Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Administrasi - Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Aksi untuk Net-Zero Emissions Dimulai dari Diri Sendiri

22 Oktober 2021   12:05 Diperbarui: 22 Oktober 2021   12:07 233 51 8
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
ilustrasi gambar dari kompas.id (shutterstock)

Kesadaran mengenai dampak perubahan iklim (climate change) kian menjadi perhatian masyarakat global. Isu-isu lingkungan seperti efek rumah kaca, pengurangan jejak karbon (carbon footprint), energi bersih dan sebagainya semakin sering jadi bahan pembicaraan.

Dahulu ada anggapan kalau pengurangan emisi karbon yang memicu pemanasan global adalah tanggung jawab negara-negara industri semata. Kini anggapan tersebut telah berubah. Tidak bisa dipungkiri, kita yang hidup di atas bumi ini adalah sebuah ekosistem besar yang terhubung satu sama lain. Dampak lingkungan di suatu negara cepat atau lambat akan sampai ke negara lainnya. Jadi, mau tidak mau, pengurangan emisi telah menjadi tanggung jawab bersama.

Oleh karena itu, Net-Zero Emissions menjadi isu penting yang dibahas saat pertemuan internasional tentang perubahan iklim di Paris, Perancis pada Desember 2015. Pertemuan ini juga dikenal dengan nama COP 21. Negara-negara yang hadir saat itu menyepakati perjanjian yang disebut Perjanjian Paris (Paris Agreement) berisi kewajiban negara peserta mengumumkan target penurunan emisinya.

Target Net-Zero Emissions 

Indonesia sebagai salah satu negara yang ikut meratifikasi Paris Agreement tidak terkecuali.  Menindaklanjuti hasil COP 21 ini, pemerintah telah menyusun rencana penurunan emisi melalui sinergi beberapa kementerian dan diharapkan target ini bisa dicapai antara tahun 2045-2060.

Sebagai pengambil kebijakan strategis, pemerintah memang memiliki peran yang penting untuk mewujudkan target besar tersebut. Dimulai dari membuat regulasi-regulasi penunjang sampai kepada pendanaan riset dan alih teknologi yang biasanya membutuhkan biaya besar sehingga sulit dilirik sektor swasta.

Karena (sekali lagi) kita adalah penghuni sebuah ekosistem besar, penurunan emisi ini pun menjadi target bersama, bukan target pemerintah saja. Oleh karena itu aksi mengurangi jejak karbon untuk mendukung program Net-Zero-Emissions harus menjadi kesadaran bersama. Setiap individu bisa mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing di dalam aksi untuk lingkungan ini.

Memang sulit untuk tidak meninggalkan jejak karbon sama sekali karena jejak karbon adalah konsekuensi dari kemajuan peradaban. Perlu diketahui, jejak karbon tidak sesederhana gas buangan yang keluar dari knalpot kendaraan kita.

Emisi karbon dihasilkan dari nyaris seluruh sektor produksi di sekitar kita: pengolahan barang mentah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi, termasuk proses distribusinya. Akibatnya, baju yang kita kenakan, lauk pauk yang kita konsumsi sehari-hari bahkan pasta gigi yang kita pakai semuanya meninggalkan jejak karbon ke atmosfer. Jadi untuk benar-benar bisa menghilangkan jejak karbon, kita mungkin harus kembali menjalani hidup sebagai manusia prasejarah, tinggal di dalam gua dan hidup berburu untuk makan sehari-hari. Mustahil, bukan?

Net-Zero Emissions atau emisi nol-bersih sendiri tidak berarti kita berhenti menghasilkan emisi sama sekali. Tanpa melakukan apa-apa sekalipun, kita tetap saja menghasilkan karbon dioksida ke udara dari pernapasan kita. Yang dimaksud dengan Net-Zero Emissions adalah kita bisa menekan emisi pada tingkat paling rendah agar bisa diserap sepenuhnya oleh lingkungan. Dengan demikian tidak ada ekses emisi karbon yang mengendap di atmosfer.

Tapi karena sulit bukan berarti kita tidak bisa berkontribusi sama sekali. Segala aksi kita, sekecil apapun, selalu bisa memberi manfaat bagi kelestarian lingkungan. Mari melihat apa yang bisa kita lakukan, dimulai dari diri sendiri, lalu di komunitas terdekat.

Aksi Pribadi

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Lingkungan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan