Mohon tunggu...
Aam Permana S
Aam Permana S Mohon Tunggu... freelance

Menulis, jalan-jalan, merekam kejadian dan nonton sama istri. Mengalir, semuanya mengalir saja; patanjala

Selanjutnya

Tutup

Teknologi Pilihan

Berkat LIPI, Limbah Tahu Kini Bermanfaat bagi Umat

15 Oktober 2018   18:47 Diperbarui: 15 Oktober 2018   18:50 0 0 0 Mohon Tunggu...
Berkat LIPI, Limbah Tahu Kini Bermanfaat bagi Umat
Warga manfaatkan biogas limbah/dokpri

Limbah tahu yang selama ini dianggap tidak berguna, ternyata bisa jadi energi bio gas yang bermanfaat.

Hal itu setidaknya dibuktikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Bahkan, bio gas yang dihasilkan dari limbah tahu ini, kini bisa dirasakan manfaatnya oleh puluhan warga Desa Kebonjati, Sumedang Utara.

Ceritanya, sejak beberapa waktu lalu, LIPI bersama Nanyang Teknology University Singapura dengan didukung Pemkab Sumedang, mencoba mengolah limbah cair tahu yang bersifat anaerob untuk jadi energy bios gas. Percobaan dilakukan di Instalasi dan Pengelolaan Limbah Tahu Sumedang di Desa Kebonjati, Kecamatan Sumedang Utara.

"Hasilnya, ternyata, bahan organik yang sebenarnya berbahaya karena mengandung ph 4 hingga 5 ini, berhasil diolah jadi biogas dengan teknologi yang dikembangkan LIPI," kata Ian Rianto, Kabid Teknologi LIPI.

Pengolah limbah/dokpri
Pengolah limbah/dokpri
Biogas yang dihasilkannya kemudian disebarkan ke sebanyak 89 kepala keluarga di RW 5 Dusun Giriharja Desa Kebonjati, Sumedang Utara dan dimanfaatkan mereka untuk keperluan masak-memasak.

Ian mengakui, teknogi mengolah limbah tahu yang dikembangkan LIPI dan Nanyang Teknologi University ini masih perlu disempurnakan lagi. "Ke depan kami harapkan jadi pilot project yang akan diikuti daerah lain di Sumedang yang warganya memproduksi tahu," ujarnya.

Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan, menyambut baik upaya LIPI untuk memanfaatkan limbah tahu cair yang selama ini dianggap tidak berguna hingga dibuang begitu saja. "Ini terobosan baru yang sangat bermanfaat," kata Erwan.

Erwan bahkan mendukung LIPI dan Nanyang Teknologi University untuk lebih mengembangkan dan menyempurnakan lagi teknologinya. "Ini agar warga yang merasakan manfaatnya lebih banyak lagi," ujarnya.

Selama ini, limbah cair tahu dari pabrik yang banyak berdiri di Kabupaten Sumedang, kebanyakan memang dibuang ke sungai di sekitar pabrik, dan menyebabkan sungai jadi hitam dan bau.

Teknologi pengolahan limbah tersebut, dipastikan menjadi salahsatu solusinya.