Inalova
Inalova

cewek yang hobi traveling dan menulis, senang berbagi pengalaman perjalanannya di sosial media dan blog. Mimpinya untuk terus keliling dunia sampai tua.

Selanjutnya

Tutup

Kuliner

Menu Sarapan di Palembang

27 Oktober 2018   13:51 Diperbarui: 27 Oktober 2018   15:53 847 3 1
Menu Sarapan di Palembang
Dokpri

Sebagai perantau yang sudah setahun lebih tinggal di Yogyakarta, saya sering merasa kangen dengan menu sarapan di Palembang. Banyak sekali jenis menu sarapan yang bisa dipilih dan tentu saja rasanya sangat lezat. 

Kuiner Palembang sangat kaya rasa karena asimilasi beragam budaya yaitu Melayu, Tionghoa, Arab dan India sehingga dalam sepiring makanan yang dihidangkan kita bisa merasakan keharmonisan beragam budaya tersebut. 

Begitu banyaknya pilihan menu sarapan, terkadang menjadi masalah tersendiri dalam memilih mau sarapan apa hari ini hehehe. Jadilah ganti-ganti menu sarapan tiap hari. 

Berikut saya buatkan daftar menu sarapan yang bisa ditemukan di Palembang karena banyak yang menjual dan menyukainya, sehingga relatif mudah ditemui kalau ingin mencicipi menu sarapan ini, bahkan ada warung yang menjualnya tidak hanya di pagi hari namun sampai malam hari juga.

1. Pempek 

Kayaknya ini menu sarapan sejuta umat di Palembang, tiap hari orang Palembang makan pempek lebih dari tiga kali sehari pun tidak akan pernah bosan anehnya. Makanan yang terbuat dari ikan dan tepung kanji ini selalu dirindukan oleh para perantau karena jika di luar Palembang rasa pempek dan cuko (saus hitam khusus) itu berbeda. Saya sering bercanda dengan teman yang membedakan cuko Palembang kenapa enak itu karena airnya berasal dari sungai Musi, kalau pakai air di daerah lain rasanya jadi tidak enak. 

Dokpri
Dokpri
2. Laksan dan Celimpungan

Laksan dan Celimpungan merupakan makanan yang terbuat dari adonan ikan dan tepung kanji yang berkuah santan. Bentuk Laksan seperti pempek lenjer yang dipotong agak tipis dengan kuah seperti lontong yang pedas karena menggunakan cabe pada campuran bumbunya sementara Celimpungan berbentuk seperti tekwan/bakso ikan yang agak besar dengan kuah santan berwarna kuning mirip kuah opor. Meskipun berkuah santan makan Laksan dan Celimpungan sebagai menu sarapan tidak eneg atau terasa berat. 

3. Model dan Tekwan

Kedua jenis makanan ini masih makanan turunan pempek yang terbuat dari ikan dan kanji hanya saja berkuah kaldu udang yang gurih. Di dalam semangkuk Model terdapat pempek isi tahu atau telur, diberi sohun, potongan timun dan taburan bawang goreng lalu disiram kuah kaldu udang yang panas kemudian bisa ditambah cabe rawit dan jeruk kunci sebagai pelengkap. 

Sementara Tekwan berbentuk seperti bakso ikan tapi tidak bulat, penyajian Tekwan mirip dengan model. Selain udang, bahan yang dicampurkan di kuah Model dan Tekwan ada jamur kuping, potongan bengkuang dan bunga sedap malam. Bahan-bahan tersebut yang memberi rasa Model dan Tekwan menjadi khas dan kaya rasa.

4. Mie Celor

Dinamakan Mie Celor karena mie dalam hidangan ini dicelupkan (celorkan ke air panas) hingga menjadi lunak kemudian diletakkan di dalam piring, disiram dengan kuah kental gurih berbumbu yang terbuat dari kaldu udang dan santan. Mie yang digunakan teksturnya kenyal dan berukuran lebih besar daripada mie pada umumnya. 

Rahasia warna kuning kemerahan pada kuah Mie Celor didapat dari rebusan kepala udang yang digunakan. Mie Celor dilengkapi tambahan telur rebus, irisan daun kucai, taoge rebus dan potongan udang sungai. Tidak banyak penjual Mie Celor di Palembang namun menu sarapan ini ada beberapa yang menjualnya, Mie Celor yang paling terkenal dapat dibeli di warung H. Syafei Pasar 26 Ilir.  

img-20170114-105216-hdr-5bd405f112ae94039f0729be.jpg
img-20170114-105216-hdr-5bd405f112ae94039f0729be.jpg
5. Martabak HAR 

Makanan dengan pengaruh India karena terdapat bumbu kari di dalamnya. Makanan ini dibuat dari tepung dan minyak yang dipuntir-puntir di meja sehingga menjadi kulit yang pipih dan tipis, lalu diisi dengan telur ayam atau bebek kemudian digoreng di wajan lebar saampai matang dan garing. Martabak telur ini disajikan bersama kuah kari daging dan kentang yang kental, terdapat potongan cabe rawit sebagai pelengkap bagi yang suka pedas. 

Dokpri
Dokpri
Dinamakan Martabak HAR karena yang mempopulerkan kuliner ini di Palembang adalah Haji Abdul Rojak (HAR) sehingga martabak telur kuah kari ini menjadi populer disebut Martabak HAR.  Warung Martabak HAR banyak cabangnya di Palembang namun yang paling tua terdapat di dekat Masjid Agung Palembang.

 Walaupun sekarang yang menjual martabak telur kuah kari sudah menjamur dan bukan hanya warung milik HAR, masyarakat Palembang sudah terlanjur melekatkan nama kuliner ini menjadi Martabak HAR meskipun bukan HAR yang menjual. 

6. Burgo dan Lakso

Kedua makanan ini terbuat dari tepung beras berkuah santan. Burgo berbentuk seperti gulungan telur dadar pipih berwarna putih, dibuat dari adonan tepung beras yang dikukus kemudian digulung dan dipotong-potong sementara Lakso berbentuk seperti mie berukuran besar yang juga terbuat dari adonan tepung beras. Burgo berkuah santan berwarna putih dan gurih karena di dalam bumbunya dicampur dengan daging ikan gabus. Lakso berkuah santan berwarna kuning karena ada campuran sedikit kunyit di bumbunya.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2