Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Menulis untuk Perubahan

Saya lahir di Ohe, Sikka, Flores, NTT dan besar di Merauke, Papua. Menyelesaikan pendidikan SD-SMA di Merauke. Kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura. Saat ini aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat kampung di Asmat.

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Jalan Pulang

14 November 2020   08:26 Diperbarui: 14 November 2020   08:27 38 8 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Jalan Pulang
Jalan jembatan beton di Ayam, kecamatan Agats, Asmat, Juli 2020. Dokpri.

Dingin subuh membekukan sukma
Terlelap dalam gemerlap harta
Menikmati kemewahan dunia
Mengejar keinginan daging insani
Mengabaikan kesucian tubuh

Hidup mengalir dalam arus gelap
Melintasi sungai kotor tanpa rasa jijik
Tiba pada pelabuhan kenikmatan sesaat
Berjumpa kaum hedonis dalam gemerlap lampun warna-warni
Bersama menertawakan jiwa yang sedang terluka dan menjerit kesakitan

Hati telah membeku bagaikan es di puncak Cartenz
Adakah sang fajar akan mencairkannya?
Hati telah membatu bagaikan wadas di pegunungan Cyclop
Adakah setitik air mampu menghancurkannya?
Jiwa rindu melintasi jalan terang

Kembali ke rumah putih bercahaya kemilau
Menerangi jiwa yang kusam
Membersihkan tubuh berborok dan bau busuk
Menghirup kembali udara bersih
Memurnikan jiwa dan tubuh yang telah lama tercebur dalam lumpur dunia

Melintasi jalan pulang dalam terang abadi
Mengalirkan energi suci murni
Memancarkan cahaya memesona
Merengkuh insan melintasi jalan terang
Bersama melangkah memasuki rumah baru dalam balutan cahaya gemilang

Tatkala senja menjemput di pelabuhan rindu
Kembali memasuki rumah bercahaya putih kemilau
Duduk bersama pada meja perjamuan berlimpah susu dan madu
Saling memandang penuh senyum hangat
Menikmati roti dan anggur abadi

Agats, 14 November 2020; 05.12 WIT

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x