Mohon tunggu...
Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Mohon Tunggu... ASN (Aparatur Sipil Negara)

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Kuliner Pilihan

Usaha Warung Mie Jawa Tradisional Rambah Pasar Global

11 Juni 2019   13:30 Diperbarui: 11 Juni 2019   14:57 0 6 0 Mohon Tunggu...
Usaha Warung Mie Jawa Tradisional Rambah Pasar Global
Usaha Warung Mie Jawa Tradisional Rambah Pasar Global/dokpri

Usaha Kuliner Mie Jawa Solo ini sudah menempati pelataran Lorong Sungai Saddang IV lebih kurang 30 tahunan lamanya bertahan hingga sekarang ini, awalnya hanyalah warung mie tradisional, seiring pesatnya persaingan industri ekonomi 4.0 dibarengi kecanggihan teknologi, maka warung mie ini pun merambah pasar global melalui aplikasi online AppStore Grabfood.

Racikan tangan dingin Sang Koki melahirkan bumbu andalan yang terdiri dari rempah rempah tradisional dan tentunya Alami, ditambah taburan sayuran kol dan daun sawi sangat menambah cita rasa, taburan bawang goreng ajian pamungkas penggugah selera.

Pakde Marmo, sang pendiri Warung Mie Jawa dikawasan sungai Saddang, begitu sapaan akrabnya, bertubuh ramping berambut keriting acapkali mengumbar senyum, sehingga mudah dikenali pelanggannya.

Pakde Marmo tidak sendiri, disampingnys berdiri seorang istri setia dan pengertian begitu cekatan pesanan Mie para pembeli, baik makan ditempat maupun take a way alias dibungkus untuk dibawa pulang.

GrabFood/dokpri
GrabFood/dokpri
Waktu begitu cepat berlalu hingga bisnis kuliner warisan leluhur berbasis Kuliner lokal dilanjutkan oleh Sang Kemanakan. Hal ini lantaran keturunan langsung atau anak kandung Pakde Marmo tidak ada mau melanjutkan dikarenakan bisnis ini lantaran sesuatu dan lain hal, yaitu melanjutkan usaha sang ayah di tanah Jawa, yakni bisnis pertanian.

Sang kemanakan yang akrab dipanggil Mas Sugianto, mempunyai tipikal tidak jauh beda dengan Sang Om, murah senyum dan penuh canda kepada para konsumennya, sehingga siapapun yang datang betah berlama-lama duduk disana. Apatah lagi, tidak ada larangan "Dilarang Merokok" tentu ini nilai tambah tersendiri.

Lokasi Lapak Mie Jawa/dokpri
Lokasi Lapak Mie Jawa/dokpri
Olehnya, Era persaingan Revolusi Industri 4.0 menjadikan sang pemiliknya Mas Sugiyanto kuliner lokal ini pun disulapnya menjadi kuliner kekinian dengan memindahkan lokasi warungnya dari dalam Lorong IV Sungai Saddang ke jalan poros Sungai Saddang no 72/74 disamping Coto Sungai Saddang. Tidak berhenti disitu, guna merambah dunia digital melalui jasa aplikasi GrabFood dengan Brand "Warung Mie Jawa Solo Maricaya Baru," tujuannya memasarkan mie Jawa tradisional ke level global sekaligus memudahkan para konsumen mencari kuliner tradisional khas Jawa yaitu, Mie secara daring. 

Lokasi lapaknya sangat mudah diakses, halaman parkir cukup luas, dapat menampung lebih banyak kendaraan konsumen serta lebih menghemat waktu bagi pelanggan yang sibuk. Untuk mencari lapaknya juga gampang kok, pokoknya ada tenda warna hijau bergambar wayang memudahkan pemburu mie jawa.

Waktu berjalan tanpa terasa sudah melewati seperempat abad, akan tetapi cita rasa kuliner lokal ini tetap tidak berubah, mulai dari racikan mie goreng atau kuah hingga menu tambahan seperti Nasi goreng Jawa serta minuman Es Teh Manis tersedia secara tradisional dan dibuat dengan cara diseduh, gendhing-gendhing jawa melengkapi literasi kuliner tradisional satu ini.

Semoga kuliner lokal ini dapat bertahan walau bombardir berbagai varian kuliner brand luar.