Mohon tunggu...
Saepiudin Syarif
Saepiudin Syarif Mohon Tunggu... Freelancer - Writer

Menulis dan membaca

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Agar Pinjol Tidak Bikin Benjol

26 Agustus 2021   06:00 Diperbarui: 26 Agustus 2021   06:08 351
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Buat generasi 80 atau 90-an mungkin masih ingat lalu "Uang" yang dipopulerkan oleh Nicky Astria, penyanyi rock wanita terkenal saat itu. 

Salah satu penggalan liriknya adalah, "uang bisa bikin orang, mabuk tiada kepalang, uang bikin mabuk kepayang."

Uang adalah salah satu masalah manusia terbesar dan terbanyak yang dialaminya sendiri sejak manusia menemukan dan menggunakan uang sebagai alat tukar menukar pembayaran.

Mulai dari nilai tukar karena bahan dasar pembuatannya (emas, perak, kertas, dan logam lainnya), kurs nilai tukar dengan mata uang negara lain, hingga uang sebagai alat bayar segala macam kebutuhan hidup manusia. Dari calon bayi masih di dalam perut hingga kelak dia lahir, dewasa, tua, dan meninggal memerlukan uang.

Salah satu yang paling umum dan normal mendapatkan uang adalah dengan bekerja. Persoalan mulai saat penghasilan tidak sebanding dengan pengeluaran. Entah karena gaya hidup ataupun manajemen keuangan masing-masing orang tidak sama. Hal kekurangan uang menjadi masalah yang hampir bisa dibilang pernah dialami 99% manusia di bumi, kecuali orang-orang yang dilahirkan sudah menjadi sultan. 

Manusia modern menyimpan uang di bank. Sistem perbankan juga menyediakan layanan peminjaman uang, tentu dengan persyaratan. Berkembangnya dunia digital juga membawa fenomena dan konsekuensi baru di banyak lini termasuk sistem perbankan atau lembaga simpan pinjam.

Termasuk di dalamnya yang sekarang sedang booming yaitu pinjol alias pinjaman online. Aplikasi peminjaman uang online tumbuh subur bak jamur di musim hujan. Manisnya bisnis hutang ini tidak hanya diminati sistem perbankan yang sudah ajeg tapi juga pemain baru yang jeli melihat peluang.

Termasuk yang memiliki niat jahat dengan memainkan aturan yang tidak jelas, memanfaatkan ketidaktahuan konsumen, ataupun memang ingin mengeruk keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan orang lain. 

Promosi dan tawaran pinjaman online sangat deras menerpa kita. Hanya dengan selfie memegang KTP atau identitas diri uang pinjaman akan segera ditransfer ke rekening kita. Padahal sejatinya itu adalah jebakan. Pinjaman adalah hutang. Pemberi pinjaman akan menggunakan segala cara untuk menarik kembali uangnya yang tidak jarang dengan menggunakan cara-cara yang tidak sopan, tidak lazim, bahkan mengganggu dan membahayakan konsumen.

Pinjol ilegal menggunakan celah abu-abu untuk menjaring konsumen peminjam yang akan dijadikan korban kelak di kemudian hari. Contoh-contoh korban pinjol ilegal bermunculan di media massa dan media sosial. Bahkan ada yang bunuh diri karena terjerat bunga berbunga dari pinjaman yang diambilnya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun