Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Administrasi - Menulis untuk Perubahan

Saya lahir di Ohe, Sikka, Flores, NTT dan besar di Merauke, Papua. Menyelesaikan pendidikan SD-SMA di Merauke. Kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura. Saat ini aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat kampung di kabupaten Nabire.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Di Hadapan Kematian

17 Juli 2021   05:41 Diperbarui: 17 Juli 2021   05:41 82 6 2
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Hari-hari ini, kita mengalami kehilangan orang-orang yang kita cintai.

Mereka pergi dalam kesendirian.

Tak ada kata perpisahan.

Tak ada peluk erat.

Tak ada jabat tangan. 

Kisah perjalanan bersama berpuluh-puluh tahun, melintasi badai dan gelombang, mengalami dukacita dan sukacita bersama, berakhir dalam kesendirian.

 

Dada kita terasa sesak.

Di kejauhan, kita hanya melihat jasad kaku dalam peti.

Digotong "astronot" menuju liang lahat.

Di sana, kita pun berdiri dalam jarak puluhan meter.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x
LAPORKAN KONTEN
Alasan