Petrus Kanisius
Petrus Kanisius karyawan swasta

Belajar menulis

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Artikel Utama

Tidak Boleh Hilang, Ruang Lingkup Ini Berjalin Langsung dengan Manusia

18 Mei 2018   14:47 Diperbarui: 19 Mei 2018   10:05 2029 7 1
Tidak Boleh Hilang, Ruang Lingkup Ini Berjalin Langsung dengan Manusia
Hutan yang terbakar atau dibakar pada tahun 2015 lalu di wilayah Sungai Laur. Foto dok. Yayasan Palung

Berbicara tentang lingkungan hidup begitu luas, akan tetapi ruang lingkup manusia yang bersentuhan langsung dengan manusia setidaknya ada empat hal dan itu harus ada serta tidak boleh salah satunya terganggu atau hilang.

Apa sajakah 4 hal ruang lingkup yang harus ada bersentuhan langsung dengan manusia tersebut?

Pertama, udara. bagaimana jadinya bila manusia atau makhluk hidup tanpa udara? Udara sebagai nafas hidup makhluk hidup hingga kapan pun harus ada. Bagaimana pula apabila tidak ada udara di muka bumi ini? jawabanya manusia akan sulit bernafas. Tidak terkecuali misalnya ketika orang yang sedang sakit dan ketika ia kesulitan bernafas maka ia kakan dibantu oleh nafas buatan berupa oksigen.

Kedua, air. Air sebagai sumber hidup. Ketika membuat makan berkuah, minum, masak, mencuci, mandi maka sangat memerlukan air. Musim kemarau tiba, apabila sumber air tidak ada maka akan sulit mendapatkan air (air bersih) untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.  Tidak sedikit contoh wilayah yang gersang tidak memiliki cukup banyak sumber air dan itu menjadi tantangan berat bagi tidak sedit manusia sebagai pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketiga, tanah. Tanah menjadi sesusatu yang paling penting dalam tatanan kehidupan makhluk hidup di bumi. Adanya tanah selain menjadi tempat untuk berdiam (rumah), tetapi juga sebagai tempat untuk bertani dan bercocok tanam.  Hal lainnya juga, tanah sebagai penyedia unsur hara (sumber vitamin dan sumber makanan bagi tumbuh-tumbuhan) dan penyuplai makanan bagi makhluk di dalam tanah seperti cacing misalnya.

Keempat, hutan; hutan menjadi tempat yang nyaman bagi kehidupan beragam satwa seperti orangutan, kelempiau, kelasi,  burung enggang/tingang. Adanya hutan juga sebagai penopang kehidupan. 

Hadirnya hutan sebagai penyerap sumber air dan penghalau banjir serta tanah longsor, selain juga sebagai penyimpan oksigen. Adanya hutan juga sebagai penyedia sumber pakan (makanan) seluruh makhluk hidup yang mendiami hutan, termasuk manusia mendapat manfaat dari hutan berupa sandang pangan dan papan.

Bagaimana jika salah satu atau salah duanya hilang? Sudah pasti, keseimbagan ekosistem di bumi akan terganggu. Bila hutan yang rusak maka akan berdampak pada akan terjadinya banjir, banjir bandang, tanah longsor. 

Apabila sumber air sudah sulit didapat maka mahluk hidup akan sulit atau kesulitan untuk bertahan hidup. demikian juga apabila tanah dan udara tidak tersedia maka semua makhluk hidup semakin sulit bertahan dalam tatanan kehidupannya.

Walaupun udara, tanah, air dan hutan masih ada, akan tetapi kondisinya kini jika boleh dikatakan sudah semakin berkurang dari tahun ke tahun dan sangat memprihatinkan keadaannya. 

Tidak jarang terganggunya empat hal ruang lingkup yang bersentuhan langsung dengan manusia tersebut (tanah, air, udara dan hutan) sering kali mendera dan memperlihatkan kepada kita yang sejatinya mereka jangan sampai terganggu atau pun hilang, dengan kata lain harus ada. 

Lihat dampak banjir, tanah longsor dan kejadian lainnya yang terjadi, tidak terkecuali hilangnya luasan tutupan hutan yang bedampak juga kepada satwa yang keadaannya semakin terhimpit dan diambang kepunahan. 

Selain juga dampak dari terbakarnya hutan sangat berpengaruh kepada nadi kehidupan. Lihat dampak asap yang timbul karena adanya kebakaran lahan yang luas menyebabkan terganggunya transportasi dan kesehatan. Hilangnya tajuk-tajuk pepohonan (hutan) tidak sedikit berdampak pada semakin sulitnya manusia untuk mendapatkan sumber air bersih.

Keadaan empat hal ini sesungguhnya juga sudah dalam tahapan yang harus menjadi kewaspadaan oleh semua pihak dan harus ada langkah untuk mengatasinya. Tidak cukup hanya regulasi untuk melarang mengambil dan mengeksploitasi SDA secara berlebihan, tetapi juga bagaimana menegakkan tata aturan tersebut menjadi nyata sehingga dengan demikian pula akan ada efek jera dan hutan, tanah, air dan udara bisa terjaga dengan baik. 

Hal lainnya adalah menjaga, merawat dan melestarikan ruang lingkup lingkungan hidup dengan cara sederhana seperti misalnya menanam dan memumpuknya dengan rasa cinta, kebijaksanaan dan dangan hal-hal kecil lainnya. Sebagai pengingat, empat ruang lingkup lingkungan hidup berupa hutan, tanah, air  dan udara menjadi tanggungjawab semua dan bersama pula untuk keberlanjutan yang harus tetap ada. Jika tidak, maka akan berdampak langsung kepada manusia apa yang disebut bencana.

Petrus Kanisius-Yayasan Palung