Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Cerpen: Origami Pesawat dari Uang Kertas

8 Desember 2021   19:59 Diperbarui: 8 Desember 2021   20:00 295 61 12
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
ilustrasi gambar dari pixabay.com

Ilmu melipatgandakan uang baru saja tuntas dipelajari Maruk, seorang mantan preman di pasar rakyat yang baru saja dibenahi wali kota.

Caranya, dia harus membuat origami pesawat dari uang kertas, lalu diterbangkan dengan mantra tertentu. Jika mantra yang diucapkan benar, maka pesawat tersebut akan datang kembali membawa dua atau tiga pesawat dari uang kertas lainnya. Ilmu ini diperolehnya dari salah satu sesepuh dunia perjudian.

Kebenaran ilmu tersebut akan segera dibuktikan Maruk. Dia pun mengasingkan diri pada daerah puncak, di luar kota. Di memilih sebuah taman yang sangat tenang agar tidak ada gangguan dari orang lain selama menjalankan aksinya.

Maruk pun mengambil selembar uang kertas dari dompetnya lalu melipatnya menjadi pesawat-pesawat mungil. Sebelum pesawat kertas diterbangkan, dia menutup matanya lalu melafalkan mantra yang sudah dipelajari. Setelah itu dia meniup sayap pesawat kertas itu kemudian melemparnya ke angkasa, membiarkannya terbang pasrah mengikuti ke mana angin membawanya.

Setelah itu Maruk duduk menunggu, berharap mantranya manjur, agar pesawat yang kini hilang dari pandangan kembali membawa pesawat dari uang kertas lain bersamanya.

Awalnya Maruk menunggu dengan sabar. Tapi setelah berjam-jam kemudian, dia menjadi gelisah. Tidak ada tanda-tanda pesawat kertas apapun muncul di sekitar taman.

Jangan-jangan mantranya salah, batinnya.

Dia pun mengambil kertas kecil berisi salinan mantra dari saku kemejanya. Sudah cocok.

Dia pun mengeluarkan uang kertas yang lain dari dalam dompet, melipatnya menjadi pesawat kecil dan menerbangkannya juga, kemudian menunggu. Tapi tetap nihil hasilnya.

Demikian dilakukannya berulang kali, sampai tidak tersisa selembar pun uang kertas di dalam dompet.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan