memberikan penyuluhan kepada orangtua siswa mengenai batasan-batasan penggunaan handphone kepada siswa baik di sekolah dan diluar sekolah.

Perhatian yang maksimal dari guru terhadap siswa

Seperti kita ketahui bahwa masa-masa sekolah dasar adalah masa dimana pembentukan kepribadian siswa dimulai. Oleh karena itu setiap siswa perlu mendapatkan perhatian yang maksimal dari sekolah, khususnya dari guru.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2