Aam Permana S
Aam Permana S Karyawan Swasta

Sembahyang, menulis, jalan-jalan, merekam kejadian dan nonton sama istri. Mengalir, semuanya mengalir saja; patanjala

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Tiga Bulan Tidak Hujan, Waduk Darma Surut hingga 10 Meter

13 September 2018   21:00 Diperbarui: 13 September 2018   21:20 293 1 0
Tiga Bulan Tidak Hujan, Waduk Darma Surut hingga 10 Meter
Waduk Darma/dokpri

Waduk di Jawa Barat yang airnya surut di musim kemarau sekarang, bukan hanya Waduk Jatigede di Sumedang. Waduk Darma di Kabupaten Kuningan pun ternyata mengalami hal sama, menyusut hingga kedalaman 10 meter.

"Setelah tiga bulan kemarau, air waduk terus menyusut," kata Asep Sopani, petugas di Waduk Darma,

Menurut Asep, dalam kondisi normal,  volume air Waduk Darma adalah tiga puluh enam juta kubik. Namun kini, volumenya tinggal dua puluh satu juta meter kubik lagi atau surut hingga lima belas juta kubik atau kira-kira sedalam 10 meter.

Susut 10 meter/dokpri
Susut 10 meter/dokpri
Menyusutnya volume waduk ini, karena  air yang masuk  terus berkurang. Bahkan  selama satu bulan terakhir,  volume  air yang masuk minim sekali dan boleh dikata tidak ada samasekali. Sementara yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi di wilayah Kuningan dan Cirebon, dalam sehari mencapai tiga meter kubik.

"Harusnya, yang dikeluarkan untuk pertanian di Kuningan Timur dan Cirebon, lebih dari tiga meter kubik. Namun karena kemampuan suplainya terbatas, sementara hanya tiga meter kubik," kata Asep, Akibatnya,  sejumlah lahan pertanian di wilayah tersebut kini mulai kekeringan.

Boleh jadi,  air yang dikeluarkan akan lebih berkurang lagi, jika selama September, Oktober dan Nopember mendatang, hujan tidak kunjung turun. Dan jika selama tiga bulan ke depan belum hujan, dikhawatirkan suplai untuk PDAM Kuningan akan berkurang, atau tidak ada sama sekali. Selama ini, air Waduk Darma memang dimanfaatkan juga oleh PDAM setempat.

Ditanami padi/dokpri
Ditanami padi/dokpri
Sementara itu, memanfaatkan surutnya air waduk, warga setempat sengaja bercocok tanam padi dan palawija,  seperti  dilakukan Samsudin. "Ketimbang tidak ada manfaatnya, ya kita manfaatkan saja untuk bercocok tanam, setelah berkoordinasi dengan pengelola waduk," kata Samsudin.

Namun kendati mendadak punya lahan garapan, tapi Samsudin dan warga lainnya tetap berharap hujan segera turun hingga waduk normal kembali. "Kalau normal kembali, saya akan menjadi petani ikan lagi," ujarnya.