Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup Artikel Utama

Ini Dia Penyebab Ibu-ibu Sein Kiri tapi Belok Kanan

12 Januari 2020   10:16 Diperbarui: 15 Januari 2020   20:58 1313 30 11 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Ini Dia Penyebab Ibu-ibu Sein Kiri tapi Belok Kanan
Ilustrasi perempuan mengendarai sepeda motor| Sumber: https://www.grid.id/

Tiga hari yang lalu saya bersama teman-teman kantor mengikuti rekoleksi yang bertema relasi inter-personal. Salah satu materinya adalah perbedaan emosi dan perilaku laki-laki dan perempuan yang dipengaruhi perbedaan struktur otak keduanya. Bagaimana hubungannya dengan judul artikel ini? Yuk, simak terus tulisannya.

Pertumbuhan struktur otak anak laki-laki dan perempuan berbeda satu sama lain. Otak kiri anak laki-laki berkembang lebih dahulu.

Oleh karena itu laki-laki cenderung menggunakan otak kirinya dalam menyelesaikan masalah. Otak kiri membentuk sikap rasional, runtut, hubungan sebab-akibat dan hal-hal logis lainnya.

Hal ini membuat laki-laki cenderung menjadi pribadi yang pragmatis. Semisal, dalam melakukan sesuatu, laki-laki lebih berorientasi pada hasil atau goal ketimbang prosesnya. Musababnya, Lobus parietal laki-laki sedikit lebih besar dari perempuan.

Lobus parietal adalah bagian otak yang bertanggung jawab untuk berpikir matematis. Oleh karena itu laki-laki biasanya lebih berpikir matematis dari perempuan.

Begitu pula untuk urusan fokus. Laki-laki lebih unggul dari perempuan. Ini membuat laki-laki lebih sesuai untuk profesi yang membutuhkan fokus tinggi serta analisis matematis seperti seperti pilot, mekanik, desainer bangunan, dan lain-lain.

Sayangnya, untuk urusan multitasking laki-laki kalah dari perempuan. Laki-laki hanya bisa fokus pada satu aktivitas dalam satu waktu. 

Jadi jangan heran saat lagi asyik menonton TV misalnya, laki-laki "nampak" tidak peduli pada keadaan di sekitarnya. 

Anak menangis, istri sedang mengajak ngobrol, jemuran kehujanan dan lain-lain. Ini bukan karena tidak peduli, tapi untuk berpindah fokus laki-laki membutuhkan usaha ekstra.

Untuk mendengarkan obrolan istri, dia harus mematikan fokus pada acara TV lebih dahulu sebelum menghidupkan fokus pada kata-kata sang istri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x