Mohon tunggu...
Yudha Adi Putra
Yudha Adi Putra Mohon Tunggu... Penulis - Penulis Tidak Pernah Mati

Penulis

Selanjutnya

Tutup

Cerpen Pilihan

Sawahku adalah Misbahku

11 Maret 2023   19:30 Diperbarui: 11 Maret 2023   19:29 83
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Cerpen. Sumber ilustrasi: Unsplash

Sawahku adalah Misbahku

Cerpen Yudha Adi Putra

                Suasana pagi mulai tiba. Pagi yang sempurna di desa. Desa dengan penduduk kebanyakan sebagai petani. Pekerjaan lain yang mungkin adalah buruh tani. Mereka jauh dari kota. Hanya ada satu jalan menuju ke kota. Itu dilalui bus, tiap jam dua siang. Kalau tidak, mereka yang mau ke kota harus menempuh jarak puluhan kilometer. Berkawan dengan panas, bisa juga hujan. Kalau malam, penerangan belum ada. Hanya berkawan dengan bintang. Sesekali, kunang-kunang juga turut serta.

                "Kalau musim panen besok, kita mau mulai agenda tanam apa ya ?"

                "Kau ini, baru juga selesai menanam. Sudah memikirkan panen saja. Syukur besok tidak ada hama di sawah ini," sahut kawannya.

                Rokok lintingan menemani percakapan dua petani di sawah. Mereka beristirahat, selepas menanam benih padi. Benih yang diutang dari kelompok tani. Katanya, benih itu bisa dipanen tidak lebih dari tiga bulan.

                "Ini padi super, jadi cepat panennya. Kalau tumbuh, tidak tinggi. Padi ini aman dari angin, paling ya kena serangan hama,"

                "Makanya dirawat, kamu tadi malam mikirin panen. Besok tidak hujan saja kita sudah bingung,"

                "Kalau begini, menjadi petani serba sulit juga ya,"

                "Kamu dulu sarjana, siapa dulu. Sarjana Jarwo ?" kata Haryo menatap Jarwo perlahan. Tanaman padi masih berserakan di dekat kakinya, sisa ditanam.

                "Itu dulu, kuliah tinggi-tinggi kalau tidak punya orang dalam ya sama saja. Lebih baik aku mengerjakan sawah orangtuaku. Biar tidak kaya sawah sebelah,"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Cerpen Selengkapnya
Lihat Cerpen Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun