Mohon tunggu...
PETRUS PIT SUPARDI
PETRUS PIT SUPARDI Mohon Tunggu... Administrasi

Saya lahir di Ohe, Sikka, Flores, NTT dan besar di Merauke, Papua. Menyelesaikan pendidikan SD-SMA di Merauke. Kuliah di Sekolah Tinggi Filsafat dan Teologi (STFT) Fajar Timur, Abepura. Saat ini aktif dalam gerakan pemberdayaan masyarakat kampung bersama program LANDASAN Papua di Kabupaten Asmat.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

Guru Felix Karubaba Mendidik Anak-anak Asmat dengan Kasih

18 Mei 2019   22:34 Diperbarui: 20 Mei 2019   02:27 0 8 3 Mohon Tunggu...
Guru Felix Karubaba Mendidik Anak-anak Asmat dengan Kasih
Guru Felix Karubaba sedang bicara pada saat pelatihan Kepala SD se-kabupaten Asmat, 7 September 2018. Dokpri.

"Untuk mendidik anak-anak Asmat harus ada pendekatan dan bimbingan khusus. Saya menerapkan pendekatan kasih. Saya harus bersedia melepaskan ego dan harga diri saya serta bersedia mendengarkan dan melayani mereka. Kalau mereka tidak masuk sekolah, saya cari ke rumah. Di sana, saya cerita dengan orang tua mereka. Kalau ada yang sakit, kami bawa ke rumah sakit," tutur Felix Karubaba, Kepala SD YPPGI Agats, Jumat, (5-3-2019).                           

Cuaca di kota Agats cerah. Anak-anak Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Gereja-Gereja Injili (YPPGI) Agats mengenakan pakaian seragam olah raga. 

Mereka bermain bola di lapangan yang berada di halaman sekolah. Sebagian lainnya, sedang mengikuti pelajaran di dalam kelas.  Pada saat istirahat, para siswa berlarian ke kantin sekolah. Mereka membeli kue dan minuman yang tersedia di kantin. Sebagian lainnya, pergi ke Perpustakaan untuk membaca buku.  

Kini, kondisi SD YPPGI Agats tertata rapi. Halaman sekolah bersih. Gedung sekolah dicat warna biru. Beberapa pohon tumbuh di sekitar gedung sekolah. Suasana sekolah tampak sejuk.

Di sebelah Barat, tepatnya di area parkir terdapat gedung Perpustakaan. Sebelumnya, Perpustakaan hanya menjadi ruang menyimpan barang ronsokan. Buku-buku berserakan di lemari. Tetapi, saat ini Perpustakaan menjadi ruang yang menyenangkan bagi anak-anak. Mereka datang ke Perpustakaan dan mencari buku kesukaannya serta duduk membaca dengan tenang. Mereka dapat membaca ratusan judul buku yang tertata rapi di rak-rak Perpustakaan.

WC siswa dan guru tertata rapi di sebelah Utara. Kondisi WC bersih. Tidak ada bau menyengat. Anak-anak dapat menggunakan WC tanpa antri karena terdapat 5 unit. Di depan pintu masuk sudah terpampang tulisan, WC Putri dan WC Putra.

Perbaikan Tata Kelola Sekolah

Guru Felix menerima buku kegiatan LANDASAN Papua dari Septer Manufandu. Dokpri.
Guru Felix menerima buku kegiatan LANDASAN Papua dari Septer Manufandu. Dokpri.
"Sejak 23 Maret 2015, saya dilantik menjadi Kepala SD YPPGI Agats oleh Bupati Yuvensius Biakai. Kemudian, pada 14 November 2017, saya dilantik kembali oleh Bupati Elisa Kambu. Saya dan para guru berusaha pelan-pelan membenahi sekolah ini supaya menjadi lebih baik sehingga anak-anak bisa belajar dengan baik," tutur Felix Karubaba, putra serui kelahiran Merauke 1965 ini.

