Mohon tunggu...
Puput Winarti
Puput Winarti Mohon Tunggu... -

Selanjutnya

Tutup

Money

Jadi Pengusaha Muda, Cara Jitu Bangun Indonesia

2 Desember 2016   05:09 Diperbarui: 2 Desember 2016   06:44 32
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber Gambar: sooperboy.com

Negeri kita ini tengah berpacu mengembangkan perekonomiannya, mendongkrak pendapatan dengan mengelola sumber daya dan memajukan masyarakat agar semakin sejahtera.

Harapannya, aktivitas ekonomi menggeliat dan kemudian diikuti terbukanya lapangan kerja anyar. Tenaga kerja pun dapat terserap yang sekaligus memangkas jumlah pengangguran.

Nah, pertanyaannya: apakah lantas kita hanya bisa melamar pekerjaan untuk bisa berkarya? Menjadi karyawan di perusahaan, menjadi Pegawai Negeri Sipil atau mengabdi sebagai anggota Polri dan TNI?

Itu semua memang pekerjaan mulia dan menjadi bentuk pengabdian pada negeri ini. Namun sekali lagi, apakah tidak ada jalan lain?

Jawabannya adalah: ada! Tanpa berstatus sebagai pegawai di suatu perusahaan atau menikmati gaji sebagai PNS pun, kita dapat berkontribusi pada bangsa ini. Yaitu, jadilah pengusaha produktif. Artinya, menjadi wirausahawan yang mampu menyediakan lapangan kerja bagi orang lain.

Pengusaha yang produktif berarti juga mampu meningkatkan nilai tambah dari suatu jasa atau barang yang menjadi fokus bisnisnya. Contohnya, berwirausaha kerajinan berbahan akar pohon bambu dari Kebumen yang disulap menjadi miniatur wajah manusia dan menjadi pajangan di ruangan.

Produksinya mampu mengolah akar bambu yang minim nilai ekonomis menjadi layak dipasarkan. Dari mulai produksi hingga pemasaran pun, tenaga kerja banyak terserap.

Dari contoh itu saja, sudah menggambarkan bagaimana berwirausaha memberikan dampak positif yang luas. Oleh karena itu, upaya memperbanyak anak bangsa yang menjadi pengusaha muda pun terus didorong oleh pemerintah maupun oleh kalangan pengusaha sendiri.

Dua Persen

Soal jumlah pengusaha, ada hitungan yang lazim dijadikan rujukan yaitu dari sosiolog David C Mclelland. Dalam bukunya The Achieving Society, dia menandaskan bahwa paling tidak dibutuhkan 2 persen pengusaha dari total jumlah penduduk agar sebuah negara menjadi makmur dan sejahtera.

Bagaimana dengan Indonesia? Dengan prosentase wirausahawan saat ini yang baru mencapai 1,65% dari 250 juta penduduk maka, untuk memenuhi jumlah ideal sebesar 2%, dibutuhkan tambahan pengusaha anyar sekitar 1 juta lagi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun