Mohon tunggu...
Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Mohon Tunggu... Lainnya - Abdi Negara Citizen Jurnalis

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer). Portal berita: publiksulsel.com

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Keren, Isi Waktu Senggang Pengemudi Bentor Ini Pilih Membaca Koran

17 Juni 2021   19:50 Diperbarui: 17 Juni 2021   20:09 418
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pengemudi becak motor membaca koran, keren (dokpri)

Seiring perkembangan jaman, semakin jarang terlihat tukang becak di kota Metropolitan khususnya Makassar membaca koran.

Dulu di beberapa kota, koran menjadi idola bagi pembacanya termasuk tukang becak. Namun seiring perkembangan jaman, membaca koran diatas becak jarang ditemukan. Akan tetapi saya mendapati langsung pemandangan keren banget hari ini, dimana pengayuh becak mengisi waktu senggang dengan membaca koran di jok becaknya.

Karuan saja, peristiwa langka inipun saya abadikan melalui kamera ponsel.

Selain membaca koran, becak itu tertulis pesan menyentuh hati, yakni "Umur Boleh Tua Tapi Selera Muda - MBA," yang tertulis pada sebuah becak motor yang mangkal di jalan Bulusaraung Makassar. Kamis, 17/6/2021 siang.

Pemandangan luar biasa ini saya dapati sepulang dari sebuah tempat penyimpanan perangkat server dibilangan Jalan Jendral Sudirman Makassar.

Entah apa maksud pesan MBA itu, bisa jadi Master of Business Administration (MBA) gelar Magister Administrasi Bisnis, atau Makin Bosan Aja, asal bukan Makin Botak Aja ya. Biarkan saja pemilik becak dan Tuhan Yang Maha Esa yang tahu.

Sembari menunggu pete-pete atau angkutan umum jurusan Sentral Sudiang ngetem menunggu penumpang, tanpa sengaja mata ini tertuju pada sosok bapak-bapak berkaos merah tengah asyik nangkring membaca koran diatas becaknya sembari menanti pelanggannya datang.

Umur boleh tua, selera muda (dokpri)
Umur boleh tua, selera muda (dokpri)
Bapak berkaos merah itu begitu serius membaca berita yang diinformasikan melalui koran lokal Makassar, entah apa yang dibacanya yang jelas bapak atau daeng becak itu memperlihatkan budaya membaca, dimana saja, kapan saja, sekalipun itu diatas becak sambil menunggu penumpang menghampirinya.


Tentu sebuah pemandangan langka ditengah hingar bingarnya informasi yang beredar di media sosial berbasis android. Pemandangan berbeda tepat di depan mata, bahwa memanfaatkan waktu senggang dengan membaca koran adalah sesuatu yang mengagumkan, bukan karena berprofesi sebagai Eksekutif, Legislatif maupun Yudikatif, melainkan pengemudi bentor.

Bapak pengemudi bentor (becak montor) itu melengkapi becaknya dengan koran sebagai bacaan sebagai sarana ilmu pengetahuan.

Dan saya sengaja enggan mengusik pengemudi becak montor berkaos merah yang asyik membolak-balik lembaran koran itu, seakan ia penasaran akan informasi yang tersaji di koran. Bukan tanpa sebab mengapa tukang bentor yang mangkal di jalan Bulusaraung Makassar ini membaca koran sekaligus mengusir kejenuhan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun