Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Pesan untuk Mimi

3 Agustus 2022   20:19 Diperbarui: 3 Agustus 2022   21:13 162 41 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Ilustrasi gambar oleh Mourizal Zativa dari Unsplash

Aku tidak mencintai kamu, Mimi. Kamu sudah salah mengartikan perhatian dan kebaikanku selama ini. Aku baik karena aku kasihan denganmu. Tidak banyak orang yang betah berkawan denganmu di sekolah atau di tempat kursus. Kamu itu orangnya telat mikir, kadang-kadang judes, ember bocor, pelupa. 

Jangankan cowok, teman cewek saja tidak ada yang benar-benar mau jadi sahabatmu. Si Niken, Tesa, Airin, aku tahu mereka selama pura-pura jadi teman kamu saja. Kalau kamu bukan anak pengusaha kaya, mungkin sikap mereka akan berbeda. 

Sekali lagi aku tidak mencintai kamu. Maaf ya kalau kata-kataku kasar. Aku harus klarifikasi seperti ini karena sudah tiga kali aku dengar kamu bilang ke teman-teman kelasku kalau kita pacaran.

Edo membaca kembali rentetan kata-kata yang sudah diketik di aplikasi perpesanannya. Dia harus membaca sekali lagi dengan hati-hati, untuk memastikan pesannya jelas dan tidak multitafsir sebelum tombol send ditekan. Si Mimi ini kadang harus dijelaskan dengan detail dan gamblang baru benar-benar paham.

Satu kali dibaca dari awal sampai akhir, masih ada kesalahan typografi yang segera diperbaiki. Dua kali dibaca, Edo mulai merasa sepertinya kata-katanya terlalu kasar. Tiga kali dibaca, Edo jadi kepikiran bagaimana ya kalau Mimi jadi sedih dan tidak mau berkawan dengannya lagi?

Sebelum membaca yang ke-empat kali, gawainya berbunyi nyaring. Foto dan nama Mimi terpampang di layar gawainya.

Edo segera menjawab panggilan tersebut.

"Ed, lagi ngapain?"

"Mm... nggak ngapa-ngapain kok. Nonton TV aja."

"Eh, makan di restoran korea yuk, yang all you can eat di tempat biasa. Aku yang bayar deh."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan