Mohon tunggu...
Pical Gadi
Pical Gadi Mohon Tunggu... Karyawan Swasta

Lebih sering mengisi kanal fiksi | People Empowerment Activist | Phlegmatis-Damai| twitter: @picalg | picalg.blogspot.com | planet-fiksi.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Puisi | Tembang Purnama

25 Mei 2019   19:56 Diperbarui: 25 Mei 2019   20:45 0 35 14 Mohon Tunggu...
Puisi | Tembang Purnama
gambar dari https://www.deviantart.com/sycen

Setiba di tepi purnama kamu boleh melukis apa saja dari pasir berwarna emas yang menghampar di bawah telapak kakimu. Tidak usah terburu-buru. Di atas sana, waktu tidak berlari seperti di bawah sini. Tidak perlu khawatir salah. Di atas sana, kesempurnaan tidak jadi tuntutan seperti di bawah sini.

Aku telah membuat origami kapal pinisi yang tujuh layarnya terbuat dari untaian doa. Dengan kapal itu aku berlayar ke langit malam, menyusuri bintang-bintang, aurora dan purnama-purnama lain yang berserakan di langit malam.

Setiba di antara purnama, maukah kamu melantunkan lagu rindu milik kita sebagai pandu agar kapalku tidak tersesat di antara purnama-purnama yang lain?

Setiba di tepi purnama kamu boleh melukis apa saja dari pasir berwarna emas yang menghampar di bawah telapak kakimu, atau terus bernyanyi dan menunggu kapalku tiba di tepian yang sama. Tidak usah takut memilih. Di atas sana tidak ada pilihan yang mengecewakan seperti di bawah sini.

Hanya satu yang bisa menghentikan tembang purnamamu

Matahari pagi!

Dia akan datang merenggut jiwa-jiwa yang menari di langit malam dan menghempaskannya keras-keras ke bawah sini, ke atas pembaringan-pembaringan fana. Dan kita pun menyadari, kita masih harus memperjuangkan hidup dan cinta dengan keringat serta air mata untuk sehari lagi, sampai tembang purnama berikutnya dinyanyikan lagi.

---

kota daeng, 25 Mei 2019