Petrus Kanisius
Petrus Kanisius karyawan swasta

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

"Yum Kite Budidaye Ikan", Petani Sejahtera dan Hutan Terjaga

17 Juli 2018   17:23 Diperbarui: 18 Juli 2018   12:53 592 4 1
"Yum Kite Budidaye Ikan", Petani Sejahtera dan Hutan Terjaga
Para peserta yang mengikuti pelatihan budidaya ikan air tawar dan air payau. Foto dok. Yayasan Palung

Judul di atas menjadi salah satu cara atau ajakan kepada masyarakat untuk melakukan sesuatu, salah satunya lewat pelatihan dasar budidaya ikan air tawar dan air payau yang dilakukan selama 3 hari (3-5/7/2018) kemarin, di Kantor Yayasan Palung, Bentangor Pampang Center, KKU, Kalbar.

Yum Kite Budidaye Ikan merupakan bahasa lokal atau bahasa Melayu masyarakat di Kayong Utara  yang kurang lebih artinya; Ayo Kita Budidaya Ikan. Ya, ajakan tersebut dilakukan oleh Yayasan Palung kepada masyarakat sebagai salah satu cara agar masyarakat (lebih khusus petani) mampu mencari cara pendapatan alternatif tanpa harus merusak hutan.

Seperti diketahui, penghasilan petani pasti dari hasil bertani (berladang dan berkebun sayur) dan pasti itu memerlukan lahan yang cukup banyak. Budidaya ikan air tawar dan air payau merupakan selain sebagai alternatif pendapatan masyarakat, juga sebagai langkah untuk mengurangi aktivitas masyarakat membuka lahan.

merupakan suatu cara yang bisa dilakukan oleh masyarakat dengan biaya yang cukup murah. Mengapa dikatakan cukup murah, jika ingin memilihara ikan tidak mesti harus mengeluarkan banyak biaya, kolam yang bisa digunakan untuk budidaya ikan air tawar dan air payau adalah Kolam buatan, seperti kolam terpal dengan biaya terbatas atau pun kolam permanen seperti kolam tanah atau pun kolam semen jika mampu dengan biaya cukup besar.

Sedangkan untuk bibit, Petani akan di bantu oleh Yayasan Palung untuk menjebatani dan mendistribusikan bantuan bibit dari Dinas Perikanan dan Yayasan Palung sendiri akan memberikan bantuan bibit, ujar Abdul Samad , staf dari tim SL Yayasan Palung.

Lebih lanjut Samad, demikian ia disapa sehari-hari mengatakan; Dari dinas perikanan KKU akan membantu dan mensuport kepada petani budidaya ikan dalam hal kebutuhan yang diperlukan dalam budidaya ikan, dengan menggunakan proposal. Selanjutnya juga  dinas perikananan akan membantu kapan saja  kepada petani jika berkeinginan melakukan budidaya ikan memerlukan bantuan teknis dari dinas perikanan akan siap.

"Sedangkan dari dinas lingkungan hidup, akan membantu dan mendukung dari segi pengelolaan dalam dampak terhadap lingkungan seperti : uji Ph air dan tanah (menguji tingkat keasaman tanah)", ujar Samad.

Dalam pelatihan budidaya ikan tersebut hadir sebagai pemateri adalah Samson Tarigan dari Sumatra Utara. Pada kesempatan tersebut, peserta diberikan pelatihan bagaimana cara membudidayakan ikan yang baik.

Peserta terlihat serius ketika mendengarkan penjelasan dari narasumber tentang budidaya ikan air tawar dan air payau. Foto dok. A. Samad, Yayasan Palung
Peserta terlihat serius ketika mendengarkan penjelasan dari narasumber tentang budidaya ikan air tawar dan air payau. Foto dok. A. Samad, Yayasan Palung
Pada kesempatan tersebut pula, peserta pelatihan diajak untuk praktek budidaya ikan nila di kolam milik masyarakat yaitu pak Azhari dan ikan lele di kolam pak Jamhuri.

Peserta yang ikut hadir dalam pelatihan dasar budidaya air tawar dan air payau tersebut diikuti oleh 15 orang yang tediri dari masyarakat dari Desa Pampang, Desa Harapan Mulia dan desa pangkalan buton. Selain itu juga ada 2 orang peserta dari Dinas Perikanan Kab. Kayong Utara, dan 2 orang dari Dinas Lingkungan Hidup, KKU dan 5 orang dari Yayasan Palung.

Peserta ketika melakukan praktek budidaya ikan air tawar dan air payau. Foto dok. A. Samad, Yayasan Palung
Peserta ketika melakukan praktek budidaya ikan air tawar dan air payau. Foto dok. A. Samad, Yayasan Palung
"Pada pelatihan budidaya ikan air tawar dan air payau tersebut, mendapat respon yang sangat baik dari para peserta pelatihan, bahkan mereka berencana akan membuat kolam ikan", ujar F. Wendi Tamariska selaku manager program Sustainable Livelihood (SL) Yayasan Palung sekaligus penggagas adanya pelatihan budidaya ikan tersebut.

Lebih lanjut menurut Wendi, demikian ia disapa sehari-hari mengatakan; Berharap, semakin banyak masyarakat yang berkeinginan untuk melakukan budidaya ikan air tawar. Mengingat, selain memiliki manfaat ekonomis (bisa dijual) juga bisa sebagai penambah gizi yang menyehatkan dan gratis. Selain juga dengan cara budidaya ikan air tawar seperti ini menjadi satu cara agar mengurangi aktifitas masyarakat di hutan (membuka) lahan, dengan adanya budidaya. Yum kite budidaye ikan!, masyarakat sejahtera dan hutan terjaga, tuturnya lagi.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung