Humaniora

Bersama Santri Mengawasi Pilkada "Zaman Now" 2018 di Kediri

1 April 2018   01:40 Diperbarui: 1 April 2018   01:50 292 0 0
Bersama Santri Mengawasi Pilkada "Zaman Now" 2018 di Kediri
dokpri

Sosialisasi Pengawasan Partisipatif pada Pilgub dan Pilwali oleh Bawaslu dengan tema "Bersama Santri Mengawasi Pilkada Jaman Now 2018" digelar malam mini di Hutan Joyoboyo. Acara yang diselenggarakan Bawaslu Kediri ini dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur M.Amin, Ketua Panwaslu Kediri Yoni Bambang Suryadi, Ketua KPU Kediri Agus Rofik, Dandim Kediri Letkol Kav Dwi Agung Sutrisno, Kapolresta Kediri AKBP Anton Haryadi dan Plt Walikota Kediri Jumadi, sabtu (31/03/2018)

"Dilibatkannya Santri dalam program bawaslu, diharapkan bisa menjadi dukungan moral dan pengawasan bagi tahapan kepemiluan sehingga akan menjadikan sistem proses demokrasi yang dikenal berbiaya tinggi mampu membawa spirit positif mewujudkan sebuah Pemilu yang lebih baik dan menhasilkan kepemimpinan yang berkualitas sesuai dengan harapan masyarakat" kata Yoni Bambang Suryadi.

Dalam pengawasan lebih lanjut Yoni Bambang Suryadi menjelaskan, dalam kegiatan Santri mengawasi mengatakan langkah awal ini menjadikan bekal tambahan pengetahuan bagi santri itu sendiri yang juga sebagai pemilih pemula ikut berperan serta dalam pilkada, yang menginginkan bersih dan demokratis sehingga mampu menghasilkan Pemimpin harapan masyarakatnya.

"Tidak hanya Santri ,namun peran serta partisipatif dari berbagai elemen masyarakat yang peduli terhadap pilkada, bersama Bawaslu mewujudkan keadilan pemilu. Melalui pengawasan yang semakin meluas diharapkan juga mampu menekan tingkat pelanggaran dan ketidakberesan dalam setiap tahapan pemilu," pungkasnya.

Aacra ini juga dihadiri Danramil Kota, Pesantren dan Mojoroto, serta Kapolsek Kota, Pesantren dan Mojoroto. Selain itu, santriawan santriwati turut ambil bagian dalam acara tersebut sekaligus andil dalam ikrar anti hoax dan penandatanganan anti hoax.

Sementara itu, menurut AKBP Anton Haryadi, perkembangan kasus hoax serta mengingatkan kasus hoax yang terjadi di Kediri tentang isu penyerangan terhadap ulama tidak terulang kembali. Agar seluruh santri menjadi pioner dan menyampaikan kepada santri lainnya bersama perangi hoax dan cek serta ricek berita yang diterima. Agar bersama membantu Polri untuk mencegah terjadinya hoax dan penyebaran ujaran kebencian serta menolak politisasi sara dan money politik dalam Pilkada.

Masih ditempat yang sama, perihal kehadiran Santri yang ikut mengawasi menurut Agus Rofik, tidak merasakan kekhawatiran bahkan merasa terbantu dan mengharapkan peran serta Santri lebih aktif dalam membantu memberikan keterangan data yang dibutuhkan petugas dalam melengkapi daftar pemilih agar menjadi data yang valid.