Mohon tunggu...
Pepih Nugraha
Pepih Nugraha Mohon Tunggu... Bergabung selama 26 tahun dengan Harian Kompas sejak 1990 hingga 2016.

Gemar catur dan mengoleksi papan/bidak catur. Bergabung selama 26 tahun dengan Harian Kompas sejak 1990 hingga 2016. Setelah menyatakan pensiun dini, hari-hari diisi dengan membaca, menulis, mengajar, dan bersosialisasi. Menulis adalah nafas kehidupan, sehingga baru akan berhenti menulis saat tidak ada lagi kehidupan. Bermimpi melahirkan para jurnalis/penulis kreatif yang andal. Saat ini mengelola portal UGC politik https://PepNews.com dan portal UGC bahasa Sunda http://Nyunda.id Mengajar ilmu menulis baik offline di dalam dan luar negeri maupun mengajar online di Arkademi.com.

Selanjutnya

Tutup

Hobi Artikel Utama

Cara Mudah Memelihara Personal Branding

8 September 2020   08:46 Diperbarui: 11 September 2020   14:29 279 39 13 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Cara Mudah Memelihara Personal Branding
ilustrasi: perrybelcher.com

Tahukah kawan, bahwa permintaan sebagaimana terlampir dalam tangkapan layar ponsel saya di bawah ini ini semakin sering saya terima belakangan ini. Ini masa pandemi, masa "puasa" beraktivitas dan lebih banyak berdiam diri di rumah saja.

Logikanya, saat berdiam diri di rumah untuk waktu yang lama, mestinya tidak ada kegiatan apapun yang lebih produktif dalam pengertian luas. Mestinya saya tenggelam.

Tetapi saya menemukan kata kunci mengapa saya tetap mendapatkan undangan untuk menjadi pemateri/narasumber atau menjadi juri lomba menulis di masa pandemi: memelihara personal branding!

Bagaimana caranya selagi berdiam diri saya tetap memelihara personal branding?

Koleksi Pribadi
Koleksi Pribadi
Tidak lain dari menulis dan terus menulis, bahkan sekadar menulis di medsos!

Sudah berulang-ulang saya katakan, agar hidup bahagia, tenang dan tenteram, kerjakanlah apa yang kamu sukai dan yang kamu kuasai. Mantra ini tidak akan pernah hilang dalam hidup saya karena saya sudah membuktikannya sendiri betapa ampuhnya dia.

Menulis adalah kegiatan literasi yang saya sukai sekaligus saya kuasai, kebetulan dua-duanya ada dan menyatu dalam diri saya. Menulis adalah "passion" saya, sekaligus "fashion" saya.

"Passion", karena saya menulis dengan suka-cita, gembira dan dengan pandangan terbuka. "Fashion", karena saya berasa tanpa berbusana jika tidak menulis barang sehari saja.

Menulis adalah satu-satunya cara saya memelihara personal branding, cara bagaimana saya melakukan aktualisasi diri. Meminjam "cogito ergo sum"-nya Rene Descartes, saya memelesetkan sedikit menjadi "scribo ergo sum"... saya menulis maka saya ada.

Mulailah menulis agar kamu ada, agar dirimu tak hilang ditelan zaman atau terseret derasnya arus perubahan!

***

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x