Mohon tunggu...
Petrus Kanisius
Petrus Kanisius Mohon Tunggu... Belajar Menulis

Belajar menulis, suka membaca dan jalan-jalan ke hutan

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Masyarakat Lokal Belajar GIS dan Investigasi Sebagai Panduan Singkat Ketika Bertugas

9 Desember 2016   15:48 Diperbarui: 9 Desember 2016   15:58 0 4 2 Mohon Tunggu...
Masyarakat Lokal Belajar GIS dan Investigasi Sebagai Panduan Singkat Ketika Bertugas
Saat penyampaian materi tentang GIS dan Investigasi. Foto dok. Yayasan Palung dan Greenpeace

Bertempat di kantor Yayasan Palung,  sekitar 23 peserta  terlihat sangat antusias dan semangat ketika mengikuti pelatihan (belajar) Global Iinformation System (GIS) dan Investigasi sebagai panduan dasar bagi masyarakat lokal ketika bertugas di lapangan. Pelatihan yang diselenggarakan tersebut berlangsung sejak hari selasa hingga rabu (6-7 Desember 2016), kemarin.

Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama yang terjalin antara Yayasan Palung dan Greenpeace tidak lain sebagai panduan singkat, pengetahuan dasar bagi peserta pelatihan untuk meningkatkan pengetahun bagi masyarakat lokal dengan harapan mampu menererpkannya ketika bertugas di lapangan.

Sebelum penyampaian materi pelatihan, diawali dengan maksud dan tujuan diadakannya pelatihan. Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah, menciptakan SDM yang handal dalam bidang GIS serta menciptakan SDM yang mampu menerapkan informasi dan teknologi spasial secara profesional. Selain itu juga bertujuan untuk membangun SDM yang handal dibidang investigasi dalam mengungkap suatu kejadian atau fakta di lapangan serta menyiapkan tenaga-tenaga yang handal dalam menjalankan investigasi.

Saat pengambilan titik koordinat dengan GPS. foto dok. Yayasan Palung dan Greenpeace
Saat pengambilan titik koordinat dengan GPS. foto dok. Yayasan Palung dan Greenpeace
Dalam kegiatan tersebut, hari pertama, Selasa (6/12/2016), pemateri dari Greenpeace, Gex Alzaman menyampaikan materi terkait tehnik investigasi. Bagimana cara melakukan tugas investigasi yang baik salah satunya dengan melakukan berbagai cara seperti penyamaran. Selain itu juga dalam melakukan investigasi harus dilengkapi dengan berbagai alat pendukung antara lain seperti kamera dan Global Positioning System (GPS) dan perlengkapan lainnya termasuk bagaimana mengatasi resiko yang harus dihadapi ketika sedang bertugas di lapangan. 

Pada hari ke dua pelatihan, Rabu (7/12/2016), peserta diajak untuk mengenal, menggunakan alat-alat seperti GPS, peserta pelatihan diajak mempraktekannya dengan mencari lokasi dan mengambil titik-titi koordinat yang telah ditentukan oleh pemateri melalui peta GPS yang ada di handphone. Selanjutnya peserta memasukan data yang dipraktekkan tersebut kedalam program GIS.

Pengambilan titik koordinat dengan menggunakan handphone dengan program PDF Maps dan AndroiTS GPS. Foto dok. Kelompok dua pelatihan
Pengambilan titik koordinat dengan menggunakan handphone dengan program PDF Maps dan AndroiTS GPS. Foto dok. Kelompok dua pelatihan
Dalam melakukan praktek peserta dibagi dalam tiga kelompok, ketiga kelompok diwajibkan dengan berjalan kaki, di tengah teriknya mentari untuk mengambil titik-titik koordinat sesuai petunjuk berdasarkan peta yang telah ditentukan dengan jarak pengambilan titik keseluruan di area 2-3 km di wilayah Ketapang (di mulai dari Jl. Kol. Sugiyono- Jembatan Pawan I). Para peserta tampak bersemangat ketika  diminta oleh panitia untuk mengambil titik-titik koordinat dan memotret tempat yang ditentukan titik, seperti misalnya; titik pertama pertama memulai pengambilan titik, penentuan titik jalan, bundaran ataupun tempat ibadah dan lain sebagainya. Tujuan dari praktek ini tidak lain, ketika di lapangan peserta pelatihan dapat mengambil titik dan menentukan titik koordinat suatu wilayah, tempat dan lain sebagainya sebagai sebuah data dalam melakukan investigasi selanjutnya masing-masing dari tiga kelompok mempresentasisikan hasil dari praktek pengambilan titik-titik koordinat mereka dimasukkan (ditransfer) kedalam peta data pada program GIS. Adapun sebagai pemateri di hari kedua adalah Sapta dari Greenpeace Indonesia.

Peserta pelatihan melintasi jalan raya untuk mengambil titik koordinat. Foto dok. Kelompok 3
Peserta pelatihan melintasi jalan raya untuk mengambil titik koordinat. Foto dok. Kelompok 3
Pengenalan tentang dasar-dasar GIS dan Investigasi diharapkan dapat berguna dan diaplikasikan ketika di lapangan melakukan pemetaan titik api, investigasi dan lain sebagainya. Demikian dikatakan oleh Sapta, salah satu pemateri pada saat pelatihan berlangsung.  

 Peserta yang ikut dan hadir sebagai peserta, terdiri dari masyarakat lokal seperti perwakilan dari Aliansi Masyarakat Adat (AMA) Kendawangan, Jelai Hulu, Pasukan Pemadam Api, Yayasan Palung dan Relawan, Yayasan IAR Indonesia dan Balai Konservasi Wilayah 1 Ketapang dan Manggala Agni.

Agus Trianto dari GPOCP/YP, salah seorang peserta pelatihan mengutarakan pendapatnya terkait pelatihan yang dia ikuti, “Pelatihan GIS dan Investigasi yang diselenggarakan ini sangat bermanfaat bagi peserta khususnya diri saya yang terkadang terlibat dengan kegiatan yang berkaitan dengan GIS”.

Selain itu menurut Nun Fauzen salah seorang peserta dari Relawan RebonK  mengatakan, “pelatihan ini sangat membantu masyarakat lokal khususnya saya karena hasil dari pelatihan ini bisa diterapkan dapat membantu masyarakat lokal dalam melindungi lahan dan hutan yang dikelola dan dijaga oleh masyarakat”.

Sedangkan Terri Breeden selaku Direktur Yayasan Palung, mengatakan; Yayasan Palung sangat senang bekerjasama dan berkoordinasi dengan Greenpeace Indonesia untuk memberikan pengetahuan tentang GPS dan GIS dan pelatihan Investigasi kepada masyarakat lokal. Selain itu, keahlian yang diperoleh dari pelatihan ini akan sangat menguntungkan masyarakat di Seluruh Kalbar dengan manajemen lahan yang lebih baik, ujar Terri lebih lanjut.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2