Mohon tunggu...
Saepiudin Syarif
Saepiudin Syarif Mohon Tunggu... Freelancer - Writer

Menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Pilihan

Indonesia Masters 2021: Sukses sebagai Tuan Rumah tapi Tanpa Gelar Juara

21 November 2021   15:39 Diperbarui: 21 November 2021   15:42 199 26 4
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Pasangan ganda putra Indonesia, Markus Gideon/Kevin Sanjaya gagal meraih gelar di Indonesia Masters 2021 | Ilustrasi foto: bola.com

Pergelaran kejuaraan bulutangkis Indonesia Masters 2021 yang didukung oleh Daihatsu tahun ini secara penyelenggaraan bisa dibilang sukses. Meski diberlakukan sistem bubble di mana para atlet dan seluruh delegasi hanya bisa beraktivitas di sekitar kawasan Hotel Westin dan Bali International Convention Center di Nusa Dua tapi seluruh pihak merasa betah, nyaman, dan bahkan memuji penyelenggaraan event ini.

Berkaitan dengan sistem bubble ini maka tak ada penonton yang biasanya membanjiri arena pertandingan setiap kejuaraan bulutangkis diadakan, khususnya penonton Indonesia yang terkenal ramai dan heboh.

Akan tetapi ada stasiun televisi dan kanal streaming menyiarkan siaran langsung pertandingan ini. Dari media sosial para pemain dari berbagai negara itu diketahui bahwa mereka sangat puas dengan pelayanan dan kondisi hotel ditambah banyaknya hadiah dari para penggemar bulu tangkis Indonesia bagi para atlet. Karangan bunga, boneka, buket snack, oleh-oleh khas Indonesia menumpuk setiap harinya di lobi hotel untuk para atlet pujaan.

Tidak hanya untuk para atlet Indonesia, hampir semua atlet seperti kebagian jatah souvenir dari penggemar. Kento Momota dari Jepang berbagi kebahagiaannya di instastory dengan banyaknya hadiah yang diterima.

Begitu juga Viktor Axelsen dari Denmark yang datang bertanding ditemani oleh istri dan Vega, putrinya yang baru bisa berjalan. Axelsen tampak terkejut dan senang dengan sambutan dan hadiah dari penggemar di Indonesia. Vega yang lucu dan menggemaskan pun tak luput menerima hadiah. Dalam salah satu video yang dibagikan di media sosialnya, Vega mengenakan baju kebaya dan kain batik khas Bali pemberian penggemar dengan kegirangan.

Sayangnya kesuksesan penyelenggaraan tidak dibarengi dengan prestasi tim nasional. Hanya satu nomor di ganda putra yang mampu melaju ke babak final yaitu Markus Gideon/Kevin Sanjaya yang di babak semifinal berhasil menundukkan pasangan asal Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Sedangkan pasangan ganda putri andalan Indonesia, Gresyia Polii/Apriyani Rahayu gagal melaju ke babak selanjutnya setelah kalah dari pasangan Thailand, Puttita Supajirakul/Sapsiree Taerattanachai di babak perempat final.

Sayangnya di babak final Markus/Kevin yang dikenal dengan julukan minions harus menyerah dari pasangan asal Jepang Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan tiga set 11:21, 21:17, dan 19:21. Minions yang menduduki peringkat satu dunia menutup harapan Indonesia untuk meraih gelar.

Tak ada gelar yang diraih di Indonesia Masters 2021 sebuah tamparan keras bagi PBSI. Setelah sebelumnya penampilan Praveen/Melati di ganda campuran yang mendapat kritik tajam dari pelatih dan pencinta bulu tangkis karena bermain buruk dan harus kalah dari pasangan peringkat di luar 100 besar di babak pertama lalu.

Indonesia sebagai tuan rumah sebenarnya diuntungkan dengan banyaknya pemain yang bisa bertanding di ajang ini. Indonesia mengirimkan 30 partai di lima nomor tetapi hanya satu yang bisa mencapai final yaitu Markus/Kevin sebagai juara bertahan yang sayangnya harus kalah di tahun ini.

Kesuksesan sebagai tuan rumah penyelenggara tapi tanpa satu pun gelar terasa ada yang kurang. Indonesia harus menelan pil pahit ini. Secara materi pemain, Indonesia memang masih lemah di banyak nomor kecuali ganda putra.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bulutangkis Selengkapnya
Lihat Bulutangkis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan