Mohon tunggu...
Pandji Kiansantang
Pandji Kiansantang Mohon Tunggu... "Bahagia Membahagiakan Sesama"

Menulis itu Membahagiakan

Selanjutnya

Tutup

Film Pilihan

3 Inspirasi Film "Fast & Furious 9" (2021)

12 Juni 2021   07:28 Diperbarui: 12 Juni 2021   07:40 283 4 0 Mohon Tunggu...

Film Hollywwod yang lagi viral "Fast & Furious 9" tayang perdana di bioskop Indonesia mulai kemarin, Jumat, 11 Juni 2021. Penulis sebagai "moviegoer" (penonton film di Bioskop) berkesempatan menjadi "penonton pertama" film itu pada jam tayang paling awal. 

Satisfied moviegoer.. Penonton yang Puas... Terpaku di kursi bioskop selama 143 menit (2 jam 23 menit, durasi yang tergolong panjang dibanding durasi 1,5 jam pada film2 bioskop pada umumnya) menikmati keseruan film "Fast & Furious 9" (FF 9) ini.

Film seru - dari awal sampai akhir - yang memang harus ditonton di layar lebar BIOSKOP dengan tata suara yang menggelegar. Sensasi  audio visual yang takkan diperoleh jika ditonton di rumah apalagi di laptop. Franchise "Fast & Furious" ini yang kini sudah mencapai 9 film (franchise film terbanyak selain film2 James Bond 007) makin berkembang alur ceritanya. 

Kali ini ada unsur Drama keluarga. Mengikuti pola film sequel TERBAIK sepanjang masa : "The Godfather part II" (1974 dengan durasi 3 jam 22 menit, 1 jam lebih panjang dari FF 9), film FF 9 ini memiliki 2 ALUR : Prequel (flashback tentang orangtua Dom Toretto dan perselisihan dengan adiknya Jakob) dan Sequel (kisah lanjutan FF 8). Post-credit scene  menunjukkan akan adanya sequel FF 10. Keseruan FF 9 tidak hanya ngebut2an, tapi adu balap di sirkuit, kejar2an dengan konvoi penjahat dan polisi, baku hantam, tembak-tembakan sampai penggunaan teknologi canggih. 

Setting tempatnya juga antarnegara dari berbagai tempat dari benua Amerika, Eropa dan Asia.. bahkan sampai orbit di luar angkasa. Menurutku, franchise FF makin mirip dengan film James Bond 007 "milenial" yang full-packed actions dan hi-tech

Ada 3 Inspirasi dari Film "Fast and Furious 9" :

 1) Tragedi keluarga Toretto : film diawali dengan flashback ke tahun 1989 : peristiwa kecelakaan balap mobil di sirkuit yang menewaskan Jack Toretto yang mengakibatkan permusuhan kakak-beradik : Dominic Toretto dan adiknya Jakob (yang dianggap "anak favorit" dan "anak tak berguna").

 Menimbulkan "deadly sibling's rivalry"...  Jakob sepanjang hidupnya ingin lebih kuat dan lebih cepat dari kakaknya Dom. Jakob berkata pada Dom "Hal terbaik dari kematian ayah adalah aku tak lagi berada di bawah bayang-bayangmu, putra favoritnya". Dom sendiri menganggap adiknya, Jakob bertanggungjawab atas kematian ayah mereka dengan mensabotase mesin mobil.balap ayahnya. Rekan seniornya menasehati Dom "Tak ada yang lebih kuat dari Cinta keluarga. Tapi kau mengubahnya menjadi kemarahan dan kebencian. Tak ada yang lebih berbahaya daripada itu". 

Setelah "showdown" kakak beradik itu, Otto sekutu Jakob mengkhianatinya... yang menyebabkan "terpaksa" bahu membahu melawan musuh bersama. Setelah Jakob mengungkapkan fakta bahwa ayahnya yang meminta ia "mensabot" mesin balap dengan tujuan sengaja "mengalah" karena terjerat hutang (di luar dugaan terjadi insiden yang mengakibatkan kematian ayahnya). Agak aneh juga, info "penting" itu tidak terungkap karena tiadanya komunikasi di antara mereka. 

Setelah melumpuhkan musuh, Dom dan Jakob akhirnya berdamai. 2 putra Jack Toretto dan 1 putrinya : Mia (istri almarhum Brian, partner Dom) dapat berkumpul lagi. Dom berkata "Ayah mungkin tidak sempurna, tapi ia sayang kita berdua". 

Pada adegan akhir terlihat Dom mengajak putranya Brian kecil ke sirkuit tempat ayah Dom tewas. Berusaha berdamai dengan masa lalu dan trauma kematian ayahnya (Jack Toretto), Dom berkata pada putranya "Semua yang kupelajari tentang Kehidupan, kupelajari di lintasan ini". Ucapan Dom di sirkuit ini mengingatkan pesan ayahnya, Jack pada Dom puluhan tahun lalu pada adegan opening film : "Yang penting, bukan yang lebih Kuat, tapi yang lebih Dewasa". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x