Felix menuturkan pada awal dirinya menjadi kepala sekolah, ia mengajak para guru untuk melakukan rapat dan membahas program kerja sekolah. 

"Sebagai pimpinan, saya selalu mengedepankan musyawarah. Kami bicara tentang kemajuan siswa. Kami juga bicara tentang pengembangan sekolah," tutur pria yang menyelesaikan pendidikan gurunya di SPG Yos Sudarso Merauke, tahun 1987 ini.

Sejak dirinya menjadi kepala sekolah SD YPPGI Agats sampai dengan saat ini, terjadi penambahan tiga ruang kelas, WC siswa, kantin dan taman kelas. 

"Kami dapat tiga ruang kelas dan WC dari Dinas Pendidikan. Lima kamar WC kami bangun menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Selain itu, kampung Bis Agats juga membangun satu unit WC siswa," tuturnya.

Di samping membenahi sarana infrastruktur SD YPPGI Agats, Felix juga berupaya memotivasi guru supaya mendidik anak-anak dengan kasih. "Kalau guru bikin kekeliruan, saya panggil dan bicara baik-baik. Pernah saya marah guru. Tetapi, kemudian saya sadar. Saya berdoa mohon ampun dan kami ke guru itu punya rumah dan saya minta maaf. Saya mau supaya semua guru mendidik anak-anak dengan kasih," kisahnya.

Meskipun secara fisik SD YPPGI Agats mulai berbenah, tetapi dokumen-dokumen terkait akreditasi sekolah masih minim. "Padahal, SD YPPGI Agats sudah masuk daftar sekolah yang akan diakreditasi tahun 2017, tetapi dokumen terkait akreditasi belum tersedia," tutur Felix.

Di tengah kegalauan hatinya menyongsong akreditasi, Felix bersyukur LANDASAN Papua masuk ke Asmat. "Waktu LANDASAN melaksanakan pelatihan SPM dan MBS pada bulan Mei 2017, saya senang sekali. Karena melalui pelatihan dan pendampingan yang diberikan LANDASAN, kami dapat mempersiapkan dokumen-dokumen terkait akreditasi. Hasilnya, kami dapat akreditasi B, sebelumnya akreditasi C," tutur Felix dengan raut wajah bangga.

Felix dan para guru tetap berjuang supaya SD YPPGI Agats harus terakreditasi A. "Kami akan terus melakukan perbaikan, baik sarana fisik maupun dokumen-dokumen sekolah supaya bisa terakreditasi A," harapnya.

"Mereka datang pakai sandal saja, kami terima. Kami mendampingi mereka untuk bisa baca, tulis, berhitung."

Terkait kurikulum, ia menjelaskan bahwa saat ini, SD YPPGI Agats telah menerapkan kurikulum tahun 2013. "Saat ini, kelas 1, 2, 3 dan 5 sudah terapkan K-13. Pada tahun ajaran 2019/2020, seluruh kelas, dari kelas 1 sampai kelas 6 akan menerapkan K-13," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa penerapan K-13 di SD YPPGI Agats akan mengalami tantangan karena para siswa harus pro-aktif mengerjakan tugas-tugas. Kondisi ini, akan berpengaruh pada waktu anak di rumah. Tetapi, perlu perhatian serius dari orang tua terhadap tugas-tugas sekolah yang harus dikerjakan oleh anak-anak.

"K-13 menuntut keaktifan siswa mengerjakan tugas-tugas sesuai tema pelajaran. Pada saat diterapkan nanti pasti ada tantangan seperti alokasi waktu anak untuk mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Maka, orang tua harus memperhatikan waktu belajar anak-anak," ungkapnya. 

Felix memiliki motivasi kuat memperbaiki SD YPPGI Agats. Ia mau supaya sekolah yang terletak di pusat kota Agats ini memberikan layanan pendidikan dasar berkualitas bagi para murid. Karena itu, ia selalu berupaya membenahi SD YPPGI Agats, baik dari sisi sarana prasarana maupun dokumen sekolah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3