Subhan Riyadi
Subhan Riyadi Pegawai Negeri Sipil

Stop! Rasialisme anti minoritas apa pun harus tak terjadi lagi di Indonesia. Sungguh suatu aib yang memalukan. Dalam lebih setengah abad dan ber-Pancasila, bisa terjadi kebiadaban ini kalau bukan karena hipokrisi pada kekuasaan (Pramoedya Ananta Toer).

Selanjutnya

Tutup

Bola

Sriwijaya FC Babak Belur di Markas Barito Putera

11 September 2017   10:04 Diperbarui: 11 September 2017   10:10 508 5 2
Sriwijaya FC Babak Belur di Markas Barito Putera
Sriwijaya FC Babak Belur di Markas Barito Putera (sumber gambar: bola.com)

Sriwijaya FC benar-benar dibuat babak belur melakoni laga tandang pekan ke-23 Liga 1 2017 di Stadion 17 Mei Banjarmasin, Ahad (10/9) pukul 19.30 WIB markas kebesaran Barito Putera. Hasil minor tersebut untuk kedua kalinya dialami Sriwijaya, setelah sebelumnya dilumat Persib Bandung 4-1. Kembali jatuh ke lobang yang sama, SFC terjungkal melakoni laga lawatannya ke Banjarmasin, mereka berhasil dipermalukan Barito Putera dengan skor 2-0.

Sial bagi Sriwijaya FC memasuki menit ke 17 babak pertama sontekan pelan bek Hansamu Yama berahsil mengoyak jala kiper Sandy Firmansyah usai memanfaatkan tendangan bebas Matias Cordoba. Stadion 17 Mei Banjarmasin sontak bergemuruh menyambut gol babak pertama Hansamu. Skor 1-0 bagi Barito Putera.

Tersengat dengan gol Hansamu, Sriwijaya FC memberikan respons. Peluang didapat Hilton Moreira pada menit ke-20, tapi sepakannya dapat ditepis Aditya Harlan. Selang empat menit kemudian, tendangan Alberto 'Beto' Goncalves menyamping tipis di sisi kiri gawang.

Menjelang babak pertama berakhir, Barito Putera sukses menggandakan keunggulan. Umpan Willian Lira diselesaikan Douglas Packer memanfaatkan kemelut di depan gawang Sandy, sambil menjatuhkan badan pemain jebolan tim Juventus Italia tersebut nyaman menceploskan bola. Barito Putera unggul atas Sriwijaya FC 2-0 di paruh pertama.

Memasuki babak kedua Barito Putera tetap memeragakan permainan agresif. Begitupun Sriwijaya FC, tertinggal dua gol permainan mereka langsung mengebrak pertahanan Barito Putera untuk memperkecil devisit gol. Sayangnya, peluang yang didapat Beto masih belum menemui sasaran, karena sundulannya melenceng tipis di sisi kanan gawang.

Sebaliknya, Barito Putera mampu menceploskan bola ke dalam gawang Sriwijaya FC pada menit ke-78. Namun golnya dianulir wasit, karena TA Mushafry dianggap melakukan pelanggaran kepada kiper pengganti Teja Paku Alam.

Menjelang pertandingan berakhir giliran gol Dandi Maulana Abdulhaq yang dianulir, karena sang pemain dianggap berada dalam posisi off-side. Kali ini selamatlah gawang Teja Paku Alam, andai gol tersebut disyahkan wasit, maka SFC menelan kekalahan yang sama dengan Persib 4-1. Skor 2-0 akhirnya menutup pertandingan.

Tambahan tiga angka mengangkat posisi Barito Putera ke peringkat delapan setelah mengumpulkan nilai 34. Sedangkan Sriwijaya FC tetap berada di peringkat ke-12 dengan 28 poin. Hasil mengecewakan SFC sudah sepatutnya disadari Manajemen untuk merombak skuad SFC, khususnya lini tengah dan lini belakang. Supporter pun berharap Laskar Wong Kito mampu menjaga trend positif di pertandingan berikutnya dan kembali ke jalur juara. Payo SFC, Bangunlah dari tidur panjangmu!

Makassar, 11 September 2017.