Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Menulis untuk Perubahan

Saya lahir di Ohe, Sikka, Flores, NTT dan besar di Merauke, Papua. Menyelesaikan pendidikan SD-SMA di Merauke. Kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura. Saat ini aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat kampung di Asmat.

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Waspada KLB HIV/AIDS di Asmat, Uskup Agats Terbitkan Seruan Gerakan Penanggulangan Bersama

13 November 2019   04:45 Diperbarui: 13 November 2019   05:05 132 1 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Waspada KLB HIV/AIDS di Asmat, Uskup Agats Terbitkan Seruan Gerakan  Penanggulangan Bersama
Mgr. Aloysius Murwito OFM menyerahkan cenderamata kepada pasangan keluarga yang memberi kesaksian pada pelaksanaan Musyawarah Pastoral ke-5 Keuskupan Agats, 7-13 Oktober 2019. Dokpri.

"Dalam upaya pencegahan terjangkitnya virus penyakit HIV/AIDS orangtua memainkan peranan penting. Orangtua sebagai pendidik pertama dan utama harus mendidik anak-anak mereka berkaitan dengan perilaku anak-anak mereka. Nilai-nilai tanggungjawab moral dalam perilaku hidup harus ditanamkan sejak dini oleh orang tua sehingga putera dan puteri mereka tumbuh dan berkembang menjadi remaja dan dewasa dengan sadar dan bertanggung jawab memilih perilaku kehidupan yang baik yang ditandai oleh pengurbanan dan keluhuran martabatnya sebagai manusia," tegas Uskup Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito OFM dalam surat gembalanya.

Saat ini, virus HIV/AIDS yang telah menelan puluhan ribu jiwa orang Papua sedang mengincar hidup dan masa depan orang Asmat. Menurut data tertulis, yang berhasil dihimpun tim HIV/AIDS Keuskupan Agats, sejak tahun 2012 di Asmat telah ditemukan 230 orang penderita HIV/AIDS. Sebagian mereka sudah meninggal dunia. Ada pasangan suami-istri berusia muda yang meninggal dunia akibat HIV/AIDS. Mereka mati sia-sia akibat perilaku seksual yang tidak aman (berganti-ganti pasangan seksual).  

Menyikapi mewabahnya HIV/AIDS di Asmat, Keuskupan Agats yang didukung oleh KOMPAK Papua menyelenggarakan "Pertemuan Lintas Sektor Penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Asmat" pada 7 Agustus 2019 di aula pastoral Keuskupan Agats. Pertemuan tersebut diikuti oleh semua pemangku kepentingan dari instansi pemerintahan Kabupaten Asmat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan petugas pastoral Keuskupan Agats.

Selain itu, Keuskupan Agats dan KOMPAK juga menyelenggarakan "Pelatihan Penjangkau dan Pendamping ODHA di Kabupaten Asmat," pada 8-10 Agustus 2019 di aula pastoral Keuskupan Agats. Pelatihan diikuti oleh Pastor paroki dan tim relawan paroki.

Berikut adalah surat gembala Gereja Katolik Keuskupan Agats, Mgr. Aloysius Murwito OFM terkait upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Asmat yang diterbitkan dengan judul, "Gereja Katolik Dalam Gerakan Penanggulangan Penyakit HIV/AIDS di Asmat"  dikeluarkan bertepatan dengan pelaksanaan kegiatan HIV/AIDS, tanggal 7-10 Agustus 2019, yang dilaksanakan oleh Keuskupan Agats dan KOMPAK Papua di aula pastoral Keuskupan Agats.

                                                                                                                                                  ***

                                                                "Gereja Katolik Dalam Gerakan Penanggulangan Penyakit HIV/AIDS di Asmat"

Gereja yang adalah persekutuan orang yang percaya kepada Yesus Kristus, sebagai Tuhan dan Juru Selamat, memperoleh tugas perutusan dariNya: "Pergilah dan wartakanlah Injil". Kita semua anggota Persekutuan orang yang percaya kepadaNya dalam himpunan Gereja Katolik di Keuskupan Agats ini adalah orang-orang yang mendapat tugas perutusan itu. Khususnya melalui pembaptisan kita, kita semua bukan saja diangkat sebagai anak-anakNya tetapi juga dipercaya dan dilibatkan dalam tugas perutusan mewartakan kabar sukacita kepada dunia sekitar kita.

Kita dibekali oleh bakat, kemampuan dan karunia lain  yang bermacam-macam, yang bisa digunakan untuk menjalankan tugas perutusan itu. Mulai dari tenaga yang kuat dan sehat, pikiran yang cerdas, ketrampilan-ketrampilan yang kita miliki. Disisi lain kita ditunjang oleh semangat dan daya-daya dari dalam yang mampu mendorong kita untuk melibatkan diri dalam tugas perutusan itu.

Sasaran kabar sukacita itu adalah  setiap orang, siapa saja, tanpa terkecuali. Namun di antara semua orang itu sasaran kita yang paling utama adalah bagi mereka yang menderita: mereka yang lemah tidak berdaya, mereka yang miskin, yang terpinggirkan - terlupakan dan yang dianggap sampah dalam masyarakat. Mengikuti teladan Yesus yang menjadi Tuhan dan guru, kita berupaya menjumpai dan melayani mereka  dengan penuh kasih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x