Mohon tunggu...
Saepiudin Syarif
Saepiudin Syarif Mohon Tunggu... Freelancer - Scriptwriter, Content Writer

Menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Bisnis Artikel Utama

Waralaba Jaminan Mengeruk Laba

22 September 2021   11:25 Diperbarui: 23 September 2021   07:18 3233 39 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Waralaba Jaminan Mengeruk Laba
Waralaba bisa mengeruk laba. (Sumber Foto: pixabay.com/kalhh)

Dalam kurun 5-10 tahun ini satu kata bahasa asing yang populer di sini sepertinya kata "entrepreneur". Sebuah kata "ajaib" yang jadi materi di seminar, lokakarya, di ruang kelas, di sudut cafe, di meja makan keluarga.

Apalagi ditambah embel-embel "muda" di belakangnya, dijamin bakal dilirik. Sebuah fenomena yang menarik.

Indonesia mempunyai usia produktif muda yang besar. Digadang-gadang ini akan menjadi kekuatan sekaligus tantangan bangsa ini ke depan. 

Pemerintah sadar, tidak mungkin menyediakan lapangan kerja untuk semua. Kebutuhan pegawai negeri atau perangkat negara lainnya saja masih banyak yang belum terakomodir seperti guru honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi tapi belum diangkat menjadi PNS.

Maka mendengungkan istilah entrepreneur menjadi sangat wajar di samping kebutuhan negara agar jumlah pengusaha bertambah.

Tidak hanya pemerintah, kalangan swasta dan individu masyarakat pun sadar bahwa menjadi pengusaha adalah sebuah peluang pekerjaan selain menjadi PNS dan bekerja pada orang lain.

Mata pelajaran dan mata kuliah di sekolah dan kampus pun sudah mulai mengakomodasi kebutuhan akan menjadi pelaku bisnis alias entrepreneur.

Tapi memulai usaha itu gampang-gampang susah. Ide di kepala sangat banyak, tampak sempurna, dan gampang dilakukan. Padahal belum tentu.

Pernah dengar istilah, "bisnis yang bagus adalah bisnis yang dimulai" yang artinya dimulai saja dulu buka bisnisnya baru dipikirkan selanjutnya.

Semua kembali tipe seperti apa diri Anda. Ada orang-orang yang perlu memikirkan secara matang dari A sampai Z tapi ada juga yang begitu ada ide bisnis langsung dieksekusi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Lihat Konten Bisnis Selengkapnya
Lihat Bisnis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